KEHAMILAN
19 Agustus 2019

Mitos dan Fakta Seputar Nanas, Benarkah Berbahaya untuk Ibu Hamil?

Benarkah bisa menyebabkan keguguran?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Pernahkah Moms mendengar mitos nanas tidak boleh dikonsumsi ibu hamil? Disebutkan bahwa makan nanas akan menyebabkan keguguran. Terdengar berlebihan, tapi benar atau tidak ya?

Berikut mitos dan fakta buah nanas untuk dikonsumsi ibu hamil.

Menyebabkan Keguguran

menyebabkan keguguran - sumber hipwee.jpg

Foto: hipwee.com

Mitos yang beredar, nanas yang dimakan ibu hamil akan menyebabkan keguguran. Faktanya, nanas memang bisa menginduksi persalinan. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah yang luar biasa besar dalam sekali makan.

Dilansir dari babycentre.co.uk, nanas mengandung enzim bromelain, yang dianggap membantu melunakkan leher rahim.

’’Logikanya adalah bahwa bromelain memecah protein– dan karena embrio muda Anda terdiri dari protein, konsumsi bromelain dapat menyebabkan perdarahan dan keguguran,’’ jelas penulis Rana Conway, yang menulis buku What to Eat When You’re Pregnant.

Meskipun bromelain dapat meningkatkan risiko keguguran, makan beberapa nanas segar tidak akan berpengaruh terhadap janin.

Faktanya, mengonsumsi satu atau dua cangkir nanas segar setiap minggu selama awal kehamilan masih aman dan menyehatkan.

Baca Juga : Bra Berkawat Penyebab Kanker Payudara, Fakta atau Mitos?

Memicu Kontraksi

memicu kontraksi - sumber beritacampurcom.jpg

Mitos seputar nanas yang kedua, bisa memicu kontraksi pada wanita hamil. Faktanya, selama trimester pertama sebaiknya memang hindari makan nanas.

Namun selama trimester kedua, Moms bisa makan sekitar 50 hingga 100 gram nanas dalam seminggu. Pada trimester ketiga, sekitar 250 gram nanas masih aman dikonsumsi dalam sehari.

Menurut situs BabyCenter, secangkir nanas segar memasok sekitar 79 miligram vitamin C.

Yaitu nutrisi yang mendorong produksi kolagen, yang membantu pertumbuhan kulit, tulang, tulang rawan, dan tendon bayi. Nanas segar yang dimaksud adalah yang sudah matang ya, Moms.

Perlu diingat, kelebihan nanas dapat menyebabkan kontraksi rahim. Maka, jumlah yang dikonsumsi harus diatur dengan hati-hati.

Moms juga dapat bertanya kepada dokter mengenai jumlah nanas yang bisa dimakan berdasarkan berat dan tinggi badan Moms.

Baca Juga : Yuk Ketahui 5 Mitos dan Fakta Seputar Diabetes Pada Anak

Menyebabkan Cacat Lahir

menyebabkan cacat lahir - sumber mommyasia.jpg

Foto: mommyasia.id

Dilansir dari situs nichd.nih.gov, penyebab cacat lahir adalah genetik, kelainan kromosom, infeksi bakteri, atau terpapar obat-obatan kimia berbahaya.

Tidak ada studi yang menyatakan mengonsumi buah nanas menyebabkan cacat lahir pada bayi. Artiya, informasi ini hanya mitos.

Malah, mengosumsi nanas dengan porsi tepat bisa membantu Moms menghindari risiko bayi cacat lahir.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), asupan yang ideal untuk ibu hamil terdiri dari lima kelompok makanan yakni sayur-sayuran, buah-buahan, protein, susu, biji-bijian.

Nanas masuk dalam kelompok buah yang membantu memberi janin vitamin dan mineral untuk tumbuh dan berkembang.

Nanas segar membantu Moms memberi sedikit zat besi, nutrisi yang diperlukan untuk produksi darah, serta folat, yang dapat membantu mencegah cacat lahir tertentu.

Itulah mitos dan fakta seputar nanas untuk ibu hamil. Memang dalam beberapa kondisi tertentu, sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsi nanas.

Jika Moms memiliki diabetes gestasional, tekanan darah rendah dan masuk trimester pertama usahakan untuk tidak mengonsumsi nanas berlebihan.

Namun, jika masih ragu, Moms selalu dapat menghubungi dokter untuk mengetahui apa yang terbaik untuk dikonsumsi.

(CT/CAR)

Artikel Terkait