KESEHATAN
23 Juli 2020

9 Cara Mengatasi Vagina Bau

Vagina berbau tidak sedap tentunya membuat percaya diri menurun
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, pernahkah mengalami masalah vagina berbau? Duh, pastinya membuat tidak nyaman bahkan bisa menurunkan rasa percaya diri, ya.

Sebelumnya, Moms harus memahami bahwa vagina memang memiliki baunya sendiri. Namun, bukan berarti baunya wangi semerbak seperti bunga, ya.

“Aroma vagina bukan seperti pengharum atau parfum. Baunya khas seperti halnya keringat. Namun, gejala yang aneh terjadi ketika vagina berbau tidak sedap, bau amis, dan tidak menghilang sampai beberapa waktu,” ujar Dr. Lauren Streicher, profesor asosiasi kebidanan dan ginekologi klinis di Universitas Northwestern.

Nyatanya, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab vagina bau, seperti sedang menstruasi, kurang menjaga kebersihan vagina, hingga dapat menjadi gejala dari infeksi bakteri atau jamur tertentu.

Baca Juga: Vagina Anak Bau, Apa yang Harus Dilakukan?

Mengatasi Vagina Bau

Vagina berbau tidak sedap memang harus diatasi berdasarkan penyebabnya. Namun, umumnya ada beberapa cara untuk mengatasi bau tidak sedap pada vagina, yaitu:

1. Jaga Kebersihan Vagina

Bau Tidak Sedap pada Vagina, Ini Cara Atasinya-1.jpg

Foto: flo.health

Sebelum melakukan penanganan berlanjut, pastikan Moms menerapkan cara yang tepat untuk membersihkan vagina.

Dilansir dari Center for Young Women's Health, celana ketat dan bahan celana yang tidak menyerap keringat bisa membuat keringat serta bakteri bersarang di vagina, sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi vagina bau adalah:

  • Langsung buang air kecil setelah berhubungan seks
  • Gunakan sabun lembut tanpa pewangi di bagian vulva
  • Mengganti celana dalam setiap habis mandi atau ketika berkeringat dan lembap
  • Mencuci celana dalam dengan deterjen tanpa pewangi
  • Mandi setelah berkeringat
  • Kalau vagina bau, cuci vulva dengan air
  • Gunakan handuk lembut untuk mengeringkan vulva

Selalu ingat untuk tidak menggunakan sabun wangi atau sabun khusus pembersih vagina, karena aroma dan bahan kimia dapat mengganggu pH alami.

2. Ganti Pakaian Dalam Berbahan Katun

Bau Tidak Sedap pada Vagina, Ini Cara Atasinya-2.jpg

Foto: mamamia.com.au

Seperti yang telah dijelaskan di atas, vagina dapat berbau karena pakaian dalam yang panas dan tidak menyerap keringat.

Jika Moms memiliki celana dalam berbahan satin, sutra atau poliester, coba beralih pada jenis katun 100 persen.

Kapas mudah bernapas dan membantu menghilangkan keringat dan cairan dari tubuh. Terlalu lembap dapat mengganggu tingkat bakteri alami pada vagina.

Selain setelah mandi, Moms juga harus segera mengganti celana dalam seusai berolahraga.

Jangan sampai vagina jadi lembap karena keringat, kemudian jadi berbau tidak sedap.

Baca Juga: 5 Makanan Enak dan Baik untuk Kesehatan Vagina

3. Makan Makanan Probiotik

Bau Tidak Sedap pada Vagina, Ini Cara Atasinya-3.jpg

Foto: onlymyhealth.com

Menjaga kesehatan vagina juga harus melalui pola makan yang sehat dan tepat. Beberapa makanan dapat mengurangi bau tidak sedap pada vagina, seperti yoghurt.

Dilansir dari Turkish Journal of Urology, Moms bisa mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik untuk meningkatkan produksi bakteri sehat di tubuh, termasuk di dalam vagina.

Bakteri baik bernama Lactobacillus ini berfungsi untuk:

  • Memperbaiki tingkat keasaman vagina
  • Menghentikan bakteri jahat yang menyerang jaringan vagina
  • Meningkatkan sistem imun tubuh.
  • Probiotik dapat mengatasi infeksi jamur yang menjadi penyebab vagina berbau tidak sedap

Makanan probiotik yang bisa menjadi pilihan di antaranya, yoghurt, kefir, kimchi, tempe, miso, asinan kol, kombucha (teh fermentasi), acar timun, serta keju mozzarella dan cheddar.

4. Makanan Prebiotik

cara mengatasi vagina bau - asparagus

Foto: Orami Photo Stock

Tidak hanya makanan probiotik, makanan prebiotik juga menjadi salah satu cara mengatasi vagina bau, lho.

Komposisi dalam prebiotik mampu menyeimbangkan pH vagina dengan cara meningkatkan produksi bakteri baik.

Makanan yang mengandung prebiotik adalah:

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Asparagus
  • Makanan gandum
  • Oats
  • Kacang kedelai
  • Pisang

Namun, satu hal yang perlu Moms perhatikan adalah prebiotik dapat memperburuk masalah usus, contohnya sindrom iritasi usus besar.

