BAYI
12 Juni 2019

Perbedaan Gerakan pada Motorik Kasar dan Halus

Kemampuan motorik menjadi kemampuan yang penting untuk dilatih sejak dini. Ketahui perbedaan dari gerakan motorik kasar dan halus berikut ini.
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Carla Octama

Kemampuan motorik menjadi kemampuan yang penting untuk dilatih dan dikembangkan sejak dini.

Kemampuan motorik ini menjadi awal untuk pengembangan kemampuan yang lainnya, seperti kemampuan sensori dan kemampuan kognitif.

Maka sebagai orang tua, sebaiknya perhatikan perkembangan motorik pada anak.

Menurut seorang early childhood practitioner dan co-founder Rumah Dandelion bernama Carmelia Riyadhni, kegiatan yang melibatkan koordinasi otot-otot pada badan manusia, baik gerakan otot besar, yang disebut motorik kasar, dan gerakan pada otot-otot kecil yang disebut motorik halus.

Perkembangan motorik anak dipengaruhi oleh usia, kondisi fisik seseorang, dan juga stimulasi yang diberikan.

Kemampuan motorik juga merupakan faktor yang penting dalam perkembangan individu nantinya secara keseluruhan.

Maka penting untuk memberikan stimulasi motorik sejak dini agar kemampuannya terlatih sejak dini.

Baca Juga : Asah Kemampuan Motorik Anak Dengan Cara Seru Ini!

“Perkembangan motorik itu berawal dari kepala ke kaki, atau dari atas ke bawah. Selain itu, perkembangan motorik juga dapat dari tengah ke luar, misalnya saja kemampuan tangan. Misalkan, tadinya anak hanya mampu mengambil dengan meraup, lama-lama dia bisa mengambil dengan jempol dan telunjuk,” ungkap Carmelia saat bincang-bincang melalui Kulwap Orami Community pada Selasa (5/3) lalu.

Keterampilan motorik kasar dan halus anak harus dilatih dan dikembangkan setiap saat dengan berbagai aktivitas.

Pengembangan ini memungkinkan anak melakukan melakukan berbagai hal yang lebih baik, termasuk di dalamnya pencapaian dalam hal akademik dan fisik.

Lalu, apa saja perbedaan kegiatan dari kemampuan motorik kasar dan halus? Ini ulasannya.

Tentang Kemampuan Motorik Kasar

Perbedaan Gerakan pada Motorik Kasar dan Halus-2.jpg

Foto: babyinfo

Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan otot-otot besar, sebagian besar atau seluruh anggota tubuh.

Kegiatan yang dimaksud seperti kemampuan anak untuk berguling, merangkak, duduk tegak, berdiri dengan stabil, berjalan dengan stabil, hingga akhirnya mampu berlari dan menendang.

Baca Juga : 8 Permainan Indoor untuk Melatih Motorik Bayi

Adapun tahapan perkembangan motorik kasar anak yang bisa dilihat dari usianya, yaitu sebagai berikut:

  • Usia 2-5 bulan: anak bisa berguling.
  • Usia 5-7 bulan: anak sudah mampu duduk tanpa bantuan.
  • Usia 7-8 bulan: anak bisa berdiri tapi sambil berpegangan.
  • Usia 10-14 bulan: anak mampu berdiri sendiri tanpa berpegangan.
  • Usia 11-15 bulan: anak dapat berjalan stabil.

Kemampuan motorik kasar menjadi fondasi yang kuat nantinya untuk mendukung aktivitas bermain anak, belajar, bersosialisasi, dan membangun kepercayaan diri anak nantinya.

“Setiap saat manusia akan melakukan kegiatan, seperti duduk, berdiri, maupun bergerak. Ketika anak masih bayi, mereka masih belajar untuk menyempurnakan kemampuan ini. Maka, stimulasi rutin dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar anak kuat bergerak,” ungkap Carmelia.

Stimulasi motorik kasar bisa diberikan dengan permainan-permainan sederhana seperti aktivitas di alas yang datar, meletakkan mainan di atas meja agar anak mampu meraihnya, hingga olahraga seperti renang.

Tentang Kemampuan Motorik Halus

Perbedaan Gerakan pada Motorik Kasar dan Halus-3.jpg

Foto: anbbaby

Kalau kemampuan motorik halus lebih mengarah pada seberapa mampu anak untuk menggunakan otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu yang dipengaruhi oleh kesempatan belajar dan berlatih.

Kemampuan ini juga meliputi koordinasi antara mata dan tangan.

Kegiatan yang termasuk dalam kegiatan motorik halus seperti memegang benda di antara jari-jarinya, menyusun, memindahkan benda dari tangan, mencoret, menggunting, dan menulis.

Baca Juga : 5 Tahap Penting Perkembangan Motorik Bayi, Apa Sudah Sesuai?

Perkembangan motorik halus ini mulai berkembang seiring pertambahan usia anak, namun stimulasi sangat dibutuhkan.

Ketika anak mampu belajar menggunakan tangannya dengan baik untuk makan, berpakaian, bermain, dan mengontrol objek yang ada di depannya, maka kemampuan motorik halusnya semakin terlatih.

Berikan permainan yang sesuai dengan usianya, ya, Moms agar kemampuan motorik kasar dan halusnya dapat bertumbuh dan berkembang secara optimal.

(DG/CAR)

Artikel Terkait