KESEHATAN
18 Desember 2019

Bulimia, Ketahui Karakteristik dan Gejalanya

Bulimia juga memengaruhi kesehatan mental lho Moms
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms cukup familiar dengan istilah bulimia? Bulimia atau Bulimia Nervosa merupakan gangguan makan yang serius, bahkan bisa menyebabkan kematian jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh, bulimia juga berkaitan dengan kesehatan mental. Yuk, kenali bulimia dan tanda-tandanya agar lebih aware terhadap penanganan bulimia.

Baca Juga: Mengenal Diabulimia, Gangguan Makan yang Paling Berbahaya di Dunia

Apa Itu Bulimia?

amazonswatchmagazine.com.jpg

Penderita bulimia umumnya memiliki kebiasaan makan dalam porsi besar atau berlebihan yang kemudian dengan sengaja dikeluarkan kembali untuk mencegah kenaikan berat badan. Perilaku untuk mencegah kenaikan berat badan disebut “perilaku kompensasi”.

“Perilaku kompensasi” dilakukan dengan cara memicu agar muntah, menggunakan pencahar yang berlebihan, atau olahraga berlebihan. Psikiater Inggris Gerald Russell menyebutkan bahwa bulimia mempengaruhi kesehatan mental dan fisik.

Dikutip dari The National Institute of Mental Health, bulimia adalah gangguan makan paling umum di Amerika Serikat. Bulimia lebih banyak diderita oleh perempuan.

Karakteristik Bulimia

qinion.com.jpg

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) menyebutkan bulimia sebagai gangguan makan. Buku referensi diagnostik oleh American Psychiatric Association ini berisi daftar gangguan mental dan menjelaskan karakteristik atau kriteria untuk mendiagnosis bulimia. Yakni:

  • Makan dengan porsi yang berlebih dari kebanyakan orang dalam periode waktu yang berdekatan, misalnya selang waktu dua jam.
  • Tidak dapat mengendalikan nafsu makan. Perasaan tidak bisa berhenti makan atau mengendalikan apa atau berapa banyak jumlah makanan yang dikonsumsi.
  • Melakukan perilaku kompensasi yang tidak tepat untuk mencegah kenaikan berat badan, seperti muntah yang diinduksi oleh diri sendiri, penyalahgunaan obat pencahar, puasa, atau olahraga berlebihan.
  • Pesta makan atau dalam porsi yang besar dan ‘perilaku kompensasi’ tersebut dilakukan setidaknya seminggu sekali dalam tiga bulan.
  • Perilaku kompensasi tersebut dipengaruhi oleh pemikiran bentuk dan berat badan.

Baca Juga: 3 Alasan Bulimia dan Anoreksia Dapat Memengaruhi Kesuburan

Tanda dan Gejala Bulimia

betterhelp.com.jpg

Tanda dan gejala bulimia merupakan perpaduan antara karakteristik, mental dan fisik, serta perilaku. Beberapa tanda bulimia hanya terlihat jelas bagi profesional medis.

Namun, ada juga tanda yang dapat diperhatikan oleh keluarga, teman, atau guru. Berikut tanda dan gejalanya:

  • Penurunan berat badan, diet, dan kontrol makanan menjadi perhatian utama penderita bulimia.
  • Tidak dapat mengendalikan porsi makan pada saat ‘pesta makan’.
  • Melakukan perilaku kompensasi, seperti sering pergi ke kamar mandi setelah makan, yang ditandai dengan adanya bau muntah, pembungkus atau paket obat pencahar.
  • Tampaknya tidak nyaman makan di sekitar orang lain
  • Melewatkan waktu makan atau makan dalam porsi kecil saat makan reguler
  • Minum banyak air atau minuman non-kalori
  • Menggunakan obat kumur, permen, dan permen karet dalam jumlah berlebihan
  • Olahraga yang berlebihan, terlepas dari cuaca, kelelahan, sakit, atau cedera dikarenakan kebutuhan untuk "membakar" kalori
  • Pembengkakan yang tidak biasa pada daerah pipi atau rahang
  • Kapalan di punggung tangan dan buku-buku jari dari muntah yang disebabkan oleh diri sendiri
  • Gigi berubah warna, bernoda
  • Perubahan suasana hati yang ekstrem
  • Dari segi fisik kenaikan dan penurunan berat badan cukup drastis
  • Kram perut, keluhan gastrointestinal non-spesifik lainnya (sembelit, asam lambung, dan lain-lain).
  • Masalah gigi, seperti erosi enamel, gigi berlubang, dan sensitivitas gigi. Adanya rongga atau perubahan warna gigi akibat muntah.
  • Gangguan menstruasi, menstruasi yang hilang atau hanya mengalami menstruasi saat menggunakan kontrasepsi hormonal.

Baca Juga: Pahami dan Waspadai Risiko Bulimia Selama Kehamilan Berikut Ini

Penderita bulimia mungkin dapat menutupi dengan baik gejala dan tanda-tanda tersebut. Namun, keluarga harus lebih aware agar dapat segera ditangani dengan baik.

(SWN)

Artikel Terkait