BALITA DAN ANAK
12 Agustus 2019

Kenali Tanda Anak Butuh Pergi ke Psikolog/Psikiater

Apa tanda-tanda yang harus diwaspadai orang tua?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Banyak anak dan remaja memiliki masalah yang memengaruhi perasaan, tindakan, atau pembelajaran mereka. Wajar jika anak Moms mengalami pasang surut emosi seperti murung, memiliki masalah dengan teman, hingga penurunan motivasi dalam belajar.

Terapi bisa menjadi jalan keluar yang cocok untuk mengatasi permasalahan pada anak ini. Dalam menjalani terapi dengan psikolog, anak-anak akan berbicara dan belajar bagaimana mengatasi permasalahan yang dihadapi.

Pergi ke terapi akan membantu anak mengatasi masalahnya dengan positif, berkomunikasi lebih baik, dan melakukan yang terbaik.

Tetapi bagaimana Moms tahu jika anak sedang berjuang menghadapi masalah yang serius? Kapan anak butuh pergi ke psikolog/psikiater? Simak penjelasan di bawah ini yuk Moms.

Baca Juga: Dampak Buruk Psikologis Anak Akibat Pertengkaran Orangtua

Masalah Adalah Hal yang Normal

membawa anak ke psikolog/psikiater

Perlu Moms ketahui bahwa beberapa masalah yang akan atau sedang dihadapi anak itu normal.

"Beberapa kemurungan, kegelisahan, kesulitan sosial dan masalah di sekolah tidak bisa kita hindari ketika anak-anak tumbuh," kata Kristen Eastman, psikolog. "Anggap saja sebagai gundukan di jalan yang akan ditemui anak,” tambahnya.

Tantangan perkembangan yang normal ini akan menuntut anak untuk mengubah perspektif atau mempelajari keterampilan baru. Dalam sebagian besar kasus, jika Moms menawarkan dukungan, kepekaan, dan kesabaran, anak Moms pasti akan menghargainya.

"Ketika hal-hal seperti ini muncul, orang tua harus membantu anak untuk mencoba mendengarkan terlebih dahulu dan mendukung anak," kata Dr. Eastman.

Baca Juga: 3 Cara Mengatasi Sibling Rivalry Menurut Psikolog Anak

Waktu yang Tepat Membawa Anak ke Psikolog/Psikiater

membawa anak ke psikolog/psikiater

Namun apa yang terlihat sebagai kehidupan anak yang normal,bisa berubah menjadi hal yang serius dan anak butuh pergi ke psikolog/psikiater. Kapan anak butuh pergi ke psikolog/psikiater?

Psikolog dan psikiater memiliki peran yang berbeda-beda. Psikiater boleh memberikan terapi berupa obat-obatan atau farmakoterapi pada pasiennya. Sementara, psikolog lebih fokus ke aspek sosialnya, seperti memberikan terapi psikologi atau psikoterapi.

Makanya waktu untuk anak bertemu psikolog atau psikiater pun berbeda-beda. Menurut Jane Cindy Linardi, psikolog RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, waktu yang tepat untuk Moms membawa anak ke psikolog adalah:

  • Permasalahan pada aspek fisik (masalah motorik halus seperti ketahanan menulis masih kurang sehingga mengganggu aktivitas di kelas).
  • Permasalahan pada aspek kognitif (di antaranya, masalah belajar, kesulitan belajar, gangguan konsentrasi, tes IQ, dan tes bakat minat).
  • Permasalahan pada aspek emosi (di antaranya, orang tua bercerai, mengalami perundungan, atau cemas untuk pergi ke sekolah).
  • Permasalahan pada aspek perkembangan bahasa (bahasa reseptif, ekspresif, dan daya tangkap).
  • Permasalahan pada aspek sosial (di antaranya, penyesuaian diri lambat di lingkungan baru, kurang percaya diri untuk berinteraksi dengan teman maupun dengan orang yang lebih dewasa).
  • Permasalahan pada aspek perilaku (di antaranya, sulit mengikuti aturan dan arahan dari orang tua dan guru, tidak bisa mengikuti rutinitas sekolah, atau bertindak semaunya).

Baca Juga: Ingin Anak Cerdas dan Mandiri? Ini Tipsnya Menurut Psikolog!

Sementara kebutuhan untuk konsultasi ke psikiater, saat anak memiliki permasalahan yang berkaitan dengan aspek fisiologis dan biologis sehingga membutuhkan medikasi (pengobatan dari segi medis). Misalnya gangguan kepribadian, kecemasan, depresi, trauma, dan gangguan tidur.

Apa yang Harus Orang Tua Persiapkan?

Menurut Jane Cindy Linardi, selain anak, orang tua juga harus mempersiapkan beberapa hal saat menemani anak pergi ke psikolog atau psikiater, antara lain komitmen untuk mengikuti sesi-sesi konsultasi, mendampingi anak, dan memberikan dorongan moral.

Orang tua mempunyai peranan penting untuk melakukan atau melaksanakan saran-saran yang diberikan psikolog/psikiater. Hal ini untuk membantu mengoptimalkan progres yang akan dicapai anak.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang kapan anak butuh pergi ke psikolog/psikiater. Jika Si Kecil mengalami tanda-tanda di atas, tidak ada salahnya jika Moms langsung membuat janji temu dengan psikolog/psikiater sesuai dengan permasalahan yang dihadapi Si Kecil.

Memang masih banyak orang tua yang menganggap tanda-tanda tersebut adalah hal biasa dan menilai anak akan pulih dengan sendirinya. Namun, pada kondisi tertentu, hal tersebut bisa sangat mengganggu hidup Si Kecil dan nantinya akan memengaruhi tumbuh kembangnya lho Moms.

Artikel Terkait