KELUARGA
10 November 2019

Menjadi Single Parent? Nggak Masalah. Ini Tipsnya!

Jadi orang tua tunggal dapat menjadi sesuatu yang menantang
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Menjadi seorang single parent di mana harus membesarkan anak sendirian bisa menjadi sebuah tantangan dan dapat membuat stres.

Namun, perlu diingat bahwa Moms atau Dads tidak sendiri. Ada cara untuk mengelola tantangan yang akan dihadapi saat menjadi single parent.

Sehingga, bukan hal yang tidak mungkin bahwa meskipun Si Kecil tidak memiliki sosok ayah atau ibu, Si Kecil dapat dibesarkan menjadi anak yang bahagia dan sehat.

Mengutip Mayo Clinic, berikut beberapa tips menjadi single parent yang baik dan bijak dalam membesarkan anak.

Menjadi Single Parent: Ini Tantangan Umumnya

buat anak menjadi mandiri dengan 5 tips merawat rambut sendiri 1

Membesarkan anak bisa sulit dalam situasi apa pun. Tanpa pasangan, sebagai orang tua tunggal Moms atau Dads memiliki tanggung jawab penuh untuk merawat anak setiap hari.

Menjadi orang tua tunggal dapat menghasilkan tekanan tambahan, stres dan kelelahan.

Jika orang tua terlalu lelah atau merasa terganggu untuk mendisiplinkan anak secara konsisten, masalah perilaku mungkin dapat muncul.

Baca Juga: Mengenal Pola Asuh Hyper Parenting Dan Dampaknya Bagi Anak

Strategi Positif Single Parent dalam Mengurangi Tekanan Merawat Anak

Untuk mengurangi stres sebagai orang tua tunggal, Moms atau Dads dapat melakukan beberapa hal berikut ini pada Si Kecil:

1. Tunjukkan Kasih Sayang

3- Do Kenalkan anak dengan pengasuh lain.jpeg

Ingatlah untuk memuji Si Kecil. Pastikan ia mendapatkan kasih sayang, cinta dan dukungan tanpa syarat dari orang tua tunggalnya.

Sisihkan waktu setiap hari untuk bermain, membaca atau sekadar duduk bersama Si Kecil sehingga ia memiliki momen-momen yang menenangkan ketika bersama orang tuanya.

2. Buat Jadwal Terstruktur

Pelajari 5 Cara Asyik Membacakan Dongeng untuk Anak Sebelum Tidur

Meskipun menjadi single parent penuh waktu dapat menyita banyak waktu, penting untuk menetapkan jadwal rutin dan terstruktur.

Misalnya, seperti jadwal makan dan waktu tidur yang dijadwalkan secara teratur dan konsisten. Ini membantu anak tahu apa yang ia harapkan.

Baca Juga: Bisakah Pola Tidur Bayi Disesuaikan dengan Jadwal Normal?

3. Temukan Penitipan Anak yang Berkualitas

Apa Beda Daycare dan Preschool Ini Dia 4 Penjelasannya 01.jpg

Carilah pengasuh atau penitipan anak yang memenuhi syarat dan berada di lingkungan aman. Jangan mengandalkan anak yang lebih besar sebagai satu-satunya pengasuh bayi.

Selain itu, berhati-hatilah untuk meminta teman atau pasangan baru untuk mengawasi anak.

4. Tetapkan Batas dengan Tegas

rabun jauh pada anak

Jelaskan aturan rumah kepada anak, seperti berbicara dengan hormat, dan tegaskan batas tersebut.

Moms atau Dads juga bisa bekerja sama dengan pengasuh lain dalam kehidupan Si Kecil untuk mendisiplinkan anak dengan lebih konsisten.

Evaluasi kembali batas-batas aturan yang sudah dibuat, seperti waktu bermain ponsel, atau menonton televisi, terutama ketika ia sudah mampu menerima lebih banyak tanggung jawab.

5. Jangan Lupa Merawat Diri Sendiri

self1.jpg

Karena terlalu sibuk mengurus anak sendirian, jangan sampai Moms atau Dads lupa pentingnya merawat diri sendiri.

Hal sederhana seperti melakukan aktivitas fisik dalam rutinitas harian, makan makanan yang sehat dan mendapatkan tidur yang cukup.

Atur waktu untuk melakukan aktivitas yang disukai atau bersama teman.

Baca Juga: Apa Itu Self Care dan Bagaimana Cara Melakukannya?

6. Tetap Positif

4 cara membesarkan balita dengan citra diri positif 1

Menjadi single paren, tidak apa-apa untuk jujur ​​dengan anak jika Moms atau Dads mengalami kesulitan dalam merawat anak, tetapi ingatkan dia bahwa semuanya akan menjadi lebih baik.

Beri anak tingkatan tanggung jawab yang sesuai usia, daripada mengharapkannya untuk dapat berperilaku seperti "orang dewasa yang kecil."

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa remaja dalam rumah tangga orang tua tunggal memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi dan harga diri yang lebih rendah.

Tanda dan gejala depresi bisa termasuk isolasi sosial, merasa sedih, sendirian atau tidak dicintai, tidak menyukai penampilan, sifat mudah marah, dan rasa putus asa.

Menjadi single parent merupakan pengalaman yang menantang tetapi bermanfaat.

Dengan menunjukkan cinta dan rasa hormat kepada anak, berbicara dengan jujur ​​dan tetap positif, Moms atau Dads dapat mengurangi stres dan membantu anak untuk berkembang.

Artikel Terkait