GAYA HIDUP
25 September 2019

Kenali Dehidrasi Kronis, Begini Cara Penangananya!

Jika dibiarkan bisa memicu darah tinggi dan batu ginjal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Tubuh kita membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik. Tapi, kebutuhan air ini kadang kita abaikan. Dampaknya, terjadi dehidrasi.

Dehidrasi adalah istilah bagi reaksi tubuh ketika kita tidak minum cukup air, sehingga terjadi defisiensi cairan.

Jika dibiarkan, dehidrasi bisa makin berat yang disebut dehidrasi kronis. Dehidrasi ini bisa memicu terjadinya batu ginjal dan tekanan darah tinggi lho Moms.

"Ada beberapa orang yang tergolong mudah terkena dehidrasi akut dalam beberapa keadaan, seperti terpapar cuaca yang sangat panas atau aktivitas fisik yang berkepanjangan. Kasus-kasus dehidrasi ini biasanya bisa ditangani dengan istirahat dan cukup minum air," papar dokter Stacy Sampson, DO dari Des Moines University College of Osteopathic Medicine seperti dikutip dari healthline.com.

Dehidrasi kronis adalah kondisi dimana dehidrasi sudah terjadi dalam periode yang cukup lama. Sehingga, kita memaksa tubuh kita bekerja namun tanpa cairan yan cukup.

Jika sudah parah, maka dehidrasi kronis ini membutuhkan penanganan medis. Sementara jika dibiarkan saja, dehidrasi ini akan mengarah pada masalah kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi dan batu ginjal.

Gejala

Dehidrasi 1.jpg

Ketika mengalami dehidrasi, biasanya kita akan mengalami gejala-gejala seperti, urine yang keruh, otot-otot terasa lelah, mudah pusing, dan merasa sangat haus. Sementara dehidrasi kronis memiliki gejala yang sedikit berbeda.

Moms mungkin juga mengalami dehidrasi pada umumnya. Bahkan, tidak sedikit yang sadar bahwa tubuhnya kekurangan cairan. Ini terjadi ketika tubuh kita menjadi tidak sensitif terhadap adanya asupan air dan tubuh tetap beraktivitas seperti biasa.

Gejala-gejala lain dari dehidrasi kronis diantaranya, kulit yang kering dan bersisik, mengalami konstipasi, otot yang terus melemah dan sering sakit kepala.

Kalau mengalami sejumlah gejala di atas, tidak ada salahnya Moms mulai mencari bantuan medis.

Untuk mengetahui dengan pasti apakah kita menderita dehidrasi kronis atau tidak, dokter biasanya akan beberapa hal diantaranya, tingkat elekrolit yang abnormal dan fungsi ginjak yang menurun dalam waktu singkat.

Baca Juga : 5 Dampak Buruk Dehidrasi Bagi Tubuh

Selanjutnya, jika dokter menduga Moms benar mengalami dehidrasi kronis, maka akan dilakukan beberapa tes. Yakni, tes kelenturan kulit.

Tes ini untuk mengetahui elatisitas kulit yang mengindikasikan tingkat cairan dalam tubuh kita cukup atau tidak.

Caranya cukup mudah, yakni dengan mencubit kulit dengan lembut, kemudian akan dilihat berapa lama kulit tersebut akan kembali ke bentuk semula.

"Dari tes ini, dokter sudah bisa mengetahui apakah ada indikasi kita mengalami dehidrasi atau tidak," ujar Dr. Sampson.

Tes lainnya adalah tes laboratorium. Tes-tes ini mampu mengindikasikan lebih jauh mengenai dehidrasi yang kita alami.

Selain itu, sejumlah tes laboratorium ini juga bisa membantu dokter memutuskan penanganan yang paling tepat bagi kasus dehidrasi kronis yang kita alami. Sejumlah tes ini antara lain,

  • Urinalysis yang bertujuan untuk melihat apakah tubuh kita sudah memproduksi cukup atau terlalu sedikit urin.
  • Chemistry panel testing atau serangkaian tes darah.

Tes darah ini gunanya untuk mengungkap tingkat elektrolit, termasuk kandungan sodium dan potasium dalam tubuh kita. Tes ini juga bisa mengindikasikan apakah ginjak kita mampu mempreoses pembuangan secara efisien.

Penanganan

Dehidrasi 3.jpg

Ketika kita mengalami dehidrasi kronis, hanya dengan minum air putih tidak cukup untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Karena itu, minuman dengan kandungan elektrolit biasanya akan diresepkan oleh dokter untuk membantu tubuh mengembalikan cairan yang hilang.

Namun, daripada minum air dalam jumlah banyak dalam satu waktu, Moms lebih baik mengonsumsi air dalam jumlah kecil tapi dengan frekuensi lebih sering.

Bahkan dalam kasus dehidrasi kronis yang berat, kita perlu diinfus untuk menyalurkan cairan langsung ke aliran darah sampai kondisi kita membaik.

Sementara untuk penanganan jangka panjang demi menghindari terjadinya dehidrasi kembali, bergantung pada penyebab dehidrasi.

Jika dehidrasi kronis kita disebabkan oleh gaya hidup, pekerjaan atau diet, maka disarankan meminta bantuan dokter untuk membantu membuat sejumlah perubahan yang perlu dilakukan. Beberapa hal yang biasanya disarankan antara lain,

  • Selalu mengecek asupan air dengan menggunakan jurnal atau aplikasi
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Mengendalikan stress
  • Berhenti mengonsumsi kafein karena ini menyebabkan tubuh kehilangan cairan
  • Berhenti melalukan terapi pengobatan diuretik

Waktu penyembuhan dehidrasi bergantung pada penyebab dan juga berapa lama kita mengalami dehidrasi tersebut.

Baca Juga : Benarkah Banyak Minum Air Putih Bisa Mengurangi Berat Badan?

Jika dehidrasi yang kita alami cukup berat maka biasanya dibutuhkan perawatan di rumah sakit atau jika dehidrasi disertai dengan heat stroke atau kondisi suhu tubuh yang meningkat tajam dalam waktu singkat, maka dibutuhkan satu sampai dua hari di rumah sakit untuk proses penyembuhan.

Begitu fase darurat dehidarasi terlewati, dokter biasanya akan tetap memonitor proses penyembuhan kita.

Moms juga perlu mengikuti panduan pengobatan setidaknya selama beberapa minggu ke depan, sementara dokter tetap memantau suhu, volume urin dan elektrolit.

Dehidrasi kronis adalah kondisi yang serius ya Moms. Jadi jangan sampai ini diabaikan. Karena ketika sudah parah, maka dibutuhkan bantuan medis. Untuk menghindari dehidrasi, sebaiknya mulai menerapkan kebiasaan-kebiasaan yang membuat tubuh sehat dalam jangka panjang.

(SERA/CAR)

Artikel Terkait