KESEHATAN
18 Juni 2019

Kolesterol Baik, Alasan Kenapa Kita Tak Perlu Selalu Takut akan Kolesterol

Ada 2 jenis kolesterol dalam tubuh, yakni HDL dan LDL. Kenali keduanya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina
Disunting oleh Dina

Mendengar kata kolesterol, mungkin kebanyakan orang takut akan efek negatif yang bisa terjadi di tubuh.

Kolesterol bahkan digadang-gadang menjadi biang keladi sejumlah penyakit kronis dan salah satunya adalah stroke.

Benarkah kolesterol sedemikian jahatnya hingga harus ditiadakan dari tubuh?

Kolesterol merupakan senyawa lilin yang lunak sejenis sterol.

Sterol adalah jenis lemak yang ditemukan di jaringan tanaman dan hewan, meskipun hanya terdapat pada beberapa hewan saja.

Sering mendapatkan citra buruk, kolesterol juga memiliki fungsi penting untuk tubuh lho Moms!

Baca Juga: Bisa Turunkan Kolesterol, Ini 5 Manfaat Tempe untuk Kesehatan

Apa Saja Fungsi Kolesterol?

Kolesterol Baik, Alasan Kenapa Kita Tak Perlu Selalu Takut akan Kolesterol 01.jpg

Kolesterol mempunyai fungsi yang tak kalah pentingnya dengan yang lain untuk tubuh.

Kolesterol memainkan peran untuk membentuk dan mempertahankan membran dan struktur sel.

Sel juga membutuhkan kolesterol untuk membantu tubuh untuk menyesuaikan diri dengan perubahan suhu.

Tak cuma itu, kolesterol juga penting untuk membuat hormon pada tubuh.

Kolesterol membuat hormon seks, yakni testosteron, progesteron, dan estrogen. Bahkan, kolesterol juga membuat hormon stres, yakni kortisol.

Hati juga membutuhkan kolesterol untuk membuat empedu, yaitu cairan yang memainkan peran vital dalam pemrosesan dan pencernaan lemak.

Selain itu, kolesterol juga diperlukan tubuh untuk membuat vitamin D.

Baca Juga: 4 Cara Nyaman Santap Hidangan Bersantan Tanpa Takut Kolesterol Tinggi

Perbedaan Kolesterol Baik dan Kolesterol Buruk

Kolesterol Baik, Alasan Kenapa Kita Tak Perlu Selalu Takut akan Kolesterol 02.jpg

Sekarang, Moms tahu bahwa kolesterol juga sangat dibutuhkan tubuh dan memiliki peranan penting.

Namun, kini yang harus diperhatikan adalah jenis kolesterol manakah yang bisa mendatangkan manfaat untuk tubuh?

Kita mengenal 2 jenis kolesterol yang disebut kolesterol baik dan kolesterol jahat.

Yang disebut dengan kolesterol baik adalah HDL atau High-Density Lipoproteins (lipoprotein densitas tinggi).

Menurut studi yang dilakukan Harvard University pada 116.000 orang, seseorang yang menghasilkan HDL lebih tinggi dari jumlah normal menunjukkan risiko 13% lebih rendah dari serangan jantung.

Kolesterol LDL (buruk) membentuk timbunan lemak (plak) di arteri koroner yang dapat menyebabkan serangan jantung.

HDL menghilangkan kolesterol dari darah dan membawanya ke hati untuk dihilangkan atau didaur ulang.

LDL atau Low-Density Lipoproteins (lipoprotein densitas rendah) dikenal dengan kolesterol buruk.

LDL inilah yang mempunyai reputasi buruk karena ketika teroksidasi, LDL dapat meningkatkan peradangan dan lipid menumpuk di dinding pembuluh di jantung dan seluruh tubuh membentuk plak.

Plak kemudian menebal dan dapat membatasi atau sepenuhnya memblokir darah dan nutrisi untuk jaringan atau organ yang terkena.

Sehingga, bisa terjadi penyakit kardiovaskular, bahkan stroke.

Baca Juga: Tak Hanya Menyerang di Usia Tua, Kolesterol Tinggi Juga Bisa Menyerang Generasi Muda

Cara Tingkatkan HDL

Kolesterol Baik, Alasan Kenapa Kita Tak Perlu Selalu Takut akan Kolesterol 03.jpg

Jika memiliki HDL yang rendah, kita cukup melakukan 3 hal mudah ini:

  1. Olahraga. Lakukan olahraga selama 30 atau 60 menit setiap harinya dan ini akan memprerbaiki HDL yang rendah.
  2. Stop merokok. Jika Moms perokok, sebaiknya coba dihentikan kebiasaan tersebut. Asap tembakau menurunkan HDL dan berhenti merokok dapat meningkatkan kadar HDL.
  3. Makan makanan yang sehat. The American Heart Association merekomendasikan diet yang mengandung berbagai macam buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, kacang-kacangan, dan protein tanpa lemak seperti kedelai, unggas, dan ikan.

Diet kita harus rendah garam, gula, lemak jenuh, lemak trans, dan daging merah. Hal ini bisa tingkatkan HDL dalam tubuh kita.

(SA)

Artikel Terkait