KESEHATAN
30 Juni 2020

Ini Penjelasan Tentang Cara Mengatasi Muntaber yang Tepat

Tidak selalu harus minum obat ya, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dalam suatu waktu, Moms mungkin pernah mengalami penyakit gastroenteritis, atau lebih dikenal dengan istilah muntaber (muntah dan berak). Kondisi ini akan memberikan ketidaknyamanan, sehingga Moms perlu mengurangi gejalanya.

Salah satu cara untuk mengatasi muntaber adalah dengan mengonsumsi obat khusus muntaber. Tetapi, perlu dicatat bahwa tidak semua kondisi muntaber butuh untuk minum obat.

Yuk Moms, cari tahu bagaimana cara mengatasi muntaber yang tepat dan sesuai berikut ini.

Pengertian Penyakit Muntaber

cara mengatasi muntaber-1

Foto: Orami Photo Stock

Muntaber atau gastroenteritis adalah peradangan dan infeksi di saluran pencernaan. Ketika Moms menderita muntaber, ada banyak gejala yang dirasakan, tapi yang paling membahayakan memang muntah dan berak (diare) yang berpotensi membuat dehidrasi.

Muntaber bisa disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, racun, parasit, zat kimia, maupun obat-obatan tertentu. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami penyakit yang satu ini.

Baca Juga: Penyebab Muntaber pada Balita dan Cara Mencegah Dehidrasi

Cara Mengatasi Muntaber yang Benar

cara mengatasi muntaber-2

Foto: Orami Photo Stock

Tidak semua gastroenteritis harus diatasi dengan minum obat muntaber. Bahkan dalam kebanyakan kasus, muntaber disebabkan oleh infeksi virus sehingga akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Penanganan utama yang direkomendasikan untuk penderita muntaber adalah minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi.

Moms dianjurkan minum cairan yang mengandung elektrolit, misalnya minuman kebugaran maupun oralit, tapi konsumsi jus buah atau kaldu pada sayuran berkuah juga diperbolehkan sebagai cara mengatasi muntaber.

Jangan sembarangan mengonsumsi obat antimuntah atau diare sebagai obat muntaber, terutama pada anak.

Meminum obat tanpa resep dokter hanya akan mengurung virus, bakteri, maupun racun penyebab muntaber di dalam tubuh sehingga dikhawatirkan justru akan memperparah kondisi.

Meskipun demikian, ada beberapa obat muntaber yang cenderung aman digunakan saat menderita gejala muntah dan diare, antara lain:

Baca Juga: Balita Muntah Tanpa Demam? 6 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

1. Loperamide (Imodium)

Obat muntaber ini sering disebut sebagai obat diare, tetapi loperamide hanya meringankan gejala diare, bukan mengobati penyebab diare itu sendiri. Obat ini bekerja dengan memperlambat pergerakan usus sehingga membuat feses lebih padat dan tidak terlalu berair.

2. Bismuth Subsalisilate (Bismol)

Obat muntaber ini bisa menghilangkan mual dan diare yang dibarengi dengan demam atau adanya darah maupun lendir pada feses. Bismuth subsalisilate juga bisa mengatasi muntaber akibat infeksi bakteri Heliobacter pylori.

Hanya saja, jika ingin mengatasi muntaber dengan menggunakan obat ini harus dengan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Karena obat ini mengandung salisilat yang bisa menimbulkan efek samping berupa pendarahan serius pada pasien dengan luka lambung.

Meski bisa dibeli bebas di apotek, jangan berikan berikan obat muntaber di atas pada anak-anak. Satu-satunya obat muntaber anak yang aman hanyalah dengan memberikannya solusi rehidrasi oral, alias oralit.

Cairan oralit ini bisa dibuat sendiri dengan mencampur air, gula, dan garam, atau Moms bisa membelinya di apotek terdekat. Tanyakan kepada apoteker atau dokter anak tentang tata laksana pemberian oralit ini.

Pada penderita muntaber yang disebabkan oleh infeksi bakteri, pemberian antibiotik dapat dilakukan. Sedangkan obat muntaber jenis lainnya juga bisa diberikan jika didiagnosis mengalami keracunan. Namun, pemberian obat-obatan ini harus dengan pantauan dokter.

Baca Juga: Segera Obati, Ini 5 Penyebab Muntah Darah yang Bisa Membahayakan Tubuh

Waktu Tepat Menghubungi Dokter

cara mengatasi muntaber-3

Foto: Orami Photo Stock

Ketika muntaber menimbulkan ketidaknyamanan, terutama jika menyebabkan Moms tidak bisa makan dan minum, periksakan diri ke dokter. Jangan tunda untuk pergi ke fasilitas kesehatan terdekat jika:

  • Muntaber terjadi pada anak di bawah 2 tahun yang sudah berlangsung selama 12 jam berturut-turut dan disertai oleh gejala lain, seperti demam, muntah, dan diare
  • Pada anak di atas 2 tahun dan orang dewasa, muntaber sudah berlangsung selama lebih dari 1 hari
  • Muntaber dengan bercak darah
  • Muntaber pada penderita penyakit ginjal, hati, atau jantung yang harus membatasi asupan cairannya
  • Muncul sakit perut parah yang tiba-tiba
  • Muncul gejala dehidrasi.

Jika Moms sudah melakukan cara mengatasi muntaber dengan pengobatan sendiri tetapi tidak kunjung sembuh dalam 1 minggu, segera periksakan diri ke dokter.

Di rumah sakit, pertolongan pertama pada muntaber yang parah adalah dengan memberi cairan lewat pembuluh darah vena.

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Sumber: sehatq.com

Konten ini merupakan kerja sama yang bersumber dari SehatQ

Isi konten di luar tanggung jawab Orami Parenting

Artikel Terkait