ORAMI MAGAZINE
28 Agustus 2019

Masalah Infertilitas Bisa Menurun ke Anak? Simak Penjelasannya

Jadi, masalah susah hamil itu karena keturunan atau bukan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Dari sekian banyak faktor yang dapat menyebabkan infertilitas, salah satunya adalah faktor genetika.

Dikutip dari situs web Huffington Post, para ahli menduga masalah infertilitas menurun ke anak pada sekitar 50 persen kasus.

Menurut para ahli, riwayat keluarga memiliki peranan penting terhadap kondisi-kondisi tertentu yang berkaitan dengan kesuburan pria maupun perempuan. Contohnya: abnormalitas kromosom, penyakit keturunan, poduksi sperma, usia ibu dan kerabat perempuan saat menopause, dan sebagainya.

Menurun dari Dads Juga?

Sejauh mana faktor genetika memicu infertilitas (1).jpg

Foto: huffingtonpost.com

Masalah infertilitas menurun ke anak bisa jadi benar bila Dads mengalami masalah abnormalitas atau kelainan kromosom. Kelainan itu akan menghambat pertumbuhan sel sperma sehingga embrio sulit berkembang atau tertanam secara normal di dalam rahim.

Kelainan kromosom juga bisa ditandai dengan adanya bagian dari kromosom yang hilang, atau bagian dari kromosom yang bermutasi sehingga terjadi perubahan pada DNA.

Menurut para ahli, kelainan kromosom semacam itu kemungkinan berasal dari gen orang tua yang diturunkan kepada anaknya.

Penjelasannya kira-kira begini menurut National Institutes of Health: jika ibu Moms atau Dads mempunyai satu kromosom X abnormal, maka Moms atau Dads memiliki peluang sebesar 50 persen untuk mewarisi kromosom X yang abnormal tersebut.

Menurut Marie Schuetzle, ketua tim penasihat genetika dan genetika reproduksi di InformedDNA, jika seseorang adalah pembawa kromosom yang tidak normal, ia akan mempunyai embrio yang kekurangan atau kelebihan informasi genetika. Kondisi tersebut dapat berujung pada keguguran janin atau masalah reproduksi lainnya.

Baca Juga: Tak Hanya Untuk Kesuburan, Castor Oil Juga Berguna Untuk Kesehatan Kulit dan Rambut

Kondisi Genetika yang Menyebabkan Infertilitas

Sejauh mana faktor genetika memicu infertilitas (2).jpg

Foto: beaumont.org

Sementara, Mary Jane Minkin, M.D., dosen klinis kebidanan dan ginekologi di Universitas Yale, memiliki pendapat yang senada dengan pendapat mengenai masalah infertilitas yang menurun ke anak.

Ia mengatakan, memang ada kondisi-kondisi tertentu yang berdampak pada kesuburan dan kemungkinan bersifat genetik. Salah satunya adalah usia menopause.

Dikutip dari situs web Well and Good, dokter Minkin mengatakan, “Usia menopause menurun dalam keluarga. Jika seorang ibu mengalami menopause pada usia 40 tahun (usia rata-rata perempuan menopause adalah 51 tahun), maka anak perempuannya akan mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami menopause dini.”

Dengan kata lain, menurut dokter Minkin, anak perempuan tersebut akan mengalami perlambatan kesuburan lebih cepat dari waktu yang seharusnya.

Oleh karena itu, bila dokter Minkin bertemu pasien yang mengatakan kerabat perempuan di keluarganya mengalami menopause rata-rata pada usia 40-an, ia akan mendorong pasien tersebut untuk berpikir tentang melahirkan anak lebih awal daripada yang ia rencanakan sebelumnya.

Baca Juga: Menurut Sains, 7 Gejala Fisik Ini Dapat Menandakan Adanya Masalah Kesuburan

Tidak Selalu Menurun ke Anak

Sejauh mana faktor genetika memicu infertilitas (3).jpg

Foto: wp.com

Di sisi lain, masalah infertilitas menurun ke anak ini tidak selalu bersifat mutlak. Artinya, riwayat kesuburan orang tua tak selalu akan menurun kepada anaknya.

Misalnya, walaupun ibu Moms dulu berhasil melahirkan secara normal pada usia 40 tahun, bukan berarti hal yang sama akan terjadi pada Moms.

“Setiap kombinasi sel telur dan sperma berbeda dengan yang lain. Oleh sebab itu, kesuburan tidak selalu mudah diprediksi,” ujar Lynn Westphal, M.D., FACOG, kepala petugas medis di Kindbody, platform penyedia layanan kesehatan dan kesuburan perempuan.

Dengan kata lain, dokter Westphal menambahkan, orang yang lahir dari keluarga yang subur tidak selalu berarti ia pasti subur juga. Faktor gaya hidup dan lingkungan juga turut mempengaruhi kesuburan seseorang.

Baca Juga: Benarkah Makanan Manis Menurunkan Kesuburan?

(AN)

Artikel Terkait