BAYI
28 Agustus 2020

Kenali Penyebab Mata Bayi Kuning, Serta Perawatannya Berikut Ini

Meski begitu, bayi tidak perlu berhenti konsumsi ASI
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Berbagai masalah kesehatan seringkali terjadi pada bayi yang baru lahir, termasuk mata bayi kuning. Kondisi ini juga terjadi bukan hanya pada mata, tetapi kulit juga akan terlihat kuning.

Mengapa hal ini terjadi? Karena disebabkan adanya kadar bilirubin dalam darah yang tinggi. Bilirubin adalah pigmen berwarna kuning yang dihasilkan dari hasil pemecahan sel darah merah.

Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang apa yang menjadi penyebab mata bayi kuning, dan bagaimana langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya berikut ini.

Baca Juga: Berkenalan dengan Penyebab Penyakit Kuning pada Orang Dewasa, Hindari!

Penyebab Mata Bayi Kuning

Penyakit kuning pada bayi dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari, akan tetapi ada juga bertahan dalam jangka waktu lama. Kondisi ini sering dialami pada bayi yang menyusui.

Ada dua macam penyakit kuning yang bisa terjadi saat menyusui, yaitu breastmilk jaundice dan breastfeeding jaundice. Yuk kita kenali lebih lanjut.

1. Breastmilk Jaundice

mata kuning bayi

Foto: momjunction.com

Penyakit kuning karena ASI (breastmilk jaundice) akan terlihat jika Si Kecil memiliki gejala mata kuning dan kuning pada tubuh bayi akan bertahan setelah jaundice fisiologis menghilang.

Kondisi ini bisa terjadi pada bayi sehat, cukup bulan, dan mendapatkan ASI. Breastmilk jaundice seringnya terjadi setelah tiga minggu setelah lahir.

Penyebab terjadinya penyakit ini tidak diketahui pasti. Namun diduga karena adanya substansi dalam ASI yang menghambat pemecahan bilirubin. Breastmilk jaundice sering dialami oleh anak yang memiliki riwayat keluarga dengan keluhan serupa.

Bayi kuning karena breastmilk jaundice tidak perlu berhenti mengonsumsi ASI. Kondisi ini tidak mengindikasikan adanya kelainan pada ASI yang dihasilkan ibu. Sambil menyusui, akan terjadi penurunan pada kadar bilirubin bayi perlahan-lahan.

Kondisi mata bayi kuning ini dapat bertahan hingga 14 hari atau juga bisa menetap hingga usia 3-12 minggu. Keadaan ini tidak berbahaya selama kadar bilirubin terkontrol dan bayi tetap mendapat asupan nutrisi yang memadai.

Baca Juga: Segera ke Dokter, Ini Gejala Penyakit Kuning yang Tidak Bisa Diabaikan

2. Breastfeeding Jaundice

mata kuning bayi

Foto: parents.com

Mata bayi kuning akibat breastfeeding jaundice seringkali disamakan dengan breastmilk jaundice, padahal berbeda. Penyakit kuning dari breastfeeding jaundice timbul karena kurangnya konsumsi susu pada bayi.

Susu berperan penting dalam meningkatkan pergerakan usus bayi sehingga membantu mengeluarkan bilirubin yang menumpuk dalam tubuh. Bila tidak terjadi pergerakan usus, bilirubin yang menumpuk akan diserap kembali ke dalam sirkulasi darah.

Kondisi ini juga menghambat pengeluaran mekonium yang memiliki kandungan bilirubin tinggi.

Breastfeeding jaundice umumnya terjadi pada minggu pertama sejak bayi lahir, atau 3-4 hari setelah lahir berbeda dengan kondisi breastmilk jaundice yang terjadi lebih lama.

Kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya apabila bayi memperoleh cukup asupan ASI.

