BALITA DAN ANAK
10 Desember 2019

Mengenal Kolitis Ulseratif, Radang Usus pada Anak

Kondisi ini memerlukan perawatan jangka panjang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Yuk, simak penjelasan tentang radang usus pada anak dengan jenis kolitis ulseratif. Kondisi ini adalah yang menyebabkan lapisan dalam usus besar (kolon) menjadi merah dan bengkak dengan borok. Radang usus pada anak ini termasuk inflammatory bowel disease (IBD) yang hanya terjadi di kolon.

Kondisi lain yang termasuk IBD adalah penyakit Crohn. Namun, berdasarkan data yang dipaparkan sebuah penelitian di World Journal of Gastroenterology, kolitis ulseratif lebih umum terjadi pada kelompok usia prasekolah dibanding penyakit Crohn.

Kolitis ulseratif bersifat kronis. Artinya, kondisi ini berlangsung lama atau datang dan pergi terus.

Baca Juga: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati Radang Sendi

Gejala Radang Usus pada Anak

Mengenal Kolitis Ulseratif, Radang Usus pada Anak 01.jpg

Foto: dailymail.co.uk

  • Kram perut
  • Diare
  • Darah di rektum atau kotoran (sel di permukaan lapisan usus mati dan gugur, sehingga muncul luka terbuka yang menyebabkan terjadinya nanah, lendir, dan perdarahan)
  • Keinginan BAB yang sulit ditahan
  • Demam
  • Lemas dan lelah
  • Hilang selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan nutrisi dan cairan tubuh
  • Anemia akibat perdarahan parah

Radang usus pada anak bisa menyebabkan masalah lain seperti koreng di kulit, ruam, masalah mata, osteoporosis, batu ginjal, nyeri sendi dan artritis, serta penyakit hati.

Penyebab Radang Usus pada Anak

Penyebab pasti kolitis ulseratif belum diketahui. Bisa jadi karena kombinasi genetik, sistem kekebalan tubuh, dan virus atau bakteri yang menyebabkan peradangan di saluran gastrointestinal. Diet dan stres bisa memperparah gejala, tapi bukan merupakan penyebabnya.

Baca Juga: Kenali Penyakit Radang Panggul, Apakah Memengaruhi Kesuburan?

Siapa yang Berisiko Terkena Kolitis Ulseratif?

Kondisi ini cenderung diwariskan di keluarga. Bagaimanapun juga, tidak semua penderita kolitis ulseratif memiliki riwayat IBD.

Kolitis ulseratif biasanya terdiagnosis pada usia 15-30 tahun, namun pada dasarnya bisa terjadi pada usia berapapun. Anak-anak yang mengalami kolitis ulseratif mungkin tidak dapat tumbuh sebaik anak lain dan masa pubertasnya biasanya datang terlambat.

Mengatasi Radang Usus pada Anak

Mengenal Kolitis Ulseratif, Radang Usus pada Anak 02.jpg

Foto: compote.slate.com

Kondisi ini tidak dapat disembuhkan kecuali dengan operasi. Namun, gejalanya dapat diredakan menggunakan obat-obatan.

Menurut situs Stanford Children’s Health, sekitar 1 dari 4 anak sampai 2 dari 50 anak dengan kondisi ini memerlukan operasi, terutama jika:

  • Ada lubang di usus
  • Usus melebar dan membengkak (megakolon toksik)
  • Perdarahan tidak dapat dihentikan
  • Gejala tidak dapat diredakan dengan pengobatan atau anak merasakan efek samping
  • Risiko kanker
  • Sakit parah

Baca Juga: Ini Penyebab Radang Usus Buntu pada Balita, Atasi Sebelum Fatal!

Perawatan Radang Usus pada Anak

Mengenal Kolitis Ulseratif, Radang Usus pada Anak 03.jpeg

Foto: simplemost.com

Nafsu makan menurun, diare, serta buruknya pencernaan zat gizi membuat penderita kolitis ulseratif sulit mendapat kalori dan zat gizi yang diperlukan tubuh.

Si Kecil yang menderita kolitis ulseratif perlu mengonsumsi beragam makanan, banyak minum, dan menghindari makanan yang memperparah gejala. Anak yang pertumbuhannya kurang baik membutuhkan dukungan gizi tambahan seperti suplemen.

Radang usus pada anak memerlukan perawatan jangka panjang. Ada kalanya gejala tidak muncul selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Namun, suatu hari gejala biasanya akan datang lagi.

Nah, itulah Moms, penjelasan tentang radang usus pada anak jenis kolitis ulseratif. Jika melihat tanda-tandanya, segera hubungi dokter, ya, Moms.

(EMA/DIN)

Artikel Terkait