PERNIKAHAN & SEKS
15 Oktober 2019

Memutuskan Tidak Memiliki Anak, Apa yang Jadi Pertimbangan?

Ada negatif dan positifnya, tapi tidak memiliki anak bukan hal yang salah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Intan Aprilia

Di Indonesia, mungkin hanya terlintas dalam pikiran sebagian kecil orang saja jika mereka memutuskan untuk tidak memiliki anak.

Sementara sebagian besar lainnya tentu akan mempertanyakan, mengapa sampai terlintas pikiran seperti itu?

Mungkin juga Moms and Dads termasuk salah satu dari mereka yang bertanya-tanya. Atau bahkan Moms and Dads malah bagian dari mereka yang tidak ingin memiliki anak itu?

Kebanyakan orang punya keinginan untuk meneruskan garis keturunannya dengan cara memiliki anak.

Orang-orang terdekat pun juga pasti menginginkan Moms and Dads punya keturunan, bahkan sebulan setelah hari pernikahan.

Namun ternyata ada banyak sekali alasan mengapa pasangan suami-istri memutuskan untuk tidak memiliki anak.

Baca Juga: Lakukan 5 Hobi Ini untuk Mempererat Hubungan Suami Istri

Bumi Ini Sudah Kelebihan Populasi

Memutuskan Tidak Memiliki Anak 1.jpg

Foto: pexels.com/Ramil Ugot

Over populasi merupakan salah satu masalah besar dunia belakangan ini. Ribuan anak dulahirkan setiap hari, dan beberapa dari mereka harus hidup tanpa orang tua yang mungkin meninggal dunia atau malah dengan sengaja meninggalkan mereka.

Beberapa lainnya lagi menderita kelaparan atau tidak mendapatkan kehidupan yang layak. Banyak anak-anak yang dilahirkan dan tidak mendapatkan kebahagiaan.

Sementara itu, sumber daya di planet kita ini terbatas, dan kita harusnya tahu apa yang akan terjadi jika angka kelahiran tetap sama.

Dalam moms.com, Natalia, ahli strategi bisnis dari London berkata, "Dalam banyak hal tampaknya egois bagi saya jika ingin punya anak, ketika begitu banyak (anak lain) yang membutuhkan."

Dampak Lingkungan

Memutuskan Tidak Memiliki Anak 2.jpg

Foto: pexels.com/Markus Spiske

Pasangan yang benar-benar berpikir jauh ke depan, yang memilih untuk tidak memiliki anak, biasanya juga memikirkan dampak terhadap lingkungan.

Dituliskan dalam wehavekids.com, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Lund University di Swedia, tidak memiliki anak dapat menyelamatkan rata-rata 58,6 ton emisi setara CO2 per tahun. Itu merupakan jumlah CO2 yang sangat besar.

Namun, alasan untuk tidak memiliki anak, kaitannya dengan menjaga bumi ini merupakan hal yang belum lazim di Indonesia.

Baca Juga: Anniversary 6 Tahun Pernikahan Rio Dewanto dan Atiqah, Makin Harmonis!

Masalah Kesehatan Orang Tua

Memutuskan Tidak Memiliki Anak 3.jpg

Foto: rawpixel.com

Terkadang orang tak mau melihat alasan di balik sesuatu. Mereka terus menanyakan, kapan pasangan yang baru menikah di sebelah rumahnya akan punya anak.

Padahal pasangan itu tentunya punya problem mereka sendiri. Jika pasangan itu memang ingin punya anak, mungkin saja mereka sendang berusaha. Dan jika memutuskan untuk tidak memiliki anak, pasangan itu pasti punya alasan.

Mungkin saja salah satu dari mereka menderita penyakit mental atau fisik yang kronis, dan mereka mempertimbangkan untuk tidak memiliki anak agar penyakit tersebut tidak berdampak pada anak mereka.

Tak adil memang jika kita membebani anak yang akan kita lahirkan, yang tak tahu apa-apa, dengan penyakit yang kita idap.

Sebagian kecil orang dengan gangguan kesehatan, menyadari hal tersebut dan mengambil keputusan berat untuk tidak memiliki anak.

Dampak Ekonomi

Memutuskan Tidak Memiliki Anak 4.jpg

Foto: pixabay.com

Biaya membesarkan anak tidaklah kecil, apalagi di masa sekarang. Dari lahir hingga setidaknya mereka berusia 17 tahun, Moms and Dads tentu harus mengeluarkan banyak uang, terutama untuk biaya pendidikan mereka.

Bagi beberapa pasangan, komitmen ekonomi semacam ini mungkin menjadi masalah. Memiliki anak justru jadi tekanan bagi mereka untuk bisa memenuhi itu semua.

Karenanya hal ini juga akhirnya menjadi alasan mengapa beberapa pasangan memutuskan tidak memiliki anak.

Tingkat Stres yang Tinggi

Memutuskan Tidak Memiliki Anak 5.jpg

Foto: pexels.com/Alexander Dummer

Pada beberapa orang, terutama bagi Moms yang cenderung punya beban lebih besar dalam kehidupan sebagai ibu, membesarkan anak merupakan tekanan yang dapat menimbulkan stres.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh University of Texas di Austin, tingkat stres yang dilaporkan seorang ibu meningkat 20 hingga 22 persen setelah memiliki anak.

Tingkat stres ini terus berlanjut selama bertahun-tahun setelah memiliki anak, dan berdampak pada kesehatan yang buruk bagi kedua orang tua.

Mereka yang merasa mudah stres, ada kemungkinan juga akan punya pemikiran untuk tidak memiliki anak saja. Namun tentu saja mereka sudah siap dengan segala konsekuensinya.

Baca Juga: 5 Pasangan Artis yang Pacaran Lama dan Pernikahannya Tetap Langgeng

Well, keputusan untuk memiliki atau tidak memiliki anak memang merupakan sesuatu yang harus dipikirkan matang-matang.

Masing-masing orang atau pasangan punya pertimbangannya sendiri untuk memilih salah satu dari dua keputusan tersebut.

Tentunya segala keputusan yang diambil punya sisi negatif dan positif. Semuanya kembali pada Moms and Dads untuk menimbang kembali.

(DEW)

Artikel Terkait