BAYI
6 Agustus 2020

Ini 5 Cara Menurunkan Panas pada Bayi yang Sederhana

Perawatan sederhana bisa dilakukan untuk menurunkan panas pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Sebagai orang tua, tidak ada yang lebih berharga daripada kesehatan anak kita sendiri. Jadi, jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda suhu tinggi, dahinya yang terasa hangat atau pipi anak mulai memerah, reaksi alami Moms mungkin adalah panik.

Merupakan hal yang normal jika suhu bayi Moms berfluktuasi karena berbagai alasan mulai dari aktivitas fisik, mandi air hangat, cara tubuh melawan alergi atau bahkan pencernaan dan metabolisme yang tinggi. Bahkan dalam sehari, suhu tubuh anak bisa berubah-ubah.

Jika Si Kecil memang sedang mengalami demam, suhu tubuh anak akan berada pada 38 derajat Celcius atau lebih. Moms tentu ingin tahu cara menurunkan panas pada bayi.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), suhu anak yang tinggi ini tidak selalu menandakan hal yang buruk. Bahkan, ini mungkin menjadi indikator utama sistem kekebalan tubuh anak sedang melawan infeksi yang lebih serius.

Dikutip dari parents.com, bayi demam di bawah usia tiga bulan masuk dalam kategori darurat dan perlu mendapatkan perawatan segera dari dokter untuk mengetahui penyebab demamnya. Bayi dengan demam persisten atau tinggi juga harus diperiksa oleh dokter.

Sedangkan bayi demam di atas usia tiga bulan, dapat menunggu dan memantau terlebih dahulu kondisi Si Kecil di rumah.

Baca Juga: Ternyata Demam Bisa Jadi Pertanda ISPA pada Bayi

Penyebab demam pada bayi bisa jadi karena beberapa hal. Penting untuk Moms ingat bahwa demam itu sendiri bukan penyakit, namun cara tubuh melawan infeksi.

Jika infeksi, infeksi yang terjadi tergantung pada jenis infeksi apa itu atau apakah itu masalah lain yang akan menentukan jalannya perawatan. Beberapa penyebab paling umum adalah:

  • Infeksi virus, virus seperti infeksi usus, pilek atau flu, atau cacar air dapat menyebabkan bayi mengalami demam sebagai respons alami untuk melawan infeksi. Karena virus tidak bersifat bakteri, antibiotik tidak akan berpengaruh.
  • Infeksi bakteri, demam karena bakteri dapat menjadi infeksi yang jauh lebih serius. Infeksi telinga dan tenggorokan, infeksi saluran kemih, pneumonia bakteri, atau meningitis bakteri memerlukan antibiotik untuk mencegah komplikasi kesehatan tambahan.
  • Kepanasan, karena bayi belum bisa mengatur tubuh mereka seperti halnya anak-anak yang lebih tua, bayi terutama yang baru lahir bisa menderita demam jika berpakaian terlalu berlebihan atau di lingkungan yang panas. Pastikan bayi tidak dibungkus dengan selimut atau pakaian tebal, yang bisa menyebabkan kenaikan suhu tubuh. Juga, periksa apakah kamar anak berada pada suhu yang nyaman, tidak terlalu panas atau dingin.
  • Imunisasi, jika Si Kecil baru menerima vaksinasi dalam 24 jam terakhir, maka ia mungkin mengalami demam ringan. Bila iya hal ini seharusnya tidak perlu dikhawatirkan, dan dosis tepat asetaminofen atau ibuprofen untuk bayi dapat Moms gunakan. Tetapi, jika demam tidak turun selama 48 jam sejak vaksin, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
  • Tumbuh gigi, bayi mungkin mengalami kenaikan suhu tubuh karena giginya baru tumbuh. Menggosok gigi anak atau menggunakan cincin gigi bisa membantu. Jika demam karena gigi ini bertahan lebih dari 2 hari, Moms sebaiknya bawa anak ke dokter.

Jika panas pada badan bayi mencapai temperatur 38 derajat Celsius, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai perawatan yang tepat.

Nah, untuk menentukan apakah anak memang sedang demam, Moms harus mengukur suhu tubuh anak dengan tepat menggunakan alat yang benar. Terlepas dari usia bayi, Moms dianjurkan menggunakan termometer digital multiuse.

Termometer digital yang murah dan mudah digunakan tentu mudah didapatkan, juga merupakan alat pengukur suhu tubuh yang akurat.

Menurut jurnal Fever in Children: Pearls and Pitfalls, alat pengukur suhu rektal dianggap paling akurat untuk memperkirakan suhu tubuh inti, dan direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics untuk anak-anak di bawah 4 tahun

Termometer telinga atau dahi tidak terlalu tepat karena bisa bercampur dengan suhu eksternal. Dan Moms perlu menghindari termometer merkuri, karena jika ada yang rusak, akan membuat anak Moms terkena efek racunnya.

Ada beberapa cara untuk mengukur suhu bayi dengan termometer digital. Termometer ini direkomendasikan, karena memberikan bacaan paling akurat, terutama untuk bayi dan balita di bawah 2 tahun.

Sekarang kita lihat cara untuk menurunkan panas pada bayi yuk, Moms.

Baca Juga: Hoax Termometer Tembak (Thermo Gun) Merusak Otak, Ini Penjelasannya

Cara Menurunkan Panas pada Bayi

Jika bayi masih bertingkah normal, masih bermain dan tidak terlihat lemas atau rewel, maka bisa jadi panasnya masih ringan. Moms juga jangan terlalu khawatir jika dia tidak memiliki nafsu makan.

