KEHAMILAN
23 Juli 2020

Kenapa Perut Kram Saat Hamil? Simak Penjelasannya di Sini

Kebanyakan kram tidak berbahaya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Perut kram saat hamil sering kali menakutkan, padahal menurut ahli hal itu adalah gejala umum pada semua trimester kehamilan.

Kebanyakan kram tidak berbahaya, pasalnya kram adalah respons rahim terhadap apa saja yang terjadi padanya.

"Rahim adalah otot dan ia bisa berkontraksi, dan kontraksi terasa seperti kram," kata Holly Puritz, MD, direktur medis untuk Kelompok Rumah Sakit Sentara Lee untuk Wanita di Norfolk, Virginia.

Itu berarti bahwa setiap saat rahim distimulasi, baik karena kandung kemih penuh, olahraga yang intense, atau rangsangan lebih, maka hal akan terjadi secara alami adalah berkontraksi.

Yang penting, kata Dr. Puritz, adalah mencari tahu kapan kram menjadi masalah dan kapan itu bukan masalah besar.

Hal-hal yang dapat menyebabkan kram selama kehamilan antara lain, kandung kemih penuh, gas dan konstipasi, orgasme, olahraga, atau infeksi saluran kemih.

Jika Moms penasaran, mengapa mengalami perut kram saat hamil di bulan tertentu, yuk simak penjelasannya di bawah ini Moms.

Baca Juga: Tengok 5 Cara Alami Mengobati Perut Kram Berikut Ini

Perut Kram saat Hamil 3 Bulan Pertama

perut kram saat hamil

Foto: pixabay.com

Dr. Puritz mengatakan bagi sebagian wanita, kram adalah tanda pertama bahwa mereka hamil, karena sering mengalami kram ketika telur yang sudah dibuahi masuk ke dinding rahim.

Ini disebut kram implantasi, dan ini bisa terasa seperti haid akan segera dimulai. Pertumbuhan rahim yang cepat dalam trimester pertama kehamilan juga dapat menyebabkan kram, kata Chad Klauser, MD, asisten profesor profesor kebidanan dan kandungan di Mount Sinai School of Medicine di New York City.

"Perubahan kadar hormon dapat menyebabkan peningkatan gas, kembung, dan sembelit. Mayoritas kehamilan akan mengalami sedikit kram ringan selama 16 minggu pertama," kata Dr. Klauser.

Menurut International Journal of Women's Health, selama kehamilan, rahim dapat meningkat dari hanya 70 menjadi 1.110 gram dengan volume intrauterin yang dihasilkan minimal 5 L.

Salah satu kekhawatiran banyak wanita ketika mereka mengalami kram selama awal kehamilan adalah bahwa itu adalah tanda keguguran.

Menurut jurnal artikel dalam American Pregnancy Association, jika Moms mengalami perut kram di awal kehamilan atau 3 bulan pertama, biasanya hal ini disebabkan oleh rahim yang membesar, ligamen yang meregang saat perut mulai tumbuh, hormon sembelit atau angin yang terjebak di perut. Moms akan akan merasakan kram ringan hingga sedang di perut bagian bawah atau punggung bawah.

Kadang-kadang mungkin terasa seperti 'dijahit' atau sakit yang ringan. Mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika rasa sakitnya ringan dan hilang ketika Moms mengubah posisi, beristirahat, sedang buang air atau buang angin.

Sedangkan kram yang terkait dengan keguguran sebenarnya disebabkan ketika ada darah dan jaringan yang keluar dan membuat rahim iritasi, menyebabkannya berkontraksi.

Kram juga dapat terjadi selama Moms berolahraga. Hal ini menunjukkan bahwa kita harus beristirahat sejenak. Biasanya setelah berhubungan seks juga akan terasa.

Ibu hamil juga rentan terhadap infeksi ragi dan infeksi saluran kemih, yang keduanya dapat menyebabkan kram ringan. Dokter akan merawat sesegera mungkin untuk memastikan Moms memiliki kehamilan yang sehat.

Baca Juga: Mengenal Kram Perut, Salah Satu Tanda Kehamilan Paling Umum

Perut Kram saat Hamil 4-6 Bulan

perut kram saat hamil

Foto: pixabay.com

Perut kram saat hamil pada trimester kedua atau bulan ke-4 hingga 6, sering dikarenakan nyeri ligamen di sekitar perut. Rahim Moms di saat ini akan mengembang dan dapat menyebabkan ligamen meregang.

Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit di perut bagian bawah, pangkal paha atau pinggul di satu atau kedua sisi. Moms harus memeriksakan diri ke dokter umum, dokter kandungan atau bidan jika mengalami sakit seperti ini.

Ada beberapa hal yang dapat Moms lakukan untuk membantu mengatasi perut kram saat hamil di trimester kedua, diantaranya:

  • berbaringlah berlawanan dengan rasa sakit
  • pelan-pelan saat berpindah posisi, terutama saat membalikkan badan di malam hari
  • mandilah dengan air hangat

Kadang-kadang rasa sakit di daerah panggul dapat disebabkan oleh nyeri panggul. Moms harus berbaring miring saat hamil. Ini dapat membantu mencegah risiko yang berbahaya, seperti anak meninggal di dalam kandungan.

