NEWBORN
31 Juli 2019

4 Kondisi Kesehatan yang Membuat Ibu Tidak Boleh Menyusui Bayi

Galaktosemia juga bisa menjadi salah satu penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Menyusui sangat bermanfaat bagi ibu dan bayi. Karenanya para ahli merekomendasikan pemberian ASI eksklusif untuk Si Kecil selama enam bulan pertama kehidupan bayi.

Meskipun ASI merupakan nutrisi yang penting bagi bayi, namun ada beberapa kondisi yang menyebabkan ibu tidak bisa atau tidak seharusnya menyusui anak-anak mereka.

Hal ini dikarenakan mungkin saja ibu tidak bisa menghasilkan pasokan ASI yang sehat. Ibu diharuskan untuk mengonsumsi obat atau menjalani perawatan medis secara rutin yang membuat keadaan ini tidak aman selama menyusui.

Baca Juga: Nutrisi Penting untuk Ibu Menyusui

“Kontraindikasi menyusui dalam dunia medis sangat tergantung dari data-data pemeriksaan dan regimen terapi yang diberikan oleh dokter yang merawat pasien,” kata dr. Margaret Mutiaratirta Sugondo, CIMI konselor laktasi RS Pondok Indah – Puri Indah.

Ia menjelaskan bahwa ada banyak pertimbangan mengenai risiko pada setiap kondisi pasien. Apa saja kondisi yang menyebab ibu tidak boleh menyusui Si Kecil?

1. Mengidap HIV

ibu tidak boleh menyusui

Foto: verywellfamily.com

Umumnya kontraindikasi menyusui yaitu pada ibu yang terinfeksi HIV di negara maju. Seorang ibu yang menderita HIV dapat menularkan virus tersebut ke anaknya melalui ASI saat menyusui. Karena tidak memiliki obat, seorang ibu tidak boleh menyusui jika mengidap HIV.

2. Infeksi Tuberkulosis Aktif

shutterstock_528384532.jpg

Foto: parents.com

“Infeksi aktif kuman tuberkulosis yang belum mendapatkan pengobatan adekuat,” dr. Margaret menyebutkan kondisi lain penyebab ibu tidak boleh menyusui.

Tuberkulosis (TB) adalah infeksi bakteri di paru-paru. Penyakit ini ditularkan melalui pernapasan, bukan dengan menyusui atau ASI.

Namun, seorang ibu dapat memberikan TBC aktif kepada anak melalui batuk, bersin, dan sentuhan.

Ketika seorang ibu memiliki TB aktif, tetapi bayinya tidak, dia tidak boleh berhubungan dekat dengan anaknya dan karena itu tidak boleh menyusui.

Tetapi, karena TBC tidak ditularkan melalui ASI, seorang bayi dapat menerima ASI yang dipompa.

Baca Juga: 7 Bahaya Asap Rokok Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

3. Ibu yang Kecanduan Obat Terlarang

ibu tidak boleh menyusui

Foto: healthline.com

Penggunaan obat-obatan terlarang tidak sesuai dengan kehamilan, menyusui, atau mengasuh anak. Selain ilegal, narkoba juga berbahaya bagi ibu dan anaknya.

"Ibu tidak boleh menyusui jika kecanduan dengan obat-obat terlarang atau drug abuse,” tutur dr. Margaret

Karena obat-obatan ini akan masuk ke dalam ASI yang diberikan kepada bayi.

Ketika bayi menerima obat-obatan terlarang melalui ASI, dapat menyebabkan anak mudah marah, mengantuk, pemberian makanan yang buruk, masalah pertumbuhan, kerusakan neurologis, dan bahkan kematian.

4. Saat Bayi Mengidap Galaktosemia

ibu tidak boleh menyusui

Foto: today.com

Selanjutnya, dr. Margaret Mutiaratirta menyebutkan bahwa bayi dengan kondisi tidak dapat mencerna laktosa dalam ASI seperti galactosemia, ibu juga tidak diperbolehkan untuk menyusui Si Kecil.

Jadi, jika seorang bayi dinyatakan positif menderita galaktosemia, ia tidak dapat menyusu dari ibu atau mengambil ASI dalam botol.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurangi Sakit Punggung saat Menyusui?

Anak akan memerlukan susu formula khusus dan diet bebas galaktosa saat ia tumbuh untuk mencegah komplikasi parah seperti penyakit kuning, muntah, diare, masalah perkembangan jangka panjang, hingga kematian.

Itu lah beberapa kondisi yang menyebabkan Moms tidak boleh menyusui anaknya.

Selain karena masalah yang datang dari Moms sendiri, penyakit yang diderita Si Kecil juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

Artikel Terkait