TRIMESTER 1
18 November 2019

Mengapa Susah Tidur Saat Hamil? Ini Penjelasannya

Apa yang harus dilakukan saat susah tidur saat hamil?
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Apa Moms merasa susah tidur saat hamil? Perubahan hormon dan ketidaknyamanan saat kehamilan seperti mual, sakit punggung, mulas, kram kaki dan seringnya ke kamar mandi dapat membuat tidur malam tidak nyenyak.

Padahal, tidur adalah cara terbaik bagi ibu hamil dan bayinya beristirahat.

Apa yang harus dilakukan saat susah tidur saat hamil?

Baca Juga: 6 Cara Simpel untuk Mengatasi Susah Tidur

Yang Dilakukan saat Sulit Tidur

Mengapa Susah Tidur Saat Hamil, Ini Penjelasannya 01.jpg

Foto: shutterstock.com

Moms mungkin resah karena sulit beristirahat. Padahal istirahat merupakan kebutuhan terpenting ibu hamil selain nutrisi.

Jika sulit tidur, cobalah berolahraga teratur dan selalu terhidrasi.

Selain itu, coba menyangga lutut dengan bantal untuk relaksasi.

Hindari menggunakan obat tidur yang dijual bebas maupun dengan resep.

Studi menunjukkan obat-obatan tersebut hanya sedikit membantu dan tidak ada penelitian jangka panjang yang membuktikan keamanannya untuk digunakan selama kehamilan.

Gejala-gejala tertentu yang dapat muncul selama kehamilan, seperti mendengkur atau kesemutan kaki, dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius seperti sleep apnea atau sindrom kaki gelisah, dan harus dievaluasi oleh seorang profesional medis.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Obstetric Medicine pada 2015, sebagian besar wanita mengalami beberapa jenis masalah tidur selama kehamilan.

Dari 2.427 wanita yang disurvei, misalnya, semua melaporkan sering bangun malam saat mereka hamil, hampir 60 persen melaporkan insomnia, dan sekitar 80 persen merasa sulit menemukan posisi tidur yang nyaman.

"Pasien saya selalu datang kepada saya dengan panik karena mereka khawatir tidak bisa tidur," kata Dr. Laura Riley, M.D., seorang ob-gin di New York-Presbyterian / Weill Cornell Medical Center di New York City.

Tetapi kekurangan tidur ini cenderung tidak berbahaya bagi ibu hamil ataupun sang bayi.

"Tubuh ibu hamil akan secara secara alami melindungi dirinya sendiri dan memastikan dirinya tertidur," tambah Dr. Riley.

Baca Juga: Mata Sulit Dibuka Setelah Bangun Tidur, Kenapa?

Kapan Harus Khawatir?

Mengapa Susah Tidur Saat Hamil? Ini Penjelasannya 02

Foto: shutterstock.com

Mendengkur merupakan hal yang umum terjadi seiring dengan perkembangan kehamilan.

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah dari semua wanita hamil mendengkur.

Namun, itu bisa menjadi tanda sleep apnea, suatu kondisi tidur yang serius yang menyebabkan pernapasan berhenti seketika saat tidur.

Wanita hamil dengan sleep apnea tidak hanya lebih mungkin didiagnosis dengan pre-eklampsia dan diabetes gestasional, tetapi mereka juga cenderung memiliki tinggal di rumah sakit yang lebih lama setelah melahirkan dan komplikasi kehamilan yang serius seperti gagal jantung kongestif dan kardiomiopati.

Penting untuk berbicara dengan dokter jika ibu hamil mendengkur, kata Dr. Ibrahim, terutama jika ada faktor risiko lain untuk sleep apnea seperti kelebihan berat badan atau jika sang ibu hamil telah didiagnosis menderita hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes tipe 2, atau eklampsia selama kehamilan.

Baca Juga: Obstructive Sleep Apnea, Gangguan yang Menyebabkan Berhentinya Pernapasan Saat Tidur

Pertambahan berat badan selama kehamilan juga dapat memperburuk sleep apnea, karena dapat menyebabkan penumpukan lebih banyak lemak di sekitar area leher.

Jika mengalami gejala tersebut, dokter dapat merujuk ke spesialis tidur yang dapat melakukan studi tidur dan meresepkan pengobatan, yang biasanya melibatkan mengenakan alat pemberi tekanan jalan nafas positif secara terus menerus saat tidur.

Perasaan gelisah tak terkendali di kaki bagian bawah, juga wajib dikatakan ke dokter.

Menurut National Sleep Foundation, sekitar 15 persen wanita hamil mengalami sindrom kaki gelisah, keinginan yang hampir tak terkendali untuk menggerakkan kaki, terutama di malam hari pada trimester terakhir kehamilan mereka.

Gejala susah tidur saat hamil di malam hari ini biasanya sembuh setelah melahirkan.

Namun, jika saat hamil Moms susah tidur karena susah napas atau gerakan tidak terkendali seperti ini, bukan tidak mungkin peluang Moms untuk melakukan itu di kemudian hari ada lagi, kata Dr. Ibrahim.

(TPW/DIN)

Artikel Terkait