KEHAMILAN
16 Agustus 2020

Mengatasi Stres Kehamilan yang Tidak Terduga, Moms Perlu Tahu

Terutama karena kehamilan yang tidak direncanakan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Telat datang bulan sekitar 3 bulan disertai perubahan tubuh?

Mungkin saja seseorang mengalami kehamilan tak terencana.

Menghadapi stres kehamilan yang tidak terduga menjadi salah satu tantangan terbesar.

Cara Mengatasi Stres Kehamilan yang Tidak Terduga

Berikut ini cara mengatasi stres akibat kehamilan tidak terduga.

Baca Juga: 7 Jenis Stres yang Dapat Menyebabkan Masalah Kehamilan, Apa Saja?

1. Menerima Kondisi ‘Shock’

mengatasi stres kehamilan.jpg

Foto: prcnaples.org

Jika seseorang mengetahui bahwa dirinya hamil, tetapi belum merencanakannya, hal yang pertama harus dilakukan adalah menerima perasaan terkejut.

Biasanya seseorang akan mengalami beberapa keadaan mulai dari senang hingga menjadi bingung.

Ini merupakan fase yang harus diterima, dan menunggu emosi mereda setelah beberapa hari memahami keadaannya.

2. Jujur Terhadap Perasaan

mengatasi stres kehamilan 2.jpg

Foto: motherandbaby.co.uk

Ketika mengalami kehamilan tak terduga, biarkan diri mengalami ‘roller coaster emotion’, menerimanya dan membiarkannya.

Dilansir dari PsychCentral, waspadai perasaan yang memicu reaksi fisik aktual dalam diri, berikan perhatian khusus pada perasaan itu.

Seseorang dapat menulis emosi dalam buku catatan pribadi, sehingga setelah beberapa hari, seseorang dapat lebih bijak menerima antara mana yang sekarang benar dan yang tampaknya kurang penting.

Sebagian besar wanita mengalami keraguan tentang diri mereka sendiri dan kemampuan mereka untuk membuat keputusan kehamilan.

Sangat mudah membiarkan ketakutan dan keraguan pada diri, tetapi penting untuk menyadari bahwa perasaan awal itu tidak cukup mendasari keputusan.

Mengakui perasaan takut memang boleh, namun tidak untuk melibatkannya saat seseorang mengambil keputusan.

Baca Juga: Yuk Ketahui Perkembangan Kecerdasan Emosional Bayi Sesuai Usianya!

3. Visualisasikan Opsi yang Berbeda

mengatasi stres kehamilan 3.jpg

Foto: meredithcorp.io

Hopeline Pregnancy Resource Center merekomendasikan untuk mengambil langkah mengatasi rasa takut dengan memvisualisasikan opsi yang dimiliki.

Bayangkan di rumah dengan kehadiran seorang bayi yang menemani aktivitas sehari-hari.

Kemudian bayangkan jika harus melewati proses aborsi, emosi apa yang akan dirasakan seminggu setelah aborsi, sebulan setelahnya, dan ketika memegang anak pertama.

Masing-masing keputusan memiliki kesulitan.

Melakukan konsultasi dengan opsi yang terlatih dapat membantu menavigasi melalui proses ini.

4. Percaya Terhadap Insting

mengatasi stres kehamilan 4.jpg

Foto: healthline.com

Meskipun mungkin sulit, cobalah mengesampingkan masalah-masalah seperti pekerjaan, pendidikan, dan pendapatan keluarga.

Selaraskan apapun kondisinya dengan perasaan, pahami dan pelajari.

Saat itu, kemungkinan bukan hanya pihak wanita yang merasakan stres, pasangan mungkin juga mengalami kesulitan menghadapi keadaan tersebut.

Pastikan untuk memberi waktu penyesuaian dan membuat diri lebih tenang.

Setiap kali perasaan kuat muncul, fokuslah terhadap perasaan itu, dan jujurlah pada diri sendiri.

Baca Juga: Kenali 5 Penyebab Vagina Gatal dan Iritasi, Bisa Jadi Karena Stres Juga Lho!

Setiap orang pasti memiliki visi kehidupan, jangan takut untuk mengevaluasi visi, bahkan saat tidak bisa mencapainya.

Jika seseorang kesulitan untuk menghadapinya sendirian, bantuan profesional dapat membantu dengan kondisi yang tidak menghakimi dan lebih netral.

Mungkin setelah melalui beberapa proses, seseorang masih memiliki keraguan yang mengganggu.

Secara psikologis, hal tersebut tergantung pada jaringan dukungan.

Ingatlah, bahwa tidak ada orang tua yang sempurna.

Hilangkan keraguan diri dengan ahlinya, hadapi dengan jujur, dan hasilnya seseorang akan mengetahui fondasi diri yang nyata atau tidak.

Direncanakan atau tidak, kehamilan adalah pengalaman yang sangat pribadi.

Percayalah bahwa seseorang telah secara psikologis dan jujur menilai situasi unik sendiri.

Baca Juga: Menariknya Perkembangan Janin pada Usia Kehamilan 30 Minggu

Artikel Terkait