BAYI
27 Februari 2020

6 Masalah pada Kulup Bayi Laki-laki, Waspada!

Jika mengalami salah satunya, segera konsultasikan dengan dokter ahli ya Moms
Artikel ditulis oleh sera
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Penis adalah salah satu organ reproduksi laki-laki yang terletak di luar. Penis berfungsi untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme yang disebut urin.

Fungsi penis yang merupakan alat reproduksi menjadikan perawatan dan kesehatan organ ini harus diperhatikan sedini mungkin. Bukan tanpa alasan. Penis ternyata rentan terkena masalah.

Bahkan sejak lahir, bayi laki-laki bisa mengalami masalah dengan penisnya, terutama di bagian kulit kulup. Kulit kulup merupakan selubung kulit yang menutupi penis.

Beberapa masalah yang terjadi pada kulit kulup laki-laki dapat diatasi dengan perawatan di rumah. Tapi beberapa masalah lain membutuhkan penanganan dokter anak. Perawatan kulit kulup yang tepat merupakan cara terbaik untuk mencegah banyak masalah ini.

Baca Juga: Amankah Sunat Ketika Bayi Baru Lahir?

Masalah pada Kulup Bayi

Beberapa masalah yang bisa timbul pada kulit kulup bayi laki-laki di antaranya:

1. Adhesi dan Smegma

freepik18.jpg

Foto: freepik.com

Ketika bayi tumbuh, kulit kulup secara alami akan terpisah dari kepala penis. Selama proses pemisahan ini, masalah-masalah berikut bisa terjadi pada kulit kulup bayi laki-laki.

Bagian kulit kulup bisa tetap melekat (adhesi) di saat harusnya sudah terpisah. Ini normal dan tidak diperlukan perawatan apa pun. Walaupun pemisahan kulit kulup terlambat, kulit kulup akan sepenuhnya terpisah pada saat seorang anak mencapai pubertas. S

ampai terjadinya pemisahan itu, mungkin akan ada rasa sakit saat buang air kecil. Ini biasanya hilang setelah satu atau dua hari.

Kulit kulup yang lepas secara alami meninggalkan gumpalan kecil putih atau kuning. Gumpalan ini disebut smegma, yang mungkin terlihat seperti nanah. Smegma akhirnya akan hilang dengan sendirinya sehingga tidak perlu perawatan khusus.

2. Balanitis

Photo by The Honest Company on Unsplash 3.jpg

Foto: Unsplash.com/The Honest Company

Balanitis adalah infeksi yang dapat menyebabkan kulit kulup bayi menjadi merah, bengkak, dan gatal. Moms juga terkadang bisa melihat adanya penumpukan cairan dan bayi mengalami rasa sakit saat buang air kecil.

Perawatan kulup yang tepat dapat mencegah masalah balanitis.

Dikutip dari Fairview Health, balanitis dapat disebabkan oleh bakteri, jamur, atau ragi. Selain itu, bahan kimia atau obat-obatan juga bisa menjadi penyebabnya. Membersihkan penis terlalu berlebihan atau jarang juga dapat menyebabkan balanitis.

Baca Juga: Ternyata Ini 3 Manfaat Anak Disunat Sejak Bayi

3. Tourniquet Rambut

freepik13.jpg

Foto: freepik.com

Masalah pada kulit kulup bayi juga bisa terjadi ketika tanpa sengaja, rambut atau benang dapat memilin penis dengan erat sehingga mengganggu aliran darah. Kondisi ini disebut tourniquet rambut.

Rambut atau benang mungkin tampak seperti garis tipis di sekitar penis. Area yang terkena biasanya bengkak dan memerah. Terkadang Moms mengalami kesulitan untuk melihat benang atau benang yang melilit kulit kulup.

Jika akibat hal ini, penis bayi mengalami pembengkakan, perubahan warna atau kemerahan pada penis. Moms harus segera membawa bayi ke rumah sakit. Jika tidak segera ditangani, tourniquet rambut dapat merusak saraf atau pembuluh darah penis.

4. Infeksi Bakteri

Photo by Irina Murza on Unsplash2.jpg

Foto: Unsplash.com/Irina Murza

Luka atau goresan pada penis juga bisa menimbulkan masalah pada kulit kulup bayi. Bakteri dapat memasuki kulit melalui luka atau goresan dan menyebabkan infeksi.

Bakteri dapat dengan cepat menyebar ke seluruh kulit kulup bayi. Ini dapat menyebabkan infeksi bakteri yang disebut balanoposthitis. Penis dan kulup membengkak, menjadi merah dan terasa sakit dan sangat sensitif saat disentuh.

5. Parafimosis

freepik12.jpg

Foto: freepik.com

Ketika bayi semakin tumbuh besar, kulit kulup akan mengendur dan dapat ditarik sehingga kepala penis tampak.

Kondisi parafimosis terjadi ketika kulit kulup bisa ditarik ke belakang, tetapi tidak bisa kembali ke posisi semula menutupi kepala penis karena bengkak sehingga menjepit batang penis bayi.

Baca Juga: Mengenal Fimosis, Penyebab Umum Bayi Laki-laki Disunat Sejak Dini

6. Fimosis

freepik18.jpg

Foto: freepik.com

Pada bayi baru lahir, kulit khatan biasanya tidak bisa ditarik. Seiring bertambahnya usia bayi, kulit kulup perlahan akan semakin mudah ditarik. Pada kondisi fimosis, bayi memiliki kulit kulup berukuran kecil.

Bayi dengan fimosis bisa mengalami kesakitan ketika buang air kecil karena kulit kulup yang kecil. Jika kondisi fimosis bayi tidak membuat bayi merasa tidak nyaman, maka pemeriksaan ke dokter tidak diperlukan.

Nah, itulah beberapa masalah yang biasanya terjadi pada kulup bayi. Jika Si Kecil mengalami salah satunya, segera konsultasikan dengan dokter ahli ya Moms.

Artikel Terkait