KEHAMILAN
7 Juli 2020

5 Perbedaan Morning Sickness dan Hiperemesis Gravidarum, Serupa tapi Tak Sama

Morning sickness hanya terjadi di awal kehamilan, sementara hiperemesis bisa terjadi sepanjang kehamilan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tak jarang, ketika trimester pertama kehamilan, Moms mengalami serangan mual dan muntah. Kondisi ini dikenal sebagai morning sickness.

Mual tersebut dapat terjadi kapan saja, siang atau malam hari. Biasanya dimulai sekitar minggu ke-6 kehamilan, memuncak sekitar minggu ke-9, dan menghilang pada minggu ke-16 hingga 18.

Nah, meskipun tidak menyenangkan, morning sickness dianggap bagian normal dari kehamilan yang sehat, Moms.

Tetapi, yang tidak normal adalah ketika mual di pagi hari menjadi begitu parah sehingga seorang wanita terus-menerus muntah beberapa kali sehari, kehilangan berat badan, hingga berisiko mengalami dehidrasi.

Baca Juga:Kurangi Morning Sickness dengan Makanan-Makanan Ini!

Kondisi tersebut disebut dengan hiperemesis gravidarum yang berarti muntah berlebihan selama kehamilan sesuai dengan istilah medisnya.

Biasanya mengikuti garis waktu yang mirip dengan mual di pagi hari. Namun, sering dimulai lebih awal pada kehamilan, antara minggu 4 dan 5, dan berlangsung lebih lama.

Meskipun beberapa ibu dengan mual pagi hari merasa lebih baik sekitar pertengahan kehamilan mereka (sekitar minggu 20), beberapa terus mengalaminya selama seluruh kehamilan. Seringkali, gejalanya menjadi kurang parah ketika kehamilan berlanjut.

Perbedaan Morning Sickness dan Hiperemesis Gravidarum

Akan tetapi, Moms pun dibuat bingung apakah yang dialami saat mual hamil merupakan kondisi morning sickness atau hiperemesis gravidarum. Untuk mengetahuinya berikut ini adalah perbedaan morning sickness dan hyperemesis gravidarum yang dilansir dari artikel pregnancy sickness support secara umum di bawah ini.

1. Mual

Mual

Perbedaan morning sickness dan hiperemesis gravidarum yang pertama terletak pada kondisi mual. Ketika Moms mengalami morning sickness, mual kadang disertai dengan muntah. Akan tetapi, untuk hyperemesis gravidarum mual selalu disertai dengan muntah yang parah.

2. Waktu Mual

Waktu muntah

Perbedaan morning sickness dan hiperemesis gravidarum yang selanjutnya terletak pada waktu mual. Saat morning sickness, mual akan mereda pada minggu ke-12 atau setelahnya. Sementara itu, pada kasus Moms yang mengalami hyperemesis gravidarum mual tidak akan reda hingga jelang waktu kelahiran.

Baca Juga:Ibu yang Tidak Mengalami Morning Sickness Ternyata Wajar Lho! Ini 5 Alasannya

3. Tak Masuk Makan

Mual Saat Hamil

Perbedaan morning sickness dan hiperemesis gravidarum yang selanjutnya terletak pada masalah makan. Muntah saat morning sickness masih memungkinkan Moms untuk menyimpan makan.

Berbanding terbalik dengan yang hyperemesis gravidarum, muntah tidak memungkinkan Anda menyimpan makanan apa pun yang berakibat ketidakseimbangan elektrolit.

4. Kehilangan Berat Badan

Kehilangan berat badan

Perbedaan morning sickness dan hiperemesis gravidarum yang selanjutnya terletak pada masalah berat badan. Kemungkinan morning sickness akan kehilangan lebih sedikit berat badan tapi akan bertambah seiring hilangnya keadaan tersebut.

Namun, hyperemesis gravidarum bisa menyebabkan kehilangan berat badan 5 persen atau lebih dari berat badan prahamil.

5. Dampak Terhadap Aktivitas Sehari-hari

Mual saat perjalanan

Perbedaan morning sickness dan hiperemesis gravidarum yang selanjutnya terletak pada dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari. Saat morning sickness, aktivitas sehari-hari tidak terlalu mengganggu.

Sedangkan saat Moms terkena hiperemesis gravidarum, aktivitas sehari-hari amat sangat terdampak seperti tidak bisa makan, minum, berbicara, membaca, menonton tv, hingga menghindari lampu yang terlalu terang.

Penanganan Morning Sickness dan Hiperemesis Gravidarum

Dilansir dari kidshealth.org, walaupun perawatan yang biasa digunakan untuk morning sickness di pagi hari seperti makanan hambar, tapi berbeda yang disarankan untuk ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum, yang mungkin tidak efektif sendiri karena keparahan kondisinya.

Perawatan medis dapat meliputi:

  • Periode singkat tidak makan melalui mulut untuk mengistirahatkan sistem pencernaan
  • Cairan intravena (IV)
  • Suplemen vitamin dan gizi
  • Jika perlu, Moms mungkin juga menerima obat untuk menghentikan muntah, baik melalui mulut atau melalui infus. Dokter mungkin merekomendasikan makan makanan dengan jahe atau mengambil suplemen vitamin B6 untuk membantu mengurangi mual.

Selain itu, hal ini juga dapat membantu:

  • Mengkonsumsi makanan hambar
  • Sering makan dalam porsi kecil
  • Minum banyak cairan saat tidak merasa mual
  • Menghindari makanan pedas dan berlemak
  • Makan camilan berprotein tinggi
  • Menghindari rangsangan sensorik yang dapat bertindak sebagai pemicu
  • Selain itu, jika Moms merasa cemas atau tertekan akibat kondisinya, berbicara dengan seorang terapis atau konselor dapat membantunya mengatasi perasaannya.

Baca Juga:Apa Penyebab dan Gejala Morning Sickness Saat Hamil? Ini Jawabannya

Itulah beberapa perbedaan antara morning sickness dan hiperemesis gravidarum yang perlu Moms ketahui.

Tidak seperti morning sickness yang umumnya tidak memerlukan perawatan medis, hiperemesis gravidarum lebih memerlukan penanganan medis karena punya dampak yang lebih besar pada kesehatan Moms dan janin.

Artikel Terkait