KESEHATAN
14 September 2019

Mengenal Abses Gigi, Gejala, dan Penanganannya

Ternyata ada tiga tipe abses gigi, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bengkak pada gigi atau gusi berisikan nanah dan menimbulkan rasa nyeri dikenal dengan abses gigi. Jika dibiarkan, area yang terkena abses akan semakin bengkak, tentu saja semakin menibulkan rasa sakit.

Namun, apa sih sebenarnya abses gigi? Seperti apa gejalanya? Bagaimana penanganannya? Cristine Frank, DDS seorang dokter gigi lulusan Loyola University School of Dentistry di Chicago, Illinois, punya penjelasannya seperti dikutip dari healthline.com.

Baca Juga: Yuk Moms, Kenali Abses Gigi pada Anak

Apa Itu Abses Gigi?

Abscess- yorkhillendodontics.com.jpg

Abses gigi adalah kantung nanah atau benjolan yang berisikan nanah yang terbentuk di berbagai bagian gigi sebagai akibat dari infeksi bakteri. Selain itu, bisa pula terbentuk pada gusi atau pada tulang yang menahan gigi untuk tetap berada ditempatnya.

Abses gigi terbagi atas tiga tipe, yaitu :

  • Abses Gingiva, abses yang terletak pada area gusi.
  • Abses Periodontal, abses pada gusi di sebelah akar gigi dan memiliki kemungkinan menyebar ke jaringan dan tulang di sekitarnya.
  • Abses Periapikal, abses yang terjadi pada ujung akar gigi. Kondisi ini terjadi ketika saraf gigi mati dan muncul abses pada ujung akar gigi, kemudian menyebar ke tulang di sekitarnya.

Baca Juga: Abses Gigi pada Ibu Hamil, Simak Penjelasannya

Apa Saja Gejala Abses Gigi?

images (23).jpg

Foto: Netdoctor.co.uk

Abses memiliki beberapa gejala yang spesifik, di antaranya :

  • rasa sakit berdenyut intens di gigi atau gusi yang terkena dan secara bertahap semakin terasa nyeri.
  • rasa sakit yang menyebar ke telinga, rahang dan leher di sisi yang sama dengan gigi atau gusi yang abses.
  • rasa sakit semakin memburuk saat berbaring, sehingga dapat mengganggu tidur
  • rasa sakit saat mengunyah atau menggigit, sensitif terhadap makanan dan minuman panas atau dingin.
  • kemerahan dan pembengkakan wajah
  • gusi mengkilap, merah, dan bengkak
  • gigi berubah warna atau longgar
  • bau mulut dan rasa tidak enak di mulut
  • kelenjar getah bening yang lunak atau membengkak di leher atau di bawah rahang
  • Jika infeksi menyebar, dapat mengalami suhu tinggi (demam).

"Pada kasus abses gigi yang parah, ada kemungkinan merasa sulit untuk sepenuhnya membuka mulut, menelan, atau bahkan bernapas," jelas Cristine Frank.

Baca Juga: Ini 6 Bahaya Abses Gigi Jika Dibiarkan Saja

Bagaimana Penanganan atau Cara Mengobati Abses Gigi?

nerve-3_orig.jpeg

Foto: Dental-dw.co.uk

Pengobatan abses gigi fokus pada membersihkan infeksi dan menghilangkan rasa sakit. Akan tetapi, penanganan abses gigi tetap dilihat dari jenis dan tingkat keparahan abses gigi. Berikut penanganan abses gigi:

  • Membersihkan abses. Dokter gigi akan membuat sayatan kecil di abses untuk mengeluarkan nanah, kemudian membersihkan area tersebut dengan larutan garam.
  • Prosedur saluran akar. Gigi yang terkena abses akan dibor untuk mengeluarkan nanah dan membuang pulpa (bagian tengah gigi) yang terinfeksi. Selanjutnya, dokter gigi akan mengisi dan menutup kembali.
  • Cabut gigi. Jika gigi terlalu rusak, dokter gigi mungkin mencabut sebelum mengeringkan abses.
  • Antibiotik. Jika infeksi telah menyebar di luar area abses atau memiliki sistem kekebalan yang lemah, dokter gigi akan meresepkan antibiotik oral untuk membantu membersihkan infeksi.
  • Membuang benda asing. Jika abses disebabkan oleh benda asing di gusi, maka dokter gigi akan mengeluarkannya.

Namun, jika tidak sempat untuk segera datang ke dokter gigi, bisa menggunakan obat antiinflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen untuk membantu mengatasi rasa sakit.

Selain itu, membilas mulut dengan air garam hangat juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Selamat mencoba!

(SWN)

Artikel Terkait