2-3 TAHUN
7 April 2020

Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengidap Autisme?

Anak dengan autisme memerlukan penanganan khusus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Memiliki anak dengan autisme memang bukan hal yang mudah. Tumbuh kembang dan perilaku yang ditunjukkan anak dengan autisme memerlukan penanganan khusus dan ekstra.

Namun Moms jangan berkecil hati, dengan latihan ekstra dan kerja sama yang baik antara orang terdekat dengan anak, dapat membantu anak dengan autisme untuk tumbuh lebih baik.

Dikutip dari situs Autism Society, dijelaskan bahwa autisme adalah kumpulan gangguan perkembangan yang mulai terlihat sejak usia dini yang mempengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan sosial.

“Autisme dapat dikenali sejak umur 12-18 bulan. Ciri-ciri yang terlihat seperti; anak tidak tertarik berinteraksi dengan sekitar, tidak menunjukkan ketertarikan atau bereaksi akan benda atau suatu ekspresi, dan tidak mengerti jika namanya dipanggil,” jelas Dr. Geraldine Dawson, peneliti dan psikolog autisme, juga profesor ilmu kejiwaan dan perilaku.

Baca Juga: 4 Tanda Autisme pada Anak, Salah Satunya Terlambat Bicara

Mendampingi Anak dengan Autisme

Dengan berbagai keistimewaannya, lalu bagaimana cara mendampingi anak dengan autisme yang tepat?

1. Perbanyak Ilmu

Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengidap Autisme 1.jpg

Foto: thoughtco.com

Setiap tahunnya ilmu tentang autisme terus berkembang dan diperbaharui.

Moms yang memiliki anak dengan autisme dituntut untuk terus memperbaharui ilmu untuk menunjang pelatihan pada anak.

Gejala autisme yang perlu terus diperbaiki adalah cara berkomunikasi dan bersosialisasi anak.

Dengan memperbanyak ilmu atas autisme, Moms dapat memperbaharui cara melatih komunikasi dan bersosialisasi anak.  

Rutin konsultasikan keadaan dan pencapaian anak ke dokter terkait untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Konsisten Memberikan Informasi Kepada Anak

Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengidap Autisme 2.jpg

Foto: huffpost.com

Anak dengan autisme cenderung sulit untuk menyampaikan suatu hal kepada orang lain.

Keterbatasan berbahasa dan berkomunikasi seringkali membuat Moms dan anak tidak memiliki satu frekuensi yang sama dalam berkomunikasi.

Terus berikan dukungan dan pembelajaran secara konsisten kepada anak. Ajak anak keluar dan berikan informasi atas apa yang ditemui anak.

Dengan latihan yang tepat dan ekstra. Anak dengan autisme lambat laun dapat mengerti dan dapat menyampaikan maksudnya kepada Moms dan sekitar.

Baca Juga: 3 Pilihan Kegiatan untuk Anak Autisme, Bisa Jadi Favorit Buah Hati

3. Jangan Memaksa dan Berikan Kepercayaan Pada Anak

Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengidap Autisme 3.jpg

Foto: meredithcorp.io

Anak dengan autisme seringkali kesulitan dalam mengkomunikasikan kebutuhan dan maksudnya.

Jangan memaksa anak untuk cepat mengerti dan menyampaikan maksudnya secara cepat. Hal ini hanya akan membuat anak stres dan tertekan.

Berikan kepercayaan juga kepada anak untuk ikut berperan dalam kegiatan sehari-hari di rumah.

4. Terapi Perilaku dan Pengobatan

Bagaimana Mendampingi Anak yang Mengidap Autisme 4.jpg

Foto: ctfassets.net

Lakukan terapi pada anak dengan autisme sedari dini. Terapi dapat dilakukan sejak umur kurang dari tiga tahun.

Terapi perilaku dapat membantu memperbaiki cara komunikasi dan berbahasa serta fungsi sosial anak.

Beberapa kasus, anak dengan autisme memerlukan obat jika terdiagnosa memiliki gangguan psikis. Pastikan anak mengkonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran dokter.

Baca Juga: 3 Cara Menjelaskan Tentang Autisme kepada Anak Balita

Pantau terus tumbuh kembang anak, dan segera konsultasikan ke dokter terkait jika Moms menemukan tanda-tanda autisme pada anak.

Artikel Terkait