BAYI
10 April 2020

Mengapa Bayi Suka Membenturkan Kepala Sendiri?

Cari tahu alasannya yuk, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Moms akan melakukan apa saja untuk menjaga keamanan bayi tetap terjaga, bahkan sebelum Si Kecil bisa mengeksplor lingkungan rumahnya.

Setelah bayi mulai merangkak, Moms akan meningkatkan penjagaan untuk bayi, seperti langsung membereskan mainan bayi setelah dimainkan karena takut terinjak atau dimasukan ke mulut, menjauhkan benda berbahaya, dan sebagainya.

Namun, seberapapun Moms membuat rumah aman, ada saja kejadian yang membuat Si Kecil terluka, salah satunya saat bayi membenturkan kepala sendiri ke dinding, boks bayi, lantai, dan tangannya. Apakah ada yang salah?

"Melukai diri sendiri pada umumnya dapat terjadi dari waktu ke waktu pada balita, membenturkan kepala sendiri adalah salah satunya. Bayi akan sering menggigit atau menggaruk dirinya sendiri ketika marah atau frustrasi. Ini adalah fenomena perkembangan yang normal," jelas Joseph Austerman, DO, psikiater anak dan remaja di Klinik Cleveland.

Perilaku bayi ini memang ini membuat Moms khawatir. Tetapi, cobalah untuk tidak menjadi terlalu panik karena hal tersebut termasuk normal.

Berikut ini adalah penyebab umum bayi membenturkan kepalanya sendiri, serta cara terbaik untuk menanggapi perilaku tersebut.

Baca Juga: 4 Langkah Mengatasi Kepala Peyang pada Bayi

Mengapa Bayi Membenturkan Kepalanya Sendiri?

Mengapa Bayi Suka Membenturkan Kepala Sendiri -1.jpg

Foto: Parenting.firstcry.com

Meski aneh, sebenarnya bayi yang membenturkan kepala sendiri adalah hal yang normal. Beberapa bayi melakukannya saat waktu tidur siang atau tidur malam, hampir seperti teknik menenangkan diri.

Yang lain membenturkan kepala ketika berbaring tertelungkup di tempat tidur, dan kemudian berulang kali membenturkan kepala ke bantal atau kasur.

Namun, hal yang penting jika terjadi pada waktu tidur, Moms tidak perlu terlalu khawatir. Kebiasaan ini dapat dimulai sekitar usia 6 hingga 9 bulan, dengan banyak anak bisa mengatasi kebiasaan tersebut pada usia 3 hingga 5 tahun. Biasanya, bayi membenturkan kepalanya sendiri maksimal selama 15 menit.

"Meskipun tidak ada data nyata tentang seberapa sering hal ini terjadi, namun ini berkurang ketika anak Anda mengembangkan keterampilan bahasa yang lebih baik," kata Joseph.

Alasan bayi membenturkan kepala sendiri pun berbeda-beda, seperti;

  • Memiliki gangguan gerakan irama terkait tidur. Kebiasaan ini sering terjadi tepat sebelum bayi tertidur. Ini mungkin terlihat menyakitkan, tetapi kenyataannya hal tersebut hanya cari untuk menenangkan diri sebelum tidur. Ini mirip dengan beberapa bayi yang menggoyangkan kaki atau bayi yang senang diguncang saat tidur.
  • Penyimpangan dan gangguan perkembangan. Namun kadang-kadang, saat bayi membenturkan kepala sendiri adalah tanda kondisi awal perkembangan seperti autisme atau mengindikasikan masalah psikologis dan neurologis. Untuk membedakan gangguan gerakan ritmis dan masalah perkembangan, perhatikan kapan bayi membenturkan kepala sendiri dan frekuensinya. Jika ada gejala lain yang menyertai seperti keterlambatan bicara, ledakan emosi, atau interaksi sosial yang buruk , mungkin ada masalah lain.

Baca Juga: Kepala Bayi Bengkak Karena Terjatuh, Apakah Berbahaya Bagi Otaknya?

Bagaimana Merespons Bayi yang Membenturkan Kepala Sendiri?

Mengapa Bayi Suka Membenturkan Kepala Sendiri -2.jpg

Foto: Freepik.com

Meskipun normal, tetap saja saat menghadapi bayi yang membenturkan kepala sendiri dalah hal yang menegangkan. Alih-alih frustrasi, berikut adalah beberapa cara untuk merespons tingkah Si Kecil;

  • Abaikan: Ini memang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Namun, jika Moms meresponsnya dengan panik, bayi mungkin akan menggunakan hal tersebut sebagai cara untuk mendapatkan perhatian. Jika Moms mengabaikannya, hal tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Abaikan perilaku tersebut jika tidak ada risiko yang mencelakakan.
  • Posisikan kembali boks: Bahkan jika tidak berisiko cedera, bayi yang membenturkan kepala sendiri akan mengganggu seluruh anggota rumah. Salah satu solusinya adalah dengan memindahkan boks kemposisi menjauh dari tembok. Dengan cara ini, kepala bayi diak akan terbentur ke dinding.
  • Mencegah cedera: Jika Moms khawatir bayi terluka, letakkan bantal di sepanjang boks bayi. Moms juga dapat memasang susuran tangga di boks untuk mencegah bayi terjatuh saat membenturkan kepalanya sendiri. Namun perlu diingat bahwa Moms harus meletakkan bantal tambahan di tempat tidur anak-anak yang lebih besar. Sebab, American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan boks bayi harus terhindar dari barang-brang yang berisiko SIDS.

Baca Juga: Tepatnya, Di Bulan Berapakah Seharusnya Bayi Bisa Mengangkat Kepala?

Kapan Harus ke Dokter?

Mengapa Bayi Suka Membenturkan Kepala Sendiri -3.jpg

Foto: Istock.com

Amati ketika terjadi bayi mulai membenturkan kepala sendiri, temui dokter jika Moms mencurigai ada masalah perkembangan atau masalah lainnya. Ini lebih mungkin terjadi ketika hal tersebut terjadi sepanjang hari atau ketika bayi tidak kunjung mengantuk.

"Anak-anak yang memiliki autisme, kecacatan intelektual, atau memiliki masalah integrasi sensorik dapat menunjukkan peningkatan frekuensi cedera diri atau headbanging karena kelebihan sensorik," jelasnya.

Moms juga harus mengunjungi dokter jika melihat gejala lain seperti keterlambatan bicara, kontrol kepala yang buruk, atau ada kecenderungan terjadi kejang. Dokter akan melakukn evaluasi kepada bayi dan membuat diagnosis.

Tetap pantau kebiasaan bayi membenturkan kepala sendiri agar dapat menentukan kapan harus mengunjungi dokter.

Artikel Terkait