BALITA DAN ANAK
29 Mei 2020

4 Penyebab Mata Anak Sering Berkedip, Sudah Tahu?

Mata anak sering berkedip, normalkah?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Begita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Berkedip merupakan refleks normal untuk melindungi mata dari kekeringan, cahaya terang, serta jari-jari atau benda lain yang mendekatinya. Berkedip juga mengatur air mata yang menyehatkan dan membersihkan permukaan mata.

Tetapi, bagaimana jika anak sering berkedip?

Menurut American Association for Pediatric Ophthalmology & Strabismus, bayi baru lahir hanya berkedip dua kali setiap menit. Jumlah itu meningkat menjadi 14-17 kali per menit saat remaja dan tetap pada tingkat itu sepanjang sisa hidup manusia.

Berkedip bisa meningkat ketika seseorang berbicara, menghadapi rasa sakit, cahaya terang, perubahan suhu, dan kelembapan.

Lalu, kapan berkedip sudah tergolong berlebihan? Sebenarnya, tidak ada definisi yang tepat mengenai berkedip berlebihan atau yang disebut dengan excessive blinking.

Berkedip dianggap berlebihan jika sudah mengganggu hidup, pandangan, atau juga aktivitas keseharian.

Baca Juga: 5 Cara Mengobati Sakit Mata pada Anak

Dilansir dari situs resmi Asosiasi Oftalmologi Anak dan Strabismus Amerika (American Association for Pediatric Ophthalmology & Strabismus), berkedip berlebihan bisa disebabkan oleh masalah di kelopak mata atau segmen anterior (permukaan depan mata), kebiasaan tic, kesalahan refraksi (kebutuhan untuk menggunakan kacamata), stres, serta intermittent exotropia atau ketika satu mata melayang keluar dan saat lain mata lurus biasanya terlihat saat mata lelah atau melamun.

Sering berkedip jarang menjadi tanda gangguan neurologis yang tidak terdiagnosis.

Penyebab Mata Anak Sering Berkedip

Mata Anak Sering Berkedip, Normal atau Tidak?

Foto: orami Photo Stock

Orang tua sering bimbang, apakah mereka harus khawatir dengan anak yang berkedip berlebihan. Meskipun gejala ini biasanya tidak mengkhawatirkan, penting untuk menemui dokter anak atau dokter mata jika anak sering berkedip atau menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan.

Kabar baiknya, jarang ditemukan berkedip berlebihan bisa menyebabkan hilangnya penglihatan.

American Academy of Ophthalmology menyebut, studi pada anak-anak di bawah 16 tahun menunjukkan empat penyebab umum berkedip berlebihan. Berikut ulasannya.

1. Masalah pada Kornea di Bagian Depan Mata

Penyebab mata anak sering berkedip yang pertama adalah masalah pada kornea bagian depan. Termasuk juga mata kering, bulu mata tumbuh ke dalam, benda asing di mata atau di bawah kelopak mata, abrasi kornea atau goresan di depan mata, alergi, juga konjungtivitas (mata merah muda).

Pada beberapa kasus, tidak ada penyebab yang jelas untuk menjawab alasan berkedip berlebihan. Periksakan anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dokter akan menggunakan mikroskop khusus dengan cahaya terang (slit lamp) untuk mengetahui masalahnya mempengaruhi kornea di bagian depan mata.

Jika mengalami abrasi kornea, anak mungkin perlu mengenakan tambalan untuk mengurangi kedipan dan membantu agar goresan sembuh. Obat tetes mata pelembab atau antibiotik bisa juga digunakan.

Baca Juga: Tanda-tanda Anak Mengalami Mata Minus

2. Kebiasaan Tic atau Gerakan Tubuh Berulang yang Tidak Disengaja

Penyebab mata anak sering berkedip yang selanjutnya adalah kebiasaan tic. Gejala fisik umum pada tic ialah berkedip. Tic biasanya disebabkan oleh stres, kecemasan, kelelahan, juga kebosanan. Pada banyak kasus, tic tidak berbahaya dan anak-anak bisa mengatasinya.

Berkedip akibat tic biasanya tidak perlu perawatan. Tic bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk hilang. Bicarakan dengan dokter anak untuk mengidentifikasi pemicu tic. Tic bisa diperburuk oleh stres atau akibat efek samping obat ADHD (Attention-deficit/hyperactivity disorder).

Jika anak menunjukkan gejala tic lainnya, misalnya tic vocal, seperti batuk atau membersihkan tenggorokan, dokter mungkin akan merujuk ke ahli saraf. Hal itu bisa jadi sebagai tanda sindrom Tourette.

3. Kesalahan Refraktif yang Tidak Dikoreksi

Penyebab mata anak sering berkedip yang selanjutnya adalah kesalahan refraktif yang tidak dikoreksi. Diatasi dengan memperbaiki resep kacamata untuk mengatasi rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme.

Kesalahan refraksi bisa diatasi dengan penggunaan kacamata. Tetapi kadang kacamata tidak bisa digunakan untuk meluruskan mata anak.

4. Mata Tidak Lurus atau Juling (Strabismus)

Penyebab mata anak sering berkedip yang selanjutnya adalah mata juling. Strabismus terjadi ketika mata tidak sebaris dan menunjuk ke arah yang berbeda.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Mata Merah Pada Anak Sesuai Penyebabnya

Perawatan untuk anak sering berkedip bergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan bulu mata atau benda asing di mata, maka harus dikeluarkan. Dokter akan merekomendasikan obat tetes mata atau resep lainnya untuk mengatasi alergi, konjuntivitas, atau mata kering.

Jika penyebab tidak ditemukan serta tidak ada gejala lain, maka yang diperlukan ialah observasi. Jika ditemukan gejala baru, temui dokter mata untuk pemeriksaan lanjutan.

Artikel Terkait