BAYI
29 Maret 2020

Mengenal Otitis Media, Infeksi Telinga Tengah pada Bayi

Apakah Moms pernah mendengar penyakit otitis media? Yuk, kita cari tahu!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Indah
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Mom pernah mendengar tentang otitis media? Otitis media bukan alat, tapi merupakan sebuah penyakit yang sering dialami oleh bayi dan anak-anak, lho.

Otitis media adalah infeksi telinga bagian tengah, yakni berada di rongga belakang gendang telinga. Dilansir dari Stanford Children's Health, sebanyak 80 persen anak-anak berusia kurang dari 3 tahun pernah mengalami setidaknya satu kali infeksi telinga tengah ini.

Meskipun anak-anak usia 6 bulan hingga 2 tahun rawan terkena otitis media, namun ada faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko terkena otitis media ini, lho. Apa saja?

  • Berada di lingkungan perokok atau dekat dengan perokok
  • Memiliki keturunan infeksi telinga
  • Sistem imun yang lemah
  • Anak-anak yang banyak menghabiskan waktu di daycare
  • Demam
  • Minum susu dengan botol sambil berbaring
  • Tidak menyusui langsung dari payudara ibu

Baca Juga: Mengenal Otitis Media, Infeksi Telinga Pada Bayi

Penyebab Otitis Media pada Bayi

125921.gif

Photo: Orami Photo Stock

Biasanya, otitis media pada bayi ini disebabkan karena terjadinya malfungsi tuba eustachian, yakni sebuah kanal yang menghubungkan antara telinga tengah dengan tenggorokan.

Ketika tuba ini tidak berfungsi dengan baik, drainase cairan dari telinga tengah terhambat sehingga cairan menumpuk dibelakang gendang telinga. Ketika cairan ini menumpuk, maka bakteri dan virus akan mudah berkembang sehingga menyebabkan infeksi.

Tuba eustachian ini tidak bekerja dengan baik ketika terjadi demam atau alergi yang kemudian menyumbat saluran telinga, hidung dan tenggorokan. Tentunya penyumbatan ini akan memicu drainase cairan di telinga terhambat.

Tipe Otitis Media pada Bayi

otitis media pada bayi

Ada 3 tipe otitis media, yakni:

1. Acute Otitis Media (AOM)

AOM disebabkan oleh cairan serta lendir yang terperangkan di telinga tengah yang mengakibatkan demam, sakit telinga dan tidak bisa mendengar/budek. Seringkali AOM diakibatkan oleh virus Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis.

2. Otitis Media with Effusion (OME)

OME terjadi saat cairan tetap terperangkap di telinga tengah setelah terjadinya infeksi. Setelah demam dan sakit telinga menghilang, namun telinga terasa penuh dan budek tetap terjadi.

Anak-anak yang mengalami speech delay sebaiknya di cek pendengarannya, karena kebanyakan anak speech delay rupanya mengalami masalah pendengaran.

3. Chronic Otitis Media with Effusion (COME)

Cairan tetap ada di telinga tengah dalam jangka waktu lama dan terus kembali walaupun tidak terjadi infeksi. Hal ini bisa mengakibatkan seorang anak kesulitan mendengar dan penyakit ini akan sulit teratasi jika terjadi infeksi baru.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Infeksi Telinga Bayi

Gejala Otitis Media pada Bayi

gendang telinga pecah pada anak-1.jpg

Photo: Orami Photo Stock

  1. Sulit tidur atau sebaliknya selalu ingin tidur
  2. Menarik-narik telinga
  3. Demam
  4. Cairan keluar dari telinga
  5. Kehilangan keseimbangan
  6. Telinga terasa nyeri
  7. Sulit mendengar atau tidak bisa mendengar sama sekali

Gejala ini bisa berbeda pada setiap anak, untuk diagnosa yang lebih tepat, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan dokter, ya.

Cara Mengobati Otitis Media pada Bayi

telinga.png

Photo: Orami Photo Stocks

Otitis media bisa disembuhkan dengan minum obat dan dengan obat tetes. Namun, setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda, serta tingkat keparahan otitis media pada setiap orang berbeda.

Ada yang sembuh hanya dengan minum obat, ada juga yang harus dioperasi jika keadannya tidak memungkinkan untuk dirawat dengan hanya minum obat.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Infeksi pada Telinga Bayi

Nah, itulah ulasan seputar otitis media pada bayi. Selalu konsultasikan kondisi anak ke dokter dan untuk masalah otitis media ini bisa berkonsultasi ke dokter spesialis THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan).

Artikel Terkait