PARENTING
14 Februari 2020

4 Cara Membesarkan Anak Menurut Ajaran Buddha yang Patut Dicontoh

Jauhkan diri dari ego sebagai orang tua
Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Setiap orang tua tentu memiliki pola asuh yang berbeda-beda. Beberapa orang tua menggunakan pengasuhan dengan nilai-nilai yang secara turun-temurun dari kakek dan nenek.

Ada juga orang tua lain yang memutuskan untuk mengadaptasi nilai dari ajaran lain, salah satunya ajaran Buddha. Nilai-nilai Buddha membantu menemukan makna yang lebih dalam tentang arti hidup.

Cara Membesarkan Anak Menurut Ajaran Budha

Mengutip situs Sivana Spirit, Matt Caron, seorang guru yoga, menuliskan aturan dalam membesarkan anak agar menjadi anak yang hebat. Berikut ini beberapa cara membesarkan anak menurut ajaran Buddha.

Baca Juga: 8 Tips Mengasuh Anak Bersama Mantan Pasangan Setelah Bercerai

1. Menjadi Diri Sendiri

cara membesarkan anak menurut Budha-1

Foto: Orami Photo Stock

Anak-anak tidak belajar dari 1.000 hal yang kita katakan. Mereka belajar dari tindakan yang dilakukan.

Bagaimana kita sebagai orang tua bertingkah laku dan berperilaku, bagaimana kita berurusan dengan hidup, itulah yang anak serap dengan pikiran mereka yang terbuka dan penuh rasa ingin tahu.

Pada salah satu kitab Buddha yang paling banyak dibaca dan dikenal yang berisi kutipan Buddha, yaitu Dhammapada ayat 19, dituliskan:

"Sekalipun ia melafalkan teks-teks suci, tetapi bertindak tidak sesuai, bahwa orang yang lalai itu seperti gembala sapi yang hanya menghitung sapi-sapi orang lain - ia tidak mengambil bagian dalam berkat-berkat kehidupan suci."

Dengan kata lain, jika seseorang menyebut dirinya sebagai orang Buddha yang taat, berbicara tentang belas kasih dan kebijaksanaan, tetapi bertindak dengan penuh ego, hal ini akan membuat anak tidak tertarik pada hal-hal spiritual yang diajarkan.

2. Latihan dengan Diri Sendiri

cara membesarkan anak menurut ajaran Budha-2

Foto: Orami Photo Stock

Aspek paling penting sebagai cara membesarkan anak menurut ajaran Buddha agar ia cerdas secara emosional adalah dengan melatih diri sendiri. Latihan mindfulness adalah bagaimana orang tua fokus kepada cinta dan kasih.

Moms perlu melakukan meditasi, dan mengistirahatkan pikiran, melihat dan mengenali pikiran dan emosi tanpa menghakimi dan terhubung dengan sifat dasar, pikiran yang terbuka, tanpa syarat, dan tidak merasakan ketakutan dalam diri.

Dengan melatih ini, Moms telah membentuk sebuah pribadi yang sangat penting ketika hidup beriringan dengan anak-anak.

Baca Juga: Beda Pola Asuh Anak Dengan Mertua, Ini Jalan Tengahnya

3. Bersikap Pasrah

cara membesarkan anak menurut ajaran Budha-3

Foto: Orami Photo Stock

Sikap yang pasrah diperlukan bagi orang tua. Orang tua harus membiarkan anak-anak menjadi anak-anak, meskipun hal tersebut bisa menyulitkan. Cara membesarkan anak menurut ajaran Budha ini bisa membutuhkan waktu.

Tanpa adanya kepasrahan, menjadi orang tua adalah perjuangan yang bisa terus-menerus terjadi antara anak dengan Moms yang hendak mempertahankan wilayah ego orang tua.

Dalam buku The Teaching of Buddha, terdapat kutipan, "Untuk menjalani kehidupan murni yang tidak mementingkan diri sendiri, seseorang harus tidak menghitung apa pun sebagai miliknya di tengah kelimpahan."

Anak-anak tidak dapat diatur, mereka harus dididik. Jika ingin membesarkan anak dengan baik, orang tua harus mempertimbangkan untuk menyerahkan tujuan ekonomi pribadi, dan keinginan terus-menerus untuk memiliki lebih banyak dan menjadi sukses.

Baca Juga: Pola Asuh Helicopter Parenting dan 5 Dampak Buruknya Bagi Anak

4. Memberikan Perhatian

cara membesarkan anak menurut ajaran Budha-4

Foto: Orami Photo Stock

Jack Kornfield, dalam buku Buddha's Little Instruction Book (1994), menuliskan, "Jantung itu seperti taman. Itu bisa menumbuhkan kasih sayang atau rasa takut, dendam atau cinta. Benih apa yang akan Anda tanam di sana?"

Praktik mindfulness, di mana merupakan kualitas atau keadaan sadar akan sesuatu, dapat membuka pintu untuk membiarkan anak-anak menemukan siapa diri mereka.

Moms mungkin berpikir bahwa anak perlu menjadi sosok seperti artis, kaya, dokter, pilot, dan lain-lain. Tapi itulah yang diinginkan orang tua, dan mungkin tidak ada hubungannya dengan apa yang diinginkan anak.

Melalui perhatian dan kesadaran, Moms dapat menciptakan ruang untuk cinta dan kasih, serta penerimaan. Misalnya, ketika anak sedang sakit, ketimbang malu atau marah, orang tua melihat rasa sakit atau kerinduan, dan itu benar-benar dapat menyentuh hati Moms dan Si Kecil.

Itu dia Moms, beberapa cara membesarkan anak menurut ajaran Budha yang bisa dilakukan. Selamat mencoba!

Artikel Terkait