Namun Moms harus segera berkonsultasi dengan dokter jika perut kram saat hamil yang dialami terjadi dengan beberapa kondisi ini yang mengikuti:

  • Perut kram saat hamil disertai dengan darah dalam urin atau urin yang berbau dan keruh. Bisa jadi menandakan infeksi urin.
  • Mengalami perdarahan dari vagina, karena bisa menjadi tanda keguguran atau masalah dengan plasenta lainnya
  • Rasa sakitnya lebih terasa di perut atau dada, atau jika disertai dengan sakit kepala, pembengkakan tangan, kaki dan wajah atau mengaburkan penglihatan kita. Karena hal ini bisa jadi tanda-tanda pre-eklampsia
  • Moms melihat ada perubahan pada gerakan bayi di dalam perut

Jika Moms merasakan perut kram saat hamil disertai dengan beberapa gejala di atas, harus segera berkunjung ke dokter ya Moms.

Baca Juga: Catat, Begini Cara Membedakan Kram Perut Menstruasi dengan Tanda Awal Kehamilan

Perut Kram saat Hamil 7-9 Bulan

perut kram saat hamil

Foto: pixabay.com

Nah, Moms akhirnya sudah memasuki trimester akhir kehamilan atau bulan ke-7 hingga 9 kehamilan. Rasa sakit dapat terjadi di setiap bagian tubuh Moms selama masa ini. Dari punggung ke pinggul hingga perut, ada banyak tempat yang akan terasa sakit dan tidak nyaman.

Di saat-saat ini, sangat umum bagi Moms di trimester ketiga kehamilan untuk mengalami perut kram. Bahkan Moms juga bisa mengalami gejala lainnya seperti insomnia.

Meskipun kondisi ini dapat menyebabkan rasa ketidaknyamanan pada perut, namun seharusnya tidak menyebabkan rasa sakit yang berlebihan ya.

Nyeri perut pada trimester ketiga dapat meliputi gas, konstipasi, dan kontraksi Braxton-Hicks (persalinan palsu) yang terkenal itu.

Menurut jurnal Braxton Hicks Contractions, kontraksi Braxton Hicks adalah bagian normal dari kehamilan. Kontraksi ini mungkin menyebabkan rasa tidak nyaman, tetapi tidak menyakitkan. Gejala kontraksi Braxton Hicks dirasakan seperti kram menstruasi ringan atau pengetatan di area tertentu dari perut yang datang dan pergi secara berulang.

Ini adalah kontraksi yang sama yang akan kita alami ketika persalinan terjadi nanti, tetapi perbedaannya adalah kontraksi tersebut tidak akan berkembang menjadi persalinan.

Kontraksi ini tidak terjadi secara berkala. Mereka cenderung tidak lama karena bukan sakit persalinan dan biasanya tidak terlalu intens. Makanya Moms mungkin akan merasa tidak nyaman saja, bukan sakit.

Baca Juga: Kram Perut Setelah Berhubungan Intim, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jika Perut Kram saat Hamil Terasa Lebih Menyakitkan

Namun jika Moms mengalami perut kram saat hamil yang lebih parah dan menyakitkan, bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • infeksi saluran kemih (ISK)
  • pre-eklampsia, suatu kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi selama kehamilan
  • solusio plasenta, suatu kondisi yang terjadi ketika plasenta Moms terpisah dari rahim terlalu dini

Moms juga perlu segera memeriksakan diri ke dokter, jika perut kram saat hamil disertai dengan beberapa kondisi berikut ini:

  • Mengalami sakit yang amat parah, atau jika perut Moms terasa lunak saat menyentuhnya, atau mengalami pendarahan dari vagina. Ini bisa menjadi tanda-tanda adanya masalah dengan plasenta kita.
  • Jika usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan Moms merasakan semburan cairan. Ini bisa menjadi tanda bahwa air ketuban telah pecah sebelum waktunya (ketuban pecah dini)
  • Usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan mengalami kontraksi berkala yang tidak hilang atau semakin kuat, karena bisa menjadi tanda persalinan prematur. Kontraksi mungkin atau bisa juga tidak disertai dengan kebocoran cairan vagina atau darah atau penurunan pergerakan janin. Jadi sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Baca Juga: Waspadai Kram Perut Selama Kehamilan!

Pastikan dokter memeriksa serviks untuk melihat apakah serviks telah membesar, yang bisa menjadi tanda persalinan dini.

Jika ini bukan proses persalinan dini, minum beberapa gelas air atau jus dan istirahat akan membantu menenangkan kram kehamilan.

Moms juga harus segera berkunjung ke dokter atau rumah sakit jika usia kehamilan Moms sudah lebih dari 37 minggu dan Moms merasa sebentar lagi akan memulai persalinan, karena terjadi kontraksi yang hanya berjarak 5 menit dan setiap kali terjadi, terasa semakin kuat.

Artikel Terkait