BAYI
23 September 2019

Normalkah Bayi yang Baru Lahir Buang Air Besar Terus Menerus?

Satu kali, dua kali, tiga kali. Kok Si Kecil sering sekali buang air besar, ya?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Orami

Baru saja diganti, Moms harus mengganti popok Si Kecil lagi. Sebagai ibu baru pasti ada sedikit rasa khawatir ketika mendapati Si Kecil yang baru lahir terus bolak-balik mengeluarkan kotoran alias buang air besar.

Tenang saja, Moms. Justru ini saatnya Moms mulai berhitung berapa kali dalam sehari Si Kecil buang air besar alias pup. Ada beberapa ciri yang bisa Moms gunakan sebagai patokan apakah pupnya normal atau tidak.

Baca juga: Perbandingan Buang Air Besar: Bayi Minum ASI Eksklusif VS Susu Formula

Frekuensi Pup

baby, buang air besaar

Foto: Freepik.com

Jika Si Kecil adalah bayi ASI maka normal baginya untuk buang air besar sebanyak 1-8 kali dalam satu hari karena ASI sangat mudah dicerna. Sedangkan, untuk bayi yang diberikan susu formula biasanya buang air besar 2 kali sehari tetapi bisa juga lebih, tergantung pada sistem pencernaannya.

"Beberapa bayi buang air besar usai menyusu, tetapi ada juga yang setiap tiga hari. Ini semua normal," kata Tanya Remer Altmann, dokter anak yang juga editor dari The Wonder Years: Helping Your Baby and Young Child Successfully Negotiate the Major Developmental Milestones.

Ketika Si Kecil buang air setiap habis disusui selama beberapa minggu pertamanya, justru ini adalah pertanda baik. Sebab itu artinya dia mendapatkan banyak air susu.

Warna dan Tekstur Pup

bayi, kesehatan

Foto: Freepik.com

Bayi yang diberi ASI dan susu formula memiliki sedikit perbedaan pada kotorannya. Untuk bayi yang diberi ASI warna kotorannya cenderung seperti berwarna kuning seperti saus mustard dengan tekstur sangat lembek dan sedikit berair.

Sedangkan untuk bayi yang diberikan susu formula warna kotorannya cenderung lebih tua atau berwarna kuning pucat, cenderung kecoklatan, atau hijau kecoklatan. Tekstur kotoran lembut, tetapi tidak selembek bayi dengan ASI.

Satu lagi yang perlu Moms ingat adalah tak perlu panik saat menemukan pup pertama Si Kecil berwarna kehitaman dan juga lembek. Itu disebut mekonium. Mekonium terdiri dari lendir, sel kulit, dan juga cairan ketuban. Pup seperti ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Baca juga: Bayi Terkena Diare, Apakah Perlu Diobati Antibiotik?

Aroma Pup

bayi, kesehatan

Foto: greenopedia.com

Kotoran bayi yang diberi ASI secara umum tidak bau sama sekali. Sedangkan, kotoran bayi yang diberi susu formula memiliki sedikit bau. Walau demikian, aroma yang ditimbulkan masih sangat normal dan tidak membuat seisi ruangan mencium aromanya.

Aroma pada pup bayi ini juga tergantung pada frekuensi Si Kecil pup. Seperti yang diungkapkan Wendy Sue Swanson, M.D. dalam tulisannya untuk Parents, "Aroma pup sering kali merupakan cerminan dari berapa lama kotoran berada di usus," jelasnya.

Semakin lama mengendap di usus maka semakin banyak bakterinya dan semakin bau pula aromanya. Namun, beberapa bayi dengan aroma pup yang sangat asam atau berbau mungkin memiliki intoleransi atau alergi.

Jika Moms mendapati pup bayi sangat berbau seperti ini segera periksakan kondisinya ke dokter anak.

Baca juga: Apa Obat untuk Mengatasi Diare Pada Bayi Usia 9 Bulan?

Selain kondisi di atas, Moms wajib waspada jika pup Si Kecil teksturnya terlalu encer. Itu adalah tanda-tanda diare. Sedangkan jika pup Si Kecil bentuknya sangat keras, membuatnya pantatnya merah, dan bau bisa jadi ini adalah tanda konstipasi.

(ERN/KM)

Artikel Terkait