TRIMESTER 2
21 Februari 2020

Menderita TBC Saat Hamil dan Menyusui, Apa Dampak dan Risikonya?

Hati-hati, terkena TBC saat hamil dan menyusui bisa berdampak pada sang buah hati.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan sebutan TBC adalah penyakit infeksi yang cukup mudah menular.

Bagi Moms yang sedang hamil dan menyusui memang harus ekstra hati-hati terhadap hal ini.

Pasalnya, ada beberapa risiko dan masalah yang mungkin Moms hadapi. Yuk simak ulasan mengenai TBC saat hamil dan menyusui!

TBC Saat Hamil Harus Cepat Diatasi

Ibu Hamil Melakukan Kontrol ke Dokter

TBC adalah infeksi bakteri yang menyerang organ paru-paru. Bila Moms terdiagnosis mengalami TBC saat hamil, biasanya dokter akan segera melakukan beragam tes.

Tes ini ditujukan untuk mengetahui apakah sang janin juga mengalami efek dari penyakit TBC tersebut.

Berdasarkan penelitian Tuberculosis in Pregnancy yang dilakukan oleh Journal of Pregnancy, kebanyakan Moms tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terinfeksi bakteri penyebab TBC. Ini karena saat itu infeksi bakteri belum menunjukkan tanda-tanda khas apapun.

Meski sebenarnya, mungkin Moms mengalami gejala seperti batuk yang tak kunjung sembuh, tenggorokan terasa mengganjal, dan berkeringat di malam hari.

Baca Juga: Tepat Mengobati TBC pada Anak dengan Mengetahui Gejalanya!

Jika Moms ternyata mengalami hal tersebut, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Pasalnya, semakin cepat TBC terdeteksi semakin baik bagi kesehatan Moms dan Si Kecil.

Para ahli mengungkapkan bahwa bila pengobatan TBC sudah dilakukan sejak kehamilan awal, maka risiko kesehatan yang mungkin muncul tidak terlalu besar.

Proses persalinan normal juga masih bisa dilakukan, sama seperti ibu yang tak terkena TBC.

Namun, bila Moms baru menjalani pengobatan di akhir masa kehamilan, Moms mungkin akan mengalami kelahiran prematur. Selain itu, masalah serius pada organ paru juga berpotensi terjadi.

Apakah TBC Akan Menular Pada Janin?

TBC Saat Hamil, Bagaimana Dampaknya pada Janin 02.jpg

Salah satu hal yang Moms paling cemaskan adalah takut penyakit TBC saat hamil berpindah ke janin.

Untungnya, kemungkinan untuk infeksi TBC berpindah ke janin itu cukup kecil.

Namun, hal ini dengan catatan jika TBC Moms telah terdeteksi sejak dini dan melakukan pengobatan dari kehamilan awal.

Sementara jika TBC baru terdeteksi dan baru menjalani pengobatan ketika ibu sudah hamil tua, ada beberapa risiko yang mungkin muncul seperti:

  • Bayi lahir prematur
  • Pertumbuhan janin terhambat
  • Berat badan lahir rendah

Infeksi dapat menular ke janin bila sampai waktu persalinan TBC pada ibu belum diobati dengan baik.

Bila hal ini terjadi pada Moms, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter kandungan dan dokter anak.

Baca Juga: Beragam Gejala dan Risiko Penyakit TBC Pada Bayi yang Harus Diwaspadai

Menjalani Pengobatan TBC Saat Menyusui

menyusui.jpg

TBC adalah penyakit dengan perjalanan pengobatan yang cukup panjang. Biasanya pasien TBC harus minum obat rutin selama setidaknya 6 bulan tanpa putus sama sekali.

Hal ini yang mungkin membuat Moms khawatir, karena takut obat TBC bisa memengaruhi kualitas ASI atau bahkan ‘terminum’ oleh sang bayi.

Faktanya, semua Moms yang sedang menjalani pengobatan TBC tetap dianjurkan untuk menyusui bayinya dengan ASI eksklusif. Pengobatan lini pertama dari TBC tidak akan meracuni bayi melalui ASI.

Baca Juga: Apa Bedanya Penyakit TBC pada Anak dan Dewasa?

Kemungkinan ada sedikit dosis yang terbawa ke dalam ASI, tapi hal tersebut tidak berdampak buruk bagi sang buah hati.

Meski ada sedikit dosis obat TBC yang terbawa ke dalam ASI, tapi ASI juga tidak bisa dijadikan obat untuk mengatasi TBC pada bayi.

Bila memang bayi terdiagnosis mengalami TBC, Moms harus membawanya ke dokter supaya mendapatkan pengobatan yang sesuai

Namun, jika sang buah hati terbukti bebas dari TBC, Moms juga tak perlu takut memberikannya ASI. Pasalnya, penyakit TBC tidak akan menular melalui ASI dan menyebab bayi terinfeksi, kecuali Moms mengalami tuberkulosis mastitis.

(IA/ERW)

Artikel Terkait