3-12 BULAN
11 Mei 2020

3 Kesalahan Memakai Baby Oil pada Bayi

Menggunakan beberapa minyak pada kulit bayi bisa menyebabkan iritasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Menggunakan baby oil pada bayi tidak boleh sembarangan. Jangan sampai Moms menggunakan baby oil yang dapat merusak penghalang kulit bayi, seperti menggunakan minyak zaitun dan minyak bunga matahari.

"Jika dibandingkan dengan tidak menggunakan minyak, baik minyak zaitun topikal dan minyak bunga matahari topikal, yang digunakan dua kali sehari selama 28 hari, akan menghambat perkembangan fungsi penghalang kulit sejak lahir," kata Dr. Alison Cooke.

Baca Juga: Cara Menggunakan Baby Oil untuk Pijat Bayi

Kesalahan Memakai Baby Oil pada Bayi

Untuk para orang tua baru, menggunakan minyak ini pada kulit bayi tidak direkomendasikan. Lalu apa bahaya yang bisa ditimbulkan dari penggunaan baby oil pada bayi? Yuk kita pelajari lebih lanjut.

1. Baby Oil Bisa Menyebabkan Eksim

penggunaan baby oil

Foto: kidshealth.com

Menurut Dr. Alison Cooke, ada peningkatan dramatis dalam kasus eksim selama beberapa dekade terakhir, yang berkaitan dengan perubahan praktik perawatan kulit untuk bayi.

Menurutnya eksim atopik tidak dapat dikaitkan dengan kecenderungan genetik saja, dan lebih mungkin karena faktor lingkungan, yang meliputi peningkatan ketersediaan dan penggunaan minyak topikal.

“Memang benar, ada peningkatan dramatis dalam eksim pediatrik (dermatitis atopik, AD) di seluruh dunia,” jelas Yasmine Kirkorian, asisten profesor dermatologi dan pediatri, Sistem Kesehatan Nasional Anak-Anak, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas George Washington, D.C.

Makanya para peneliti sedang mencari pemicu lingkungannya, karena tidak hanya disebabkan oleh faktor genetika saja.

Baca Juga: Perbedaan Jerawat dan Eksim pada Bayi

2. Kurangnya Panduan Penggunaan

penggunaan baby oil

Foto: babycentre.com

Tidak ada data pasti untuk memberikan panduan tentang bahan-bahan yang baik untuk kulit bayi baru lahir dan pemakaian baby oil pada bayi,” kata Dr. Yasmine Kirkorian.

Karena kita tidak memiliki data yang pasti, maka biasa orang tua direkomendasikan menggunakan emolien yang lembut, seperti salep petrolatum dan pembersih yang bebas pewangi dan pewarna.

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan beberapa minyak topikal sebenarnya dapat mengganggu penghalang kulit.

Secara khusus, minyak zaitun, minyak mustard dan minyak kedelai telah terbukti mengganggu penghalang lipid dan meningkatkan peradangan epidermis, jadi harus dihindari.

3. Kurangnya Edukasi Orang Tua

penggunaan baby oil

Foto: babycentre.com

Orang tua pasti tertarik pada produk-produk bayi yang “alami,” yang tentunya aman untuk digunakan.

Banyak produk yang dipasarkan bersifat kompleks dan dapat menyebabkan dermatitis kontak. Ini termasuk produk bayi yang tampaknya alami, padahal juga mengandung bahan kimia.

Menurut U.S. Food and Drug Administration, memilih produk dengan label "natural atau "organik" tidak menjamin produk tersebut aman. Sebab, kita tidak mengetahui proses pembuatan dan sealami apa bahan-bahannya.

“Dokter kulit dapat memberikan informasi yang mendukung orang tua sambil mendidik tentang risiko masalah kulit dalam pemakaian baby oil. Orang tua dapat didorong untuk melakukan pijatan bayi atau praktik lain menggunakan pelembap seperti salep petrolatum yang tidak mengandung bahan pengawet seperti paraben,” kata Dr. Kirkorian.

Baca Juga: 4 Manfaat Pijat Untuk Bayi yang Perlu Moms Ketahui

Itu dia Moms beberapa hal yang harus diketahui terkait dengan penggunaan baby oil. Sekarang Moms sudah tahu mana yang boleh dan tidak kan?

Artikel Terkait