PROGRAM HAMIL
5 September 2019

Simak, Moms, Ini Cara Membuat Kalender Haid untuk Menghitung Masa Subur

Merencanakan kehamilan akan semakin mudah, saat kita mencoba membuat kalender haid.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Memiliki buah hati adalah impian bagi setiap pasangan suami-istri. Tidak peduli baru atau sudah lama menikah. Agar cepat mendapatkan buah hati, ada langkah awal yang bisa dilakukan, yaitu membuat kalender haid untuk menghitung masa subur.

Seperti yang sudah kita tahu, masa subur wanita bergantung pada siklus menstruasi yang dialaminya. Namun, siklus menstruasi wanita berbeda-beda.

Mary Rosser, asisten profesor dan dokter yang menangani kebidanan dan ginekologi di Montefiore Medical Center di AS berpendapat, "Kebanyakan wanita tidak mendapatkan menstruasi pada hari yang sama di bulan itu. Jadi, masalah siklus berubah itu normal-normal saja."

Siklus menstruasi dihitung dari hari pertama menstruasi bulan ini sampai hari pertama menstruasi berikutnya. Biasanya, siklus menstruasi berlangsung selama 21-35 hari. Untuk mengetahui kapan masa subur terjadi, Anda perlu membuat kalender haid.

Baca juga: Siklus Menstruasi Pendek Bikin Perempuan Susah Hamil?

Kapan Masa Subur Terjadi?

Membuat Kalender Haid untuk Menghitung Masa Subur 2.jpg

Foto: freepik.com

Hari pertama menstruasi menandakan dimulainya siklus kalender haid. Selama menstruasi berlangsung, salah satu indung telur (ovarium) akan melepaskan sel telur ke rahim melalui tuba falopi. Pelepasan sel telur ini disebut sebagai masa ovulasi.

Biasanya, sel telur hanya dapat bertahan hidup selama 24 jam setelah dilepaskan. Dalam jangka waktu tersebut, sel sperma harus membuahi sel telur agar kehamilan bisa terjadi.

Tapi, jangan salah. Bukan berarti hubungan seksual harus dilakukan saat ovulasi berlangsung. Sperma dapat hidup dan berenang dalam tuba falopi selama beberapa hari setelah berhubungan seks. Saat itu terjadi, kesempatan membuahi sel telur yang dilepaskan dari ovarium masih terbuka lebar.

Perlu diingat, usia juga mempengaruhi kesuburan.

“Peluang untuk hamil adalah yang tertinggi di usia 20-an dan 30-an, karena ini adalah saat wanita secara teknis paling subur dan memiliki beberapa telur berkualitas terbaik,” kata Beth W. Rackow, MD, profesor asosiasi kebidanan dan ginekologi dan pediatri di Pusat Medis Universitas Columbia.

Baca juga: 5 Makanan yang Dapat Meningkatkan Peluang Hamil Kembar

Rumus Siklus Haid

Membuat Kalender Haid untuk Menghitung Masa Subur 3.jpg

Foto: freepik.com

Agar tahu kapan masa subur kita, sebaiknya cari tahu dulu berapa lama siklus menstruasi yang kita alami. Caranya mudah, kok!

  • Hitung dari hari pertama menstruasi dalam satu bulan hingga ke bulan berikutnya. Misalkan di bulan Juni menstruasi dimulai pada tanggal 1, lalu di bulan Juli pada tanggal 2. Jarak waktu 1 Juni hingga 2 Juli adalah 32 hari. Disarankan untuk menghitung siklus menstruasi selama 6 hingga 12 bulan.
  • Setelah itu, kurangi jumlah siklus menstruasi terpendek dengan angka 18. Misalkan siklus haid paling pendek adalah 28, maka 28-18=10. Ini berarti hari ke-10 dalam siklus haid merupakan hari pertama masa subur terjadi.
  • Selanjutnya, kurangi jumlah siklus menstruasi terpanjang dengan angka 11. Misalnya siklus haid terpanjang adalah 32 hari, maka 32-11=21. Ini berarti hari ke-21 merupakan waktu terakhir masa kesuburan.
  • Jadi, jika Moms ingin segera memiliki momongan, disarankan berhubungan seksual di antara dua tanggal tersebut. Yaitu hari ke-10 hingga ke-21 dalam siklus kalender haid.

Perlu diingat bahwa waktu ovulasi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk stres, kondisi medis, dan penggunaan obat-obatan tertentu. Menggunakan metode kalender haid untuk memprediksi waktu ovulasi dan kesuburan bisa saja tidak akurat atau tidak dapat diandalkan, terutama jika siklus tidak teratur.

Wanita yang memiliki siklus menstruasi lebih pendek dari 26 hari atau lebih lama dari 32 hari tidak disarankan menggunakan metode kalender haid untuk menentukan masa subur.

Baca juga: Susah Orgasme Saat Berhubungan Seks, Normalkah?

(HEN/DIN)

Artikel Terkait