KESEHATAN
14 November 2019

Perbedaan Gangguan Tidur dan Kebiasaan Tidur yang Buruk, Tidak Sama Lho!

Gangguan tidur memiliki pola yang konsisten
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Gangguan tidur atau sulit tidur pada malam hari seringkali menjadi alasan ngantuk sepanjang hari. Dikutip dari Nation Sleep Foundation, kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan rasa grogi di esok harinya dan bahkan bisa meningkatkan risiko Alzheimer.

Kualitas tidur yang buruk ternyata bisa disebabkan oleh gangguan tidur dan kebiasaan tidur yang buruk. Keduanya adalah hal yang agak berbeda.

Perbedaan Gangguan Tidur dan Kebiasaan Tidur yang Buruk

Apakah ada perbedaan gangguan tidur dan kebiasaan tidur yang buruk? Yuk simak ulasan mengenai perbedaan gangguan tidur dan kebiasaan tidur yang buruk di bawah ini!

Baca Juga: Ketahui 5 Jenis Gangguan Tidur yang Berbahaya Bagi Balita

Gangguan Tidur Lebih Sering Menyebabkan Ngantuk

Gangguan Tidur Memiliki Pola yang Konsisten.jpg

Foto: thedrive.com

Perbedaan gangguan tidur dan kebiasaan tidur yang buruk pertama adalah dampaknya pada aktivitas di siang hari.

James A. Rowley, Kepala Divisi Pulmonary, Critical Care, & Sleep Medicine DMC’s Detroit Receiving Hospital di Michigan menyebutkan, pada kebanyakan kasus orang dengan kebiasan tidur yang buruk masih dapat beraktivitas dengan baik di siang hari.

Kebiasaan tidur yang buruk tidak mengganggu kegiatan di tempat kerja, sekolah, ataupun melakukan lain seperti mengemudi.

“Kebiasaan tidur yang buruk dapat diperbaiki dan kualitas tidur dapat dengan mudah semakin membaik. Akan tetapi berbeda dengan gangguan tidur,” jelasnya.

Ellen Wermter, praktisi perawat keluarga dan juru bicara Better Sleep Council menjelaskan, mengantuk di siang hari yang dirasakan secara konsisten adalah salah satu ciri adanya kemungkinan miliki masalah medis gangguan tidur.

"Jika memiliki kebiasaan tidur yang baik dan masih merasa tidur pada malam hari tidak berkualitas, maka itu tanda Anda mengalami gangguan tidur dan menjadi sinyal untuk membuat janji dengan dokter spesialis," katanya.

Baca Juga: Obstructive Sleep Apnea, Gangguan yang Menyebabkan Berhentinya Pernapasan Saat Tidur

Gangguan Tidur Memiliki Pola yang Konsisten

Gangguan Tidur Lebih Sering Menyebabkan Ngantuk.jpg

Foto: kidspot.com.au

Perbedaan gangguan tidur dan kebiasaan tidur yang buruk selanjutnya adalah konsistensi pola.

Windel Stracener, dokter keluarga yang praktek di Richmond, Indiana menyebutkan, jika sering terbangun dalam waktu yang lama sebelum tertidur kembali hampir setiap malam, bangun terlalu pagi, bangun tidur namun merasa seperti belum tidur sama sekali, atau tiba-tiba tertidur secara berkala di siang hari (bahkan saat mengemudi) maka hal tersebut dikarenakan gangguan tidur.

Bisa disebabkan oleh sleep apnea, insomnia, atau narkolepsi.

"Meski demikian, penting untuk tidak mendiagnosis diri sendiri. Buatlah buku harian mengenai kualitas tidur dan buat janji dengan dokter sehingga dapat mendiskusikan apa yang menyebabkan kurang tidur dan bagaimana penanganannya,” jelas Stracener.

Dalam buku harian kualitas tidur tersebut pastikan untuk mencatat jika mengonsumsi kafein atau alkohol, berapa banyak waktu yang dihabiskan di tempat tidur sebelum tertidur, seberapa sering bangun di malam hari, dan ketika bangun pada pagi hari seberapa baik kualitas tidur secara keseluruhan.

Catatan tersebut akan membantu dokter dalam merekomendasikan penanganan yang tepat agar tidur lebih nyenyak, termasuk merujuk ke spesialis mengenai tidur untuk mendapatkan tes yang lebih rinci.

Beberapa tanda bahwa kualitas tidur kurang baik di antaranya, butuh lebih dari 30 menit untuk tertidur setelah naik ke tempat tidur, terbangun lebih dari sekali setiap malamnya, dan terjaga selama lebih dari 20 menit ketika terbangun pada tengah malam.

Baca Juga: Gangguan Tidur Narkolepsi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Itulah perbedaan gangguan tidur dan kebiasaan tidur yang buruk. Tidur tidak teratur dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit jantung.

Maka, penting untuk membuat tidur lebih berkualitas, terlepas dari masalah gangguan tidur atau sekadar kebiasaan buruk.

(SWN)

Artikel Terkait