BAYI
6 November 2019

Kenali Penyebab Mata Kuning Bayi saat Menyusui

Meski begitu, bayi tidak perlu berhenti konsumsi ASI
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Berbagai masalah kesehatan seringkali terjadi pada bayi yang baru lahir, termasuk mata kuning bayi. Bukan hanya mata, kulit juga akan terlihat kuning. Mengapa terjadi? Karena disebabkan adanya kadar bilirubin dalam darah yang tinggi. Bilirubin adalah pigmen berwarna kuning yang dihasilkan dari hasil pemecahan sel darah merah.

Penyakit kuning pada bayi dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari, akan tetapi ada juga bertahan dalam jangka waktu lama. Kondisi ini sering dialami pada bayi yang menyusui. Ada dua macam penyakit kuning yang bisa terjadi saat menyusui, yaitu breastmilk jaundice dan breastfeeding jaundice. Yuk kita kenali lebih lanjut.

Breastmilk Jaundice

mata kuning bayi

Foto: momjunction.com

Penyakit kuning karena ASI (breastmilk jaundice) akan terlihat jika Si Kecil memiliki gejala mata kuning dan kuning pada tubuh bayi akan bertahan setelah jaundice fisiologis menghilang. Kondisi ini bisa terjadi pada bayi sehat, cukup bulan, dan mendapatkan ASI. Breastmilk jaundice seringnya terjadi setelah tiga minggu setelah lahir.

Penyebab terjadinya penyakit ini tidak diketahui pasti. Namun diduga karena adanya substansi dalam ASI yang menghambat pemecahan bilirubin. Breastmilk jaundice sering dialami oleh anak yang memiliki riwayat keluarga dengan keluhan serupa.

Bayi kuning karena breastmilk jaundice tidak perlu berhenti mengonsumsi ASI. Kondisi ini tidak mengindikasikan adanya kelainan pada ASI yang dihasilkan ibu. Sambil menyusui, akan terjadi penurunan pada kadar bilirubin bayi perlahan-lahan.

Kondisi mata bayi kuning ini dapat bertahan hingga 14 hari atau juga bisa menetap hingga usia 3-12 minggu. Keadaan ini tidak berbahaya selama kadar bilirubin terkontrol dan bayi tetap mendapat asupan nutrisi yang memadai.

Baca Juga: Mata Bayi Kuning, Apa yang Salah?

Breastfeeding Jaundice

mata kuning bayi

Foto: parents.com

Mata kuning bayi akibat breastfeeding jaundice seringkali disamakan dengan breastmilk jaundice, padahal berbeda. Penyakit kuning dari breastfeeding jaundice timbul karena kurangnya konsumsi susu pada bayi.

Susu berperan penting dalam meningkatkan pergerakan usus bayi sehingga membantu mengeluarkan bilirubin yang menumpuk dalam tubuh. Bila tidak terjadi pergerakan usus, bilirubin yang menumpuk akan diserap kembali ke dalam sirkulasi darah. Kondisi ini juga menghambat pengeluaran mekonium yang memiliki kandungan bilirubin tinggi.

Breastfeeding jaundice umumnya terjadi pada minggu pertama sejak bayi lahir, atau 3-4 hari setelah lahir berbeda dengan kondisi breastmilk jaundice yang terjadi lebih lama. Kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya apabila bayi memperoleh cukup asupan ASI.

Bayi dengan breastfeeding jaundice dianjurkan untuk tetap memperoleh ASI, karena akan meningkatkan produksi ASI pada ibu dan juga meningkatkan asupan kalori pada bayi. Selain itu, ASI bisa mencegah bayi mengalami dehidrasi. Hal ini tentunya berperan untuk mengurangi kondisi kulit dan mata bayi kuning.

Baca Juga: 3 Masalah Mata yang Umum Dialami Bayi

Perawatan pada Breastmilk Jaundice dan Breastfeeding Jaundice

mata kuning bayi

Foto: todaysparent.com

Bila kadar bilirubin bayi di bawah 20 mg/dL, langkah-langkah berikut dapat dilakukan pada bayi sehat dan cukup bulan:

  1. Meningkatkan asupan ASI, sebanyak 8-12 kali per hari. Tujuannya untuk meningkatkan pergerakan usus dan pengeluaran bilirubin.
  2. Pastikan bayi dapat mengisap ASI dengan baik saat menyusui, agar bayi dapat memperoleh asupan ASI yang dibutuhkannya.
  3. Konsultasikan dengan dokter Moms apakah Si Kecil membutuhkan suplemen untuk meningkatan asupan nutrisi. Pada kadar bilirubin melebihi 15-20 mg/dL, mungkin perlu dilakukan fototerapi pada bayi Anda.

Apabila terjadi mata kuning pada bayi, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisinya agar mendapat penanganan yang tepat.

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait