KESEHATAN
18 Oktober 2019

Perlu Diwaspadai, Ini 4 Jenis Penyakit Neuropati yang Umum Terjadi

Jenis neuropati otonom paling sulit terdeteksi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Neuropati merupakan penyakit saraf yang seringkali disebabkan oleh diabetes. Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases sekitar 60-70 persen penderita diabetes mengalami gejala penyakit neuropati.

Selain diabetes, penyebab lainnya bisa dikarenakan cedera, kebiasaan melakukan aktivitas tertentu, hingga kanker.

Selain memiliki beberapa faktor penyebab, menurut ushealthjournal neuropati terbagi atas empat jenis berbeda. Yuk, kenali jenis-jenis penyakit neuropati.

Baca Juga: Kenali Neuropati, Penyakit yang Disebabkan dari Kegiatan Sehari-hari

1. Penyakit Neuropati Perifer

foot-test-for-peripheral-neuropathy - medicalnewstoday.com.jpg

Asisten Profesor Patologi Georgetown University School Melissa Conrad Stöppler, MD, menjelaskan bahwa penyakit neuropati perifer adalah ketika masalah saraf memengaruhi saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Saraf tersebut merupakan bagian dari sistem saraf tepi.

"Maka, neuropati perifer mempengaruhi jari kaki, jari tangan, dan lengan," jelasnya seperti dikutip dari emedicinehealth.com.

Penyakit neuropati perifer umumnya dialami pada penderita diabetes. Bahkan, sebanyak 70 persen penderita diabetes mengalami penyakit neuropati perifer.

Kecenderungannya, apabila penderita diabetes mengalami neuropati perifer yang menyerang jari-jari kaki maka tanda bahwa ada diabetes yang serius. Hal tersebut dikarenakan, sinyal saraf pada jari kaki cukup jauh dari otak.

2. Penyakit Neuropati Fokal

foot-test-for-peripheral-neuropathy.jpg

Foto: Medicalnewstoday.com

Penyakit neuropati fokal merupakan penyakit neuropati yang hanya menyerang satu saraf atau satu area tubuh. Neuropati fokal