KESEHATAN
9 November 2019

Menangani Penyakit Kawasaki, Ini 5 Caranya!

Waspadai gejalanya dan ketahui penanganan yang tepat supaya terbebas dari komplikasi yang berbahaya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Menurut Journal of The American College of Cardiology, kawasaki adalah penyakit yang dapat menyerang jantung, dan biasanya dialami oleh anak-anak di bawah 5 tahun. Penyakit yang berkembang di Jepang ini, mulai merambah ke Indonesia dan merupakan penyakit yang berbahaya.

Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang serius, dan bisa memiliki efek buruk bagi kesehatan anak ke depannya. Maka, jangan sampai terlambat penanganan jika anak Moms memiliki gejala penyakit satu ini.

Dalam menangani penyakit kawasaki, seperti dilansir dari nhs.uk, terdapat 5 hal yang harus dilakukan dan diperhatikan :

1. Menangani Penyakit Kawasaki dengan Memberi Aspirin

penyakit kawasaki

Foto : babycenter.com

Anak yang menderita penyakit kawasaki mungkin akan merasakan sakit yang cukup hebat akibat demam, pembengkakan, dan iritasi kulit. Dokter biasanya akan meresepkan aspirin untuk meringankan gejala ini

Aspirin dapat berfungsi untuk :

- Meringankan rasa sakit dan ketidaknyamanan

- Membantu mengurangi suhu tinggi (demam)

- Pada dosis tinggi, aspirin adalah anti-inflamasi (mengurangi pembengkakan)

- Pada dosis rendah, aspirin adalah antiplatelet (mencegah pembekuan darah)

Dokter biasanya akan memberikan aspirin dosis tinggi sampai demam penderita mereda.

Baca Juga: Kisah Anak-Anak yang Terlahir dengan Kelainan Jantung, Mengharukan!

2. Efek Samping Aspirin

penyakit kawasaki

Foto : medicalnewstoday.com

Sebenarnya, pemakaian aspirin dilarang bagi anak di bawah umur 16 tahun, karena dapat menyebabkan efek samping seperti sindrom Reye. Terkecuali untuk penyakit kawasaki ini.

Sindrom Reye memang jarang terjadi, tetapi jika terjadi, itu dapat menyebabkan kerusakan hati serta otak yang serius, dan berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Moms dapat mengonsultasikannya pada dokter terkait hal ini.

3. Imunoglobulin Intravena

penyakit kawasaki

Foto : themighty.com

Selain aspirin, untuk menangani penyakit kawasaki penderita mungkin juga akan mendapat suntikan imunglobulin intravena. Dilansir dari nhs.uk, imunoglobulin intravena juga disebut IVIG. Pemberian IVIG, akan jauh lebih efektif jika diberikan bersamaan dengan aspirin.

Penelitian telah menunjukkan IVIG dapat mengurangi demam dan risiko masalah jantung jika digunakan di awal perawatan. Setelah penderita diberikan IVIG, gejala biasanya akan membaik dalam waktu 36 jam.

Baca Juga: Cegah Penyakit, Ajarkan Si Kecil 3 Kebiasaan Menjaga Kesehatan Jantung Anak Ini

4. Kortikosteroid

penyakit kawasaki

Foto : raisingchildren.net.au

Selain kedua jenis obat di atas, untuk menangani penyakit kawasaki, penderita juga mungkin akan diberikan kortikosteroid. Kortikosteroid adalah jenis obat yang mengandung hormon, yang merupakan bahan kimia kuat yang memiliki berbagai efek pada tubuh.

Obat ini mungkin akan direkomendasikan jika IVIG tidak efektif, atau jika anak Moms sudah dideteksi memiliki risiko tinggi masalah jantung.

5. Menangani Penyakit Kawasaki Setelah Perawatan

penyakit kawasaki

Foto : paediatricgastroenterologistperth.com.au

Setelah pemindaian ultrasound jantung (echocardiogram) telah mengkonfirmasi bahwa penderita tidak memiliki kelainan jantung, mereka biasanya dapat berhenti minum aspirin dan dapat dirawat di rumah.

Pemulihan penuh bisa memakan waktu sekitar 6 minggu, tetapi mungkin memakan waktu lebih lama pada beberapa penderita. Perawatan lanjutan juga mungkin diperlukan jika penderita mengalami komplikasi lebih lanjut.

Jadi orang tua harus waspada dan mengetahui paling tidak gejala awal dari penyakit kawasaki ini. Karena pengobatan yang tepat dan deteksi dini akan sangat mempengaruhi peyembuhan dan efek dari penyakit ini.

Baca Juga: Bisa Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung, Waspadai Dislipidemia Pada Anak

"Jika anak Anda memang memiliki gejala-gejala kawasaki, temui dokter spesialis anak, karena dokter yang tidak berspesialisasi pada anak-anak mungkin tidak cukup akrab dengan penyakit Kawasaki untuk mendiagnosisnya,” ungkap Michael Portman, MD, seorang ahli jantung pediatrik di Rumah Sakit Anak Seattle dengan spesialisasi penyakit Kawasaki, seperti dikutip pada health.com.

Demam yang berlangsung lebih dari lima hari, terutama jika disertai dengan segala jenis ruam merupakan tanda awal peringatan. “Penyakit ini sering salah diagnosa sebagai campak. Maka dari itu penting bagi orang tua juga untuk memahami perbedaan kedua penyakit ini sehingga dapat menyampaikannya pada dokter.”

Artikel Terkait