SELEBRITI
3 September 2019

Mengenal Alergi Anestesi, Sakit yang Tengah Diderita Jessica Iskandar

Alergi anestesi merupakan penyakit langka yang bisa terjadi pada 1 banding 10.000 orang

Sumber: instagram.com/inijedar

Artikel ditulis oleh Amelia
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebagai seorang selebriti yang kerap tampil di layar kaca dan juga aktif di media sosial, paras cantik Jessica Iskandar selalu terpancar lewat kulit wajahnya yang mulus dan bersih.

Namun, baru-baru ini ia mengunggah video yang menunjukkan wajahnya mengalami bercak-bercak merah di bagian pipi dan dagunya.

Dalam Instagram Story-nya, perempuan yang akrab disapa Jedar ini menuliskan bahwa dirinya mengalami alergi anestesi (obat bius).

Kondisi ini yang membuat ia untuk sementara waktu tidak bisa bekerja karena pantangan tidak boleh memakai makeup dan terpapar sinar matahari.

"Aku ijin dari kerja, ga boleh kena make up, ga boleh kena matahari semenjak tragedi muka aku bercak merah.. doain cepat kembali normal ya..????," tulis Jedar pada salah satu unggahan Instagram-nya.

Baca Juga: Mengintip Kompaknya 5 Gaya Fashion Jessica Iskandar dan El Barack

Apa Itu Alergi Anestesi?

alergi

Alergi anestesi merupakan reaksi alergi karena pemberian anestesi selama proses operasi. Faktanya, kondisi ini tenyata langka lho, Moms!

"Diperkirakan 1 dari setiap 10.000 yang menerima anestesi memiliki reaksi alergi pada periode operasi mereka. Ini mungkin juga disebabkan oleh sejumlah obat lainnya," jelas Nancy Moyer, MD, internis bersertifikat di Hibbing, Minnesota, mengutip Healthline.

Namun, bisa jadi seseorang mengalami reaksi non alergi dan efek samping yang kadang kerap disalahartikan sebagai reaksi alergi.

Gejala Alergi Anestesi

Mudah Dicoba, Ini 5 Cara Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes 3.jpg

Gejala reaksi alergi anestesi secara garis besar mirip dengan reaksi alergi lainnya. Gejala reaksi alergi ringan dan sedang meliputi:

  • Ruam
  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan, terutama di area mata, bibir, atau seluruh wajah (angioedema)
  • Penurunan tekanan darah yang ringan
  • Napas pendek
  • Batuk

Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, bisa juga terjadi anafilaksis (alergi berat yang terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian).

Gejala anafilaksis dapat berupa reaksi alergi ringan seperti:

  • Napas pendek yang parah karena penutupan saluran udara
  • Tekanan darah sangat rendah
  • Denyut jantung sangat cepat atau lambat, atau irama jantung abnormal (aritmia)
  • Pusing
  • Syok
  • Kegagalan pernapasan
  • Gagal jantung

Baca Juga: Waspadai Alergi Saat Hamil

Pengobatan Alergi Anestesi

Operasi Besar untuk Kista Berukuran Besar

Jika pasien mengalami alergi anestesi, penting untuk langsung berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Namun, alergi anestesi mungkin terjadi ketika proses operasi berlangsung. Untuk itu, dokter harus sigap dalam mengobati reaksi alergi ini.

Mengutip World Allergy Association, kewaspadaan dokter penting agar cepat mengenali dan mengobati reaksi ini dan melakukan investigasi untuk mengidentifikasi penyebab dan mencegah kambuhnya alergi.

Mencegah Alergi Anestesi

Seseorang tidak dapat mengubah reaksi tubuh terhadap obat-obatan tertentu, tetapi ada beberapa langkah untuk menurunkan risiko reaksi atau efek samping obat tersebut.

1. Tanyakan pada Dokter

Mudah Dicoba, Ini 5 Cara Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes 5.jpg

Tanyakan kepada dokter tentang alternatif dari penggunaan anestesi umum. Meski anestesi umum kadang memang diperlukan.

Cari tahu bila ada pilihan lain seperti anestesi lokal atau spinal.

2. Bicara dengan Tim Anestesiologi

dokter melahirkan (1)

Cari tahu apakah Moms dapat bertemu dengan tim anestesiologi. Hal ini dilakukan untuk membahas pilihan anestesi dan memahami risiko anestesi.

Tanyakan apakah reaksi atau efek samping anestesi dipengaruhi oleh usia atau kondisi kesehatan lainnya.

Baca Juga: Benarkah Riwayat Infeksi Menular Seksual Bikin Susah Hamil?

3. Telusuri Riwayat Keluarga

Anggota Keluarga

Telusuri apakah ada anggota keluarga yang juga sempat memiliki reaksi buruk terhadap anestesi.

Meskipun sangat jarang, beberapa orang mewarisi kerentanan genetik untuk memiliki reaksi berbahaya terhadap anestesi, seperti lonjakan tekanan darah yang parah.

Jika ada anggota keluarga yang sempat mengalami gejala reaksi alergi anestesi, beri tahu dokter.

4. Dilarang Makan Lewat Tengah Malam sebelum Operasi

00 ILUSTRASI TIDAK MAU MAKAN - sumber hellosehaat.jpg

Dokter mungkin akan memberi tahu bahwa pasien dilarang makan bila sudah lewat dari tengah malam sebelum dilakukan operasi.

Hal ini penting diketahui karena jika seseorang menjalani anestesi dan masih ada makanan di perut, pasien dapat memuntahkan makanan ini dan menghirupnya.

Akibatnya, tidak hanya menyebabkan pneumonia, tetapi juga sulit mengalirkan oksigen ke paru-paru selama prosedur operasi, yang dapat mengancam nyawa pasien tersebut.

Bila Moms makan setelah tengah malam, segera beri tahu staf bedah, operasi mungkin perlu ditunda atau dibatalkan.

5. Hindari Konsumsi Vitamin atau Obat Herbal

Obat Obatan HelloSehat

Penting juga setidaknya seminggu sebelum operasi, pasien harus menghentikan konsumsi obat herbal dan vitamin yang disebutkan dokter.

Ini karena beberapa obat herbal atau vitamin tersebut di antaranya dapat berinteraksi dengan obat anestesi, yang selanjutnya bisa menyebabkan alergi.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang alergi anestesi dan bagaimana cara mencegahnya.

Artikel Terkait