KESEHATAN
28 Agustus 2019

Meski Tidak Diketahui Penyebabnya, 5 Hal Ini Bisa Jadi Pemicu Migrain

Faktor genetik bisa menjadi salah satu pemicu migrain
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Dina Vionetta

Setiap orang pasti pernah mengalami migrain. Meski pun mirip dengan sakit kepala, migrain sebenarnya berbeda. Bahkan migrain dapat menyebabkan rasa sakit berdenyut parah atau sensasi berdenyut, dan biasanya terjadi di satu sisi kepala saja.

Hal ini seringkali disertai dengan mual, muntah, dan sensitivitas ekstrim terhadap cahaya dan suara. Serangan migrain dapat berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari, dan rasa sakitnya bisa sangat parah sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari kita.

Menurut American Migraine Association, migrain mempengaruhi 36 juta orang Amerika, atau sekitar 12 persen dari populasi.

Baca Juga: Lakukan 7 Hal Ini untuk Redakan Serangan Migrain

Migrain bisa teradi mulai dari masa kanak-kanak atau bisa juga tidak pernah terjadi sampai tumbuh dewasa. Wanita lebih mungkin mengalami migrain daripada pria. Riwayat keluarga adalah salah satu faktor risiko paling umum untuk mengalami migrain. Akan tetapi cenderung terjadi pada orang berusia 15 hingga 55 tahun.

Hingga sekarang penyebab dari timbulnya migrain masih belum dapat diketahui dengan pasti. Namun seperti yang telah disebutkan, faktor genetika dan lingkungan tampaknya turut berperan.

Selain itu, ada apalagi pemicu migrain ya? Yuk kita simak Moms.

1. Makanan yang Dikonsumsi

pemicu migrain

Foto: medicalnewstoday.com

Dilansir dari Healthline, makanan yang kita konsumsi juga dapat menjadi pemicu migrain. Makanan tertentu yang dapat memicu migrain antara lain:

  • alkohol atau minuman yang mengandung kafein
  • aditif makanan, seperti nitrat (pengawet dalam daging yang diawetkan), aspartam (gula buatan), atau monosodium glutamat (MSG)
  • tyramine, yang terjadi secara alami pada beberapa makanan

Tyramine juga akan meningkat ketika makanan difermentasi atau sudah lama. Misalnya keju yang sudah lama, asinan kubis, dan kecap asin. Namun, penelitian yang sedang berlangsung sedang melihat lebih dekat pada peran tyramine dalam migrain.

Baca Juga: 5 Hal Sederhana Ini Ternyata Dapat Menyebabkan Sakit Kepala

2. Perubahan Hormon

pemicu migrain

Foto: medium.com

Sangat normal jika Moms mengalami migrain saat sedang menstruasi. Hal disebabkan karena selama menstruasi, wanita mengalami perubahan kadar hormon.

3. Fisik

pemicu migrain

Foto: hellomagazine.com

Kecapekan dan kurang tidur, merasa tegang pada bahu atau leher, postur yang buruk, dan kelelahan fisik semuanya dikaitkan sebagai pemicu migrain. Gula darah rendah dan jet lag juga bisa bertindak sebagai pemicu.

4. Obat-Obatan

pemicu migrain

Foto: honestdocs.id

Dari artikel Medical News Today berjudul Semua Hal yang Harus Diketahui tentang Migrain, dijelaskan bahwa obat-obatan juga bisa menjadi pemicu migrain.

Seperti beberapa obat tidur, terapi penggantian hormon (HRT), dan pil kontrasepsi semua kombinasi ini bisa menjadi pemicu migrain yang kuat.

Baca Juga: 6 Cara Mencegah Migrain yang Sering Menggangu

5. Lingkungan Sekitar

pemicu migrain

Foto: honestdocs.id

Layar yang berkedip-kedip, aroma yang menyengat, perokok pasif, dan suara keras dapat memicu migrain. Kamar pengap, perubahan suhu, dan lampu terang juga bisa menjadi pemicu migrain.

Dengan kata lain, hal-hal yang berada di sekitar kita memiliki kemungkinan besar untuk memicu terjadinya migrain.

Artikel Terkait