5. Coba Minyak Esensial

Bau Tidak Sedap pada Vagina, Ini Cara Atasinya-4.jpg

Foto: healthline.com

Meskipun belum ada penelitian medis yang mendukungnya, namun Moms bisa mencoba minyak atsiri sebagai pilihan untuk mengurangi bau tidak sedap pada vagina.

Minyak atsiri memiliki sifat antimikroba dan antijamur alami, yang membantu mengurangi dan menghilangkan bakteri.

Namun, berhati-hati saat memakai setiap minyak esensial ke area sekitar vagina karena dapat mengiritasi kulit halus dari area tubuh tersebut. Konsultasikan terlebih dahulu pada dokter sebelum melakukan tahap yang satu ini ya, Moms!

Baca Juga: Gangguan pada Vagina, Menghambat Kehamilan?

6. Konsumsi Jenis Obat-obatan Tertentu

Bau Tidak Sedap pada Vagina, Ini Cara Atasinya-5.jpg

Foto: aoafamily.com

Bau vagina yang tidak sedap dapat menjadi gejala dari berbagai penyakit seperti vaginosis bakteri, infeksi saluran kemih, trikomoniasis, hingga radang panggul.

Tentunya pengobatan penyakit tersebut harus melalui diagnosis dan pemeriksaan yang tepat dari dokter.

Jadi, tidak ada salahnya untuk segera memeriksakan diri ke dokter ketika terjadi gejala aneh pada vagina.

7. Banyak Minum Air Putih

cara mengatasi vagina bau - minum air putih mineral

Foto: Orami Photo Stock

Jangan malas minum air putih ya, Moms! Saat tubuh mengalami dehidrasi, urine akan menjadi lebih asam, sehingga membuat vagina berbau tidak sedap.

Moms harus minum banyak air putih, terutama ketika warna urine terlihat gelap atau cokelat.

Dilansir dari WebMD, wanita disarankan minum 9 gelas (sekitar 2 liter) air per hari. Ibu hamil minum 10 gelas dan ibu menyusui 12 gelas.

Selalu ingat untuk membawa botol minum selama kita beraktivitas, terutama bila banyak bergerak dan berkeringat.

Selain banyak minum air putih, Moms juga harus mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula untuk mengatasi vagina bau.

Makan makanan manis bisa memicu produksi ragi yang akan mempertajam bau vagina.

Meski belum ada riset yang lebih mendalam, beberapa studi awal menemukan mengonsumsi makanan dengan wangi manis seperti semangka, apel, dan ceri bisa mengubah aroma vagina.

8. Rajin Ganti Pembalut

cara mengatasi vagina bau - pembalut

Foto: Orami Photo Stock

Bagi Moms yang sedang menstruasi, sangat wajar bila bau vagina jadi lebih menyengat dibanding biasanya.

Pembalut atau tampon yang terlalu lama digunakan dapat membuat bakteri berkembang biak dengan cepat, sehingga vagina pun jadi berbau.

Makanya, Moms harus rajin mengganti pembalut setiap 3 jam sekali ya. Bersihkan vagina dengan benar menggunakan air dan keringkan dengan handuk sebelum memakai pembalut baru.

Hindari juga memakai panty liner setiap hari karena akan mengurangi keseimbangan bakteri baik di vagina, yang nantinya bisa menyebabkan bau dan infeksi.

9. Bersihkan Vagina Setelah Berhubungan Seks

cara mengatasi vagina bau -

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin Moms pernah menyadari bau yang amis dan pekat setelah berhubungan seks. Ini adalah tanda dari vaginosis bakteri.

Kadang, semen berinteraksi dengan cairan vagina, sehingga menimbulkan bau. Beberapa jenis pelumas juga bisa memengaruhi pH vagina.

Untuk mencegah vagina bau, lakukan hal ini usai berhubungan seks:

  • Gunakan kondom untuk menghindari kontak antara semen dan cairan vagina
  • Bersihkan vulva dengan air, tidak perlu gunakan sabun wangi
  • Hindari menggunakan pelumas dengan aroma dan rasa

Itulah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bau vagina yang tidak sedap.

Sebaiknya jaga selalu kesehatan vagina dengan memerhatikan kebersihannya, pola makan yang sehat, dan lakukan olahraga juga untuk mendukung fungsi dari vagina tersebut.

Baca Juga: Ini 5 Jenis Bau Vagina dan Pengertiannya

Bila sudah melakukan seluruh tips, tapi tidak ada perubahan dalam bau vagina, ada baiknya Moms berkonsultasi pada dokter, karena bisa jadi aroma tidak sedap tersebut merupakan tanda dari penyakit.

Kalau Moms mengalami gejala-gejala di bawah ini, segera kunjungi dokter:

  • Demam lebih dari 38,6°C
  • Urine dan keputihan berbau sangat menyengat
  • Mengalami masalah buang air kecil
  • Kalau Moms hamil dan vagina berbau, cek kondisi diri ke dokter kandungan

Dokter akan mencari tahu penyebabnya dan merekomendasikan perawatan yang tepat.

Artikel Terkait