TRIMESTER 1
5 Desember 2019

Kehamilan Ektopik Bikin Sakit Pada Bahu? Ini Penjelasannya!

Ada gejala lain dari kehamilan ektopik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Konon kehamilan ektopik bikin sakit bahu. Benar tidak, ya?

Hamil adalah salah satu momen yang ditunggu bagi pasangan yang telah menikah. Mengandung buah hati dan mengharap kelahirannya di dunia menjadi saat penting dan berharga.

Namun, tak semua berjalan mulus sesuai perkiraan. Setidaknya, menurut American Pregnancy Association, 1 dari 50 kehamilan yang terjadi berada di luar rahim. Hal ini disebut kehamilan ektopik.

Kehamilan ektopik merupakan suatu kondisi di mana sel telur yang telah dibuahi "menempel" di tempat lain selain di dalam rahim. Hal ini menyebabkan embrio tidak tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kata ektopik sendiri memiliki arti "tidak pada tempatnya".

Menurut American College of Obstetricians and Gynaecologists (ACOG), dalam sekitar 95 persen kasus yang terjadi, sel telur yang dibuahi terjadi di tuba fallopi sehingga dikenal sebagai kehamilan tuba.

Baca Juga: Apakah yang Perlu Diketahui Tentang Kehamilan Ektopik?

Diagnosis dan Gejala yang Sulit Diidentifikasi

Kehamilan Ektopik dan Sakit Pada Bahu - diagnosis dan gejala (1).jpg

Foto: northlandfamilyplanning.com

Walau ada yang bilang kehamilan ektopik bikin sakit bahu, sebenarnya diagnosis kehamilan ektopik kadang-kadang sulit dilihat, pun dengan gejala yang terjadi.

Gejala bisa terjadi sejak kehamilan 4 minggu hingga 12 minggu atau bahkan lebih. Tak cuma itu, tidak semua wanita mengalami gejala kehamilan ektopik.

Namun, ada beberapa gejala umum yang bisa mengindikasikan kehamilan ektopik, seperti perdarahan vagina, sakit perut, rasa sakit saat buang air kecil atau buang air besar, fisik terlihat pucat, dan pingsan.

Baca Juga: Waspadai Penyebab Perdarahan Setelah Melahirkan

Nyeri Bahu dan Kehamilan Ektopik

Kehamilan Ektopik dan Sakit Pada Bahu - nyeri bahu dan kehamilan ektopik (1).jpg

Foto: mdbonedocs.com

Beberapa wanita mengalami gejala yang juga mirip dengan penyakit lain seperti gastroenteritis.

Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, yang meliputi mulut, kerongkongan, lambung, dan usus.

Gastroenteritis kadang-kadang juga disebut sebagai "flu perut,".

Selain itu, kehamilan ektopik juga bikin nyeri bahu kita. Sehingga, ini termasuk ke dalam gejala kehamilan ektopik.

Tidak diketahui secara pasti mengapa nyeri ujung bahu terjadi, tetapi diduga bisa menjadi tanda kehamilan ektopik karena adanya pendarahan internal atau pendarahan di dalam tubuh.

Pendarahan diduga mengiritasi saraf frenikus, saraf yang ditemukan di diafragma.

Iritasi yang terjadi pada saraf frenikus menyebabkan nyeri yang dirasakan di tempat lain, seperti di tulang belikat, yakni di bahu.

Jika merasa sakit pada bagian ujung bahu (lengan dan bahu bertemu), ini bisa menjadi tanda kehamilan ektopik dan harus segera mendapat penanganan medis.

Baca Juga: Gangguan pada Vagina bisa Menghambat Kehamilan Sejauh Apa?

Pengaruh Kehamilan Ektopik pada Kehamilan Masa Depan

Kehamilan Ektopik dan Sakit Pada Bahu - pengaruh kehamilan masa depan.jpg

Foto: abcnews.com

Banyak wanita yang telah mengalami kehamilan ektopik akan mengalami kehamilan normal di masa mendatang.

Namun, ada beberapa wanita yang mengalami kesulitan untuk hamil lagi.

Kesulitan ini lebih sering terjadi pada wanita yang juga memiliki masalah kesuburan sebelum kehamilan ektopik.

Tak hanya masalah kesuburan, sulitnya hamil setelah kehamilan ektopik bikin sakit bahu ini juga disebabkan oleh tingkat keparahan saat kehamilan ektopik dahulu terjadi.

Seorang wanita yang pernah mengalami satu kehamilan ektopik memiliki sekitar 15% kemungkinan untuk kehamilan lainnya seperti yang dikutip dari kidshealth.org.

(SA/DIN)

Artikel Terkait