RUPA-RUPA
12 Juli 2019

Ketahui 5 Tipe Bos dan Cara Mengatasinya

Tidak semua bos bisa dihadapi dengan cara yang sama
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Atasan atau bos yang hebat memiliki karakter yang sama, mereka bisa berkomunikasi dengan baik, pendengar yang baik, dan pembuat keputusan yang percaya diri.

Namun, beberapa atasan mungkin memiliki karakter yang kurang menyenangkan, dan dinilai buruk bagi para karyawan dan bawahannya.

Meskipun demikian, beberapa tipe kepribadian bos ada yang sangat dikenal, dan bahkan dijadikan layaknya streotipe.

Berikut ini 5 tipe bos umum, sekaligus cara menangani mereka, dikutip dari Monster.com.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Relasi Baik dengan Mantan Atasan

1. Bos Otoritatif

tipe bos-2.jpg

Bos yang otoritatif adalah pengambil risiko tertinggi dan memiliki 'bakat' untuk membuat situasi menjadi drama. Sisi negatifnya, ia bisa menjadi komunikator yang buruk.

Bos tipe ini memang kreatif dan cepat tanggap, tetapi dia juga mudah curiga pada orang lain. Untuk menghadapinya, penting memberikan pujian atau pengakuan kepada mereka.

"Apa yang paling penting adalah mengakui seberapa pintar mereka, bagaimana mereka mencari keadilan dan bagaimana mereka menemukan jalan pintas yang sangat baik untuk menyelesaikan pekerjaan," kata pakar komunikasi dan kepemimpinan, Sylvia Lafair, serta penulis buku "Don't Bring It to Work".

Lynn Taylor, penulis "Tame Your Terrible Office Tyrant" dan CEO Lynn Taylor Consulting, menyarankan untuk lebih spesifik dalam berhadapan orang yang penuh curiga.

"Anda harus 'spesifik' dan memberikan sedikit ruang untuk tidak mudah membuatnya salah tafsir. Gunakan e-mail sebagai cara komunikasi untuk mencegah miskomunikasi," jelasnya.

2. Bos Narsis

Bos narsis menempatkan dirinya pada prioritas yang utama, jauh dari bawahan. Ia juga sangat kritis dengan bawahannya. Bos Narsis tidak menerima umpan balik dan memiliki sedikit empati.

Taylor merekomendasikan untuk menggunakan apa yang ia sebut metode "CALM" (Berkomunikasi/Communicate, Mengantisipasi/Anticipate, Tertawa/Laugh, dan Mengelola/Manage Up) dengan bos-bos ini.

"Berkomunikasi secara teratur, ​​dan jujur dengan bos yang agresif, sehingga Anda memahami apa yang ada di balik semua kekacauan itu," katanya.

"Antisipasi masalah sebelum terjadi atau Anda akan menjadi lebih stres. Sedikit bertindak lucu juga perlu ketika ketegangan memuncak," tambah Taylor.

3. Bos-Semua-Orang

tipe bos-1.jpg

Tipe atasan seperti ini cukup menyenangkan, tapi dia terkadang tidak pantas. Dia bisa terlalu plin-plan untuk memimpin.

Janet Civitelli, psikolog tempat kerja di vocationvillage.com, mengatakan salah satu strategi terbaik untuk berurusan dengan bos yang ragu-ragu adalah melatihnya untuk jangan takut membuat keputusan.

"Keragu-raguan seringkali berasal dari rasa takut membuat kesalahan atau terlihat buruk, jadi cobalah mencari cara untuk membantu atasan Anda berani membuat keputusan," katanya.

Vicky Oliver, penulis "301 Smart Answers to Tough Business Etiquette Questions", menyarankan untuk menggunakan kurangnya kemampuan kepemimpinan bos sebagai kesempatan untuk diri sendiri.

"Ambil alih kepemimpinan dalam diskusi, tetapi tetap menjaga diri dan tidak berlebihan. Gunakan logika, daripada hasrat yang tak terkendali," ungkap Oliver.

Baca Juga: Bekerja Saat Masa Hamil, Bagaimana Agar Tetap Sehat?

4. Bos Autokratis (mis., Vito Corleone, The Godfather)

Layaknya Vito Corleone dari The Godfather, Lafair menggambarkan bos ini sebagai "besar dan bertanggung jawab." Dia kejam, bahkan sedikit pengganggu, dan terkadang sangat menakutkan.

"Cara terbaik untuk menangani bos-bos ini adalah memberi tahu mereka bahwa Anda menghargai bagaimana mereka mengendalikan situasi," kata Lafair.

"Tunjukkan bahwa Anda bersedia menjadi sepasang mata lain, sehingga ketika kekacauan dan kecemasan terjadi, Anda bersedia membantu menemukan cara untuk menenangkan situasi," tambahnya.

5. Bos Standar Tinggi

tipe bos-3.png

Ini adalah bos yang menciptakan lingkungan kompetitif di tempat kerja. Dia menetapkan tujuan dan standar yang sangat tinggi, dan sangat menuntut karyawan.

"Bagi yang bekerja dengan bos yang menetapkan tujuan yang sulit dicapai, mintalah sebanyak mungkin detail. Tanyakan tentang apa, seperti apa langkah-langkahnya, siapa orang yang telah melakukannya dengan baik," kata Andy Kanefield, penulis bersama "Uncommon Sense".

Ia menambahkan, "Cobalah untuk mendapatkan gambaran seperti apa kesuksesan itu menurutnya."

Artikel Terkait