Bayi dengan breastfeeding jaundice dianjurkan untuk tetap memperoleh ASI, karena akan meningkatkan produksi ASI pada ibu dan juga meningkatkan asupan kalori pada bayi.

Selain itu, ASI bisa mencegah bayi mengalami dehidrasi. Hal ini tentunya berperan untuk mengurangi kondisi kulit dan mata bayi kuning.

Mata kuning hanyalah salah satu gejala penyakit kuning pada bayi baru lahir. Orang tua baru juga harus memperhatikan gejala-gejala seperti kulit kuning, kekurangan energi, sifat lekas marah, demam, dan kesulitan makan.

Baca Juga: 3 Masalah Mata yang Umum Dialami Bayi

Faktor Risiko Mata Bayi Kuning

faktor risiko mata bayi kuning

Foto: Orami Photo Stock

Dalam jurnal Paediatrics & Child Health, penyakit kuning biasanya mudah dikenali karena kulit dan bagian putih mata bayi berubah warna menjadi kuning.

Mengutip Mayo Clinic, faktor risiko utama penyakit kuning, terutama penyakit kuning parah yang dapat menyebabkan komplikasi, meliputi hal-hal berikut ini.

1. Lahir Prematur

Bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu mungkin tidak dapat memroses bilirubin secepat bayi yang lahir dengan cukup bulan.

Bayi prematur juga mungkin menyusu lebih sedikit dan buang air besar lebih sedikit, sehingga bilirubin yang dikeluarkan melalui tinja lebih sedikit. Ini menjadi faktor risiko jaundice, yang menyebabkan mata bayi kuning.

2. Memar Saat Lahir

Bayi baru lahir yang mengalami memar selama persalinan dan mengalami memar akibat persalinan mungkin memiliki kadar bilirubin yang lebih tinggi akibat pemecahan lebih banyak sel darah merah.

Kondisi ini juga bisa menjadi faktor risiko dari penyebab mata bayi kuning.

3. Golongan Darah

Jika golongan darah ibu berbeda dengan bayinya, ia mungkin telah menerima antibodi melalui plasenta yang menyebabkan kerusakan sel darah merah yang cepat dan tidak normal.

4. Menyusui

Bayi yang diberi ASI, terutama mereka yang mengalami kesulitan menyusui atau mendapatkan nutrisi yang cukup dari menyusui, berisiko lebih tinggi terkena penyakit kuning dan mata bayi kuning.

Dehidrasi atau asupan kalori yang rendah dapat menyebabkan timbulnya penyakit kuning. Karena manfaat ASI, penting untuk memastikan Si Kecil cukup makan dan cukup terhidrasi.

5. Ras

Studi menunjukkan bahwa bayi keturunan Asia Timur memiliki peningkatan risiko penyakit kuning. Ini menjadi faktor risiko dari penyebab mata bayi kuning.

Baca Juga: 3 Cara Mudah untuk Menjaga Kesehatan Mata Bayi

Perawatan Mata Bayi Kuning Karena Penyakit Kuning

mata kuning bayi

Foto: todaysparent.com

Perawatan penyakit kuning yang menyebab mata bayi kuning biasanya hanya diperlukan jika bayi memiliki kadar zat yang disebut bilirubin dalam darahnya, jadi tes perlu dilakukan untuk memeriksanya.

Sebagian besar bayi dengan penyakit kuning tidak memerlukan pengobatan karena kadar bilirubin dalam darah mereka ternyata rendah. Dalam kasus ini, kondisinya biasanya membaik dalam 10-14 hari dan tidak akan membahayakan bayi.

Jika kondisi Si Kecil memburuk atau tidak hilang setelah 2 minggu, hubungi bidan, petugas kesehatan, atau dokter umum.

Jika penyakit kuning bayi tidak membaik dari waktu ke waktu atau tes menunjukkan kadar bilirubin yang tinggi dalam darah, bayi mungkin dirawat di rumah sakit dan dirawat dengan fototerapi atau transfusi tukar.

Perawatan ini direkomendasikan untuk mengurangi risiko komplikasi langka namun serius dari penyakit kuning pada bayi baru lahir yang disebut kernikterus, yang dapat menyebabkan kerusakan otak.

Bila kadar bilirubin bayi di bawah 20 mg/dL, langkah-langkah berikut dapat dilakukan pada bayi sehat dan cukup bulan.

1. Meningkatkan Asupan ASI

Meningkatkan asupan ASI, sebanyak 8-12 kali per hari. Tujuannya untuk meningkatkan pergerakan usus dan pengeluaran bilirubin. Pastikan bayi dapat mengisap ASI dengan baik saat menyusui, agar bayi dapat memperoleh asupan ASI yang dibutuhkannya.

2. Fototerapi

Mengutip National Health Service, fototerapi adalah pengobatan dengan jenis cahaya khusus (bukan sinar matahari).

Kadang-kadang digunakan untuk mengobati penyakit kuning pada bayi baru lahir dengan menurunkan kadar bilirubin dalam darah bayi melalui proses yang disebut foto-oksidasi.

Foto-oksidasi menambahkan oksigen ke bilirubin sehingga mudah larut dalam air. Hal ini mempermudah hati bayi Anda untuk memecah dan mengeluarkan bilirubin dari darahnya.

Ada 2 jenis utama fototerapi.

  • Fototerapi konvensional, di mana bayi dibaringkan di bawah lampu halogen atau lampu neon dengan mata tertutup
  • Fototerapi serat optik, di mana bayi berbaring di atas selimut yang menggabungkan kabel serat optik; Cahaya bergerak melalui kabel serat optik dan menyinari punggung bayi

Kedua metode fototerapi di atas bertujuan untuk memaparkan kulit bayi ke cahaya sebanyak mungkin. Jika penyakit kuning bayi tidak membaik setelah fototerapi konvensional atau fibreoptik, fototerapi multipel berkelanjutan dapat ditawarkan.

Fototerapi umumnya sangat efektif untuk penyakit kuning pada bayi baru lahir dan memiliki sedikit efek samping, meskipun bayi mungkin mengalami ruam dan diare sementara.

Baca Juga: Bayi Sakit Mata, Bagaimana Mengatasinya?

3. Transfusi Tukar

Jika pada kondisi mata bayi kuning dan memiliki kadar bilirubin yang sangat tinggi dalam darahnya atau fototerapi belum efektif, ia mungkin memerlukan transfusi darah lengkap, yang dikenal sebagai transfusi tukar.

Selama transfusi tukar, darah bayi akan dikeluarkan melalui tabung plastik tipis yang ditempatkan di pembuluh darah di tali pusar, lengan atau tungkai.

Darah ini kemudian diganti dengan darah dari donor yang cocok (golongan darah yang sama). Karena darah baru tidak mengandung bilirubin, keseluruhan kadar bilirubin dalam darah bayi akan turun dengan cepat.

Bayi akan diawasi secara ketat selama proses transfusi, yang dapat memakan waktu beberapa jam hingga selesai. Setiap masalah yang mungkin timbul, seperti perdarahan, akan segera diobati.

Darah bayi kemudian akan diuji dalam 2 jam setelah perawatan untuk memeriksa apakah berhasil. Jika kadar bilirubin dalam darah bayi tetap tinggi, prosedur ini mungkin perlu diulang.

4. Perawatan Lainnya

Jika penyakit kuning disebabkan oleh masalah kesehatan yang mendasari, seperti infeksi, ini biasanya perlu diobati.

Pada penyakit kuning yang disebabkan oleh penyakit rhesus (ketika ibu memiliki darah rhesus-negatif dan bayi memiliki darah rhesus-positif), imunoglobulin intravena (IVIG) dapat digunakan.

Apabila terjadi mata bayi kuning, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisinya agar mendapat penanganan yang tepat.

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait