PROGRAM HAMIL
1 April 2018

Mungkinkah Hamil Alami Dengan Diagnosis Endometriosis?

Hamil dengan endometriosis? Mungkinkah?
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

   

Endometriosis adalah kondisi yang menyakitkan dan merupakan salah satu momok nomor satu bagi wanita. Kondisi ini bahkan memiliki potensi besar yang memengaruhi kesuburan wanita.

Lapisan rahim wanita dikenal sebagai endometrium. Jaringan unik ini berperan pada menstruasi, termasuk ketika mengelupas dan menyebabkan perdarahan. Hal inilah yang terjadi ketika Moms mendapatkan menstruasi.

Ketika seorang wanita memiliki endometriosis, jaringan ini tumbuh di tempat-tempat  yang tidak seharusnya. Contohnya, termasuk di ovarium, usus, atau jaringan lapisan pelvis atau tulang panggul.

Nah, pertanyaannya adalah, mungkinkah meningkatkan peluang hamil dengan endometriosis?

    

Bagaimana Endometriosis Bikin Sulit Punya Anak?

Masalah dengan tumbuhnya jaringan endometrium di bagian lain dari tubuh Moms adalah jaringan itu akan luruh dan berdarah seperti halnya perdarahan dalam rahim. Tetapi darah ini tidak bisa menemukan jalan untuk mengalir keluar dari tubuh. Seiring waktu, darah dan jaringan ini dapat berkembang menjadi kista, jaringan parut, dan perlengketan.

Gejala endometriosis yang paling umum adalah rasa nyeri yang kuat, termasuk pada panggul dan kram perut. Banyak wanita penderita endometriosis beranggapan bahwa mereka hanya mengalami sakit menstruasi, sehingga endometriosis sering kali tak terdeteksi sampai dilakukan tes kesuburan.

Diperkirakan sepertiga sampai setengah dari wanita dengan endometriosis dilaporkan sulit punya anak. Namun, jangan khawatir, Moms. Hamil dengan endometriosis bukanlah hal yang mustahil. Saat ini banyak terapi dan pengobatan modern yang dapat membantu mengatasi masalah ini.

Tingkat keberhasilan IVF adalah 50 persen bagi perempuan yang tidak memiliki endometriosis. Namun, banyak wanita berhasil hamil dengan endometriosis melalui perawatan IVF. IVF sering direkomendasikan bagi wanita dengan kasus endometriosis sedang hingga parah, atau bagi wanita yang tubuhnya tidak bisa merespons terapi kesuburan lainnya.

     

Bagaimana Meningkatkan Peluang Hamil Dengan Endometriosis?

Saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa penggunaan obat-obatan tertentu dapat meningkatkan peluang hamil. Kebanyakan pengobatan endometriosis saat ini bertujuan untuk menghambat ovulasi. Salah satu contoh adalah konsumsi pil KB. Jika Moms merencanakan kehamilan, Moms tentu harus menghentikan pengobatan ini. Namun, dokter mungkin meresepkan obat tertentu, seperti progestin, sebagai salah satu cara untuk meningkatkan jumlah hormon kehamilan pada tubuh wanita.

 

Berikut ini adalah beberapa contoh langkah yang dapat diambil, antara lain:

  • Mempertahankan berat badan yang ideal
  • Konsumsi makanan sehat yang bergizi tinggi seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak
  • Olahraga ringan setiap hari, termasuk jogging, yoga, dan ikut kelas aerobik
  • Selain itu, penting juga menjalani gaya hidup sesehat mungkin ketika Moms menderita endometriosis dan sulit punya anak.

Beberapa langkah tersebut dapat mengurangi peradangan dan mempersiapkan bayi Moms tumbuh dan berkembang selama kehamilan yang sehat.

Perlu diingat bahwa usia dapat menjadi faktor untuk semua wanita yang ingin hamil. Tingkat kesuburan yang lebih tinggi dikaitkan dengan usia yang lebih muda. Wanita berusia 35 tahun dan lebih tua lebih rentan terhadap risiko infertilitas dan keguguran dibanding wanita yang lebih muda.

  

Wanita dengan endometriosis memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap:

  

Kabar baiknya adalah bahwa banyak wanita berhasil hamil dengan endometriosis dan akhirnya melahirkan bayi yang sehat. Kuncinya adalah mulailah berkonsultasi dengan dokter kandungan Moms jika Moms tidak kunjung hamil setelah minimal 6 bulan mencoba hamil. Diskusikan dengan dokter tentang berbagai pilihan konsepsi yang tepat bagi Moms.

Bagaimana cara Moms menghadapi kehamilan dengan endometriosis?

  

(ROS)

Artikel Terkait