KEHAMILAN
20 Juli 2020

Masturbasi Saat Hamil, Amankah? Berikut Penjelasannya

Masturbasi saat hamil terdengar sangat berisiko ya Moms. lalu apakah aman dilakukan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Kebanyakan dokter setuju bahwa masturbasi selama kehamilan adalah aman dan bahkan dapat memberikan manfaat kesehatan, seperti menurunkan stres dan meningkatkan aliran darah.

Beberapa wanita hamil, mengalami kondisi mual di pagi hari, sensitif, dan mudah lelah saat hamil, sehingga menghilangkan minat dalam aktivitas seksual.

Tapi di sisi lain peningkatan gairah seks saat hamil sangatlah tinggi, hal ini karena peningkatan kadar progesteron dan estrogen, masturbasi saat hamil dipercaya dapat menghilangkan berbagai keluhan tersebut.

Amankah Masturbasi Saat Hamil?

Masturbasi Saat Hamil, Amankah Berikut Penjelasannya.jpg

Foto: healthline.com

Masturbasi aman selama kehamilan berisiko rendah.

Menurut Planned Parenthood, pada sebagian besar kehamilan berisiko rendah, masturbasi adalah cara yang sangat aman untuk menghilangkan stres dan mengelola libido yang tinggi.

Bahkan, Moms aman menggunakan sex toys, seperti vibrator atau dildo, selama dalam kondisi bersih.

Sebelum menggunakan mainan apapun di atau sekitar alat kelamin, cucilah dengan air sabun untuk mencegah bakteri memasuki vagina.

Ini berlaku untuk tangan juga. Jaga agar kuku tetap pendek agar tidak tergores.

Masturbasi tidak akan membahayakan bayi, dan bayi tidak akan mengerti apa yang terjadi.

Bahkan, beberapa dokter percaya bahwa bayi dapat ditenangkan atau dihibur oleh kontraksi rahim yang terjadi selama orgasme.

Baca Juga: Pendarahan setelah Berhubungan Seks saat Hamil, Normalkah?

Manfaat Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Amankah Berikut Penjelasannya 2.jpg

Foto: aljamila.com

Masturbasi, termasuk selama kehamilan, bisa baik untuk tubuh. Beberapa wanita bahkan melaporkan orgasme saat hamil yang lebih kuat atau lebih intens.

Beberapa manfaat masturbasi selama kehamilan meliputi:

  • Menurunkan tingkat stres
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Meredakan ketidaknyamanan dan nyeri terkait kehamilan
  • Meningkatkan pelepasan endorfin
  • Selain itu, masturbasi adalah bentuk paling aman dari aktivitas seksual. Tidak ada risiko infeksi menular seksual (IMS) kecuali seseorang berbagi mainan seks dengan orang lain.

Risiko Masturbasi Saat Hamil

Masturbasi Saat Hamil, Amankah Berikut Penjelasannya 3.jpg

Foto: es.lovetoknow.com

Pada umumnya, tidak ada risiko yang terkait dengan masturbasi untuk wanita yang memiliki kehamilan berisiko rendah yang tidak memiliki komplikasi atau masalah medis lainnya.

Namun, jika kehamilan Moms berisiko tinggi, maka penetrasi vagina ataupun orgasme dapat memicu persalinan.

Dalam kasus ini, dokter dapat merekomendasikan untuk menghindari hubungan seksual atau orgasme untuk menurunkan kemungkinan kelahiran prematur.

Masturbasi dapat menyebabkan robekan kecil di genitalia internal atau eksternal, terutama jika wanita memiliki kuku yang panjang.

Kerusakan pada kulit dapat menyebabkan bakteri masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi, yang bisa menjadi lebih serius saat hamil.

Untuk mengurangi risiko ini, jaga agar kuku tetap pendek dan pastikan tangan dan mainan seks apa pun bersih.

Menempatkan bola kapas di ujung jari sarung tangan lateks atau nitril dan memakainya saat masturbasi dapat memberikan perlindungan ekstra.

Penting untuk mengenali risiko tertular IMS dari berbagi mainan seks. Menutupi mainan seks dalam kondom akan meminimalkan risiko infeksi. Pastikan untuk mengganti kondom di antara setiap penggunaan mainan.

Baca Juga: 9 Posisi Seks Aman Saat Hamil, Mulai dari Trimester Awal Hingga Akhir

Hindari Masturbasi, Jika...

Masturbasi Saat Hamil, Amankah Berikut Penjelasannya 4.jpg

Foto: verywellfamily.com

Menurut Planned Parenthood, dokter biasanya akan menjelaskan ketika aktivitas seksual tidak aman selama kehamilan.

Saat kondisi wanita mengalami komplikasi tertentu, dokter dapat merekomendasikan menghindari orgasme dan aktivitas seksual, termasuk masturbasi saat hamil.

Pembatasan mungkin bersifat sementara atau berlaku sepanjang kehamilan.

Kondisi dan komplikasi yang mungkin membuat beberapa aktivitas seksual berisiko termasuk:

  • Placenta previa, di mana plasenta menutupi serviks
  • Serviks yang melemah
  • Ketuban pecah dini
  • Riwayat persalinan prematur
  • Pendarahan vagina
  • Infeksi rahim
  • Pembatasan pertumbuhan intrauterin

Jika dokter menyarankan agar tidak melakukan penetrasi vagina dengan masturbasi.

Maka, masturbasi bersama dengan pasangan bisa menjadi alternatif yang baik.

Jika orgasme terlarang, hindari masturbasi dan semua aktivitas seksual lainnya.

Baca Juga: 5 Jenis Orgasme Wanita, Pernah Merasakan yang Mana?

Artikel Terkait