Selama anak minum dan buang air kecil secara normal, nafsu makan berkurang merupakan hal normal saat sedang infeksi. Seperti yang disebutkan sebelumnya, suhu yang tinggi dapat mengindikasikan tubuh anak sedang melawan infeksi.

Namun jika anak mulai merasa tidak nyaman, rewel, dan seperti kesakitam, berikut ini beberapa perawatan yang dapat membantu Moms untuk menurunkan panas pada bayi. Yuk, coba kita tengok Moms.

1. Beri Obat

demam bayi

Foto: babycenter.ca

Bayi demam di bawah usia enam bulan bisa diturunkan panas tubuhnya dengan diberikan obat acetaminophen (seperti Tylenol). Bayi demam dengan usia yang lebih besar dapat mengonsumsi ibuprofen khusus anak dalam jumlah yang aman.

Namun ada baiknya Moms berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak mengenai obat yang akan diberikan sebagai cara menurunkan panas pada bayi.

Karena dokter juga akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu mengenai penyebab bayi demam, apakah demam ringan atau karena infeksi, agar dapat diberikan obat yang sesuai.

“Misalnya, jika bayi mengalami infeksi telinga, maka bayi akan membutuhkan antibiotik,” ungkap Dokter anak, Tanya Altmann, MD, seperti dikutip dari thebump.com.

Dosis biasanya diberikan berdasarkan pada berat badan Si Kecil. Dokter Moms dapat merekomendasikan menimbang bayi dulu jika mereka belum ditimbang berat badannya atau jika mereka memiliki lonjakan pertumbuhan baru-baru ini.

Namun jika bayi rewel dan tidak nyaman karena demamnya, Moms bisa membantu merawatnya terlebih dahulu hingga merasa baikan.

Baca Juga: Anak Panas Karena Demam? Jangan Panik Dulu

2. Lap Badan Bayi

demam bayi

Foto: mylittledumbo.blogspot.com

Cara menurunkan panas pada bayi bisa Moms coba lakukan dengan mengelap badan bayi dengan waslap yang diberi air hangat (suhu air hangat dan tidak panas).

Cara ini dapat membantu mendinginkan badan bayi yang panas untuk sementara waktu. Namun hindari mengelap atau memandikan anak dengan air dingin ya Moms.

“Hal ini akan membuat bayi menggigil, yang dapat meningkatkan suhu tubuhnya lebih tinggi dari sebelumnya,” ungkap Dokter anak di St. John's Children's Hospital, Springfield, Missouri, seperti dikutip dari parents.com.

Saat badan Si Kecil terkena air dingin, makan dapat meningkatkan suhu mereka. Segera keringkan badan bayi setelah dilap dan kenakan pakaian yang tidak tebal.

Baca Juga: Demam Scarlet Pada Balita: Gejala, Penyebab, Dan Pengobatannya

3. Banyak Minum

demam bayi

Foto: happyfamilyorganics.com

Ketika bayi demam, jagalah agar Si Kecil tetap terhidrasi dengan ASI, susu formula, dan air putih jika usianya sudah mencukupi.

Bahkan jika diperlukan, Moms dapat memberikan ASI, susu formula, atau air putih yang lebih banyak dari biasanya sebagai cara menurunkan panas pada bayi.

Jika bayi demam juga disertai dengan muntah atau diare, maka Moms bisa berkonsultasi dengan dokter anak mengenai apakah perlu memberikan cairan rehidrasi yang dapat mengganti elektrolit dan cairan tubuh bayi demam.

Baca Juga: Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Menangani Demam Pada Bayi

4. Pakaian Nyaman

demam bayi

Foto: purewow.com

Kenakan pakaian yang nyaman dan ringan sebagai cara menurunkan panas pada bayi.

Seringkali beberapa Moms membuat Si Kecil mengenakan pakaian berlapis dan tebal pada bayi demam, padahal cara ini dapat semakin menaikkan suhu tubuh bayi demam.

Satu lapis pakaian sudah cukup untuk bayi demam, dan Moms bisa menambahkan selimut jika bayi terlihat menggigil kedinginan.

5. Istirahat Cukup

demam bayi

Foto: babycenter.com

Pastikan bayi mendapatkan istirahat yang cukup di tempat nyaman dan tenang. Buat penerangan lampu dalam kondisi mati atau redup dan hindari membawa bayi demam keluar dari rumah.

Dikutip dari momjunction.com, beristirahat merupakan hal penting dalam cara menurunkan panas pada bayi, karena merupakan waktu bagi bayi demam untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Mengetahui Tubuh Kekurangan Cairan

6. Dinginkan Suhu Ruangan

cara menurunkan panas pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Gunakan AC atau kipas angin pada pengaturan yang rendah untuk menjaga kamar bayi tetap pada suhu yang nyaman dan tidak pengap atau panas.

Selain itu, cobalah untuk tidak membawa anak Moms ke luar di bawah sinar matahari terlebih dahulu. Moms harus menjaga Si Kecil tetap berada pada tempat yang teduh.

Itulah beberapa hal yang bisa Moms lakukan sebagai cara menurunkan panas pada bayi. Tidak lupa, berikan juga kasih sayang dan pelukan hangat saat bayi demam, untuk membantunya lebih tenang dan merasa terjaga.

Artikel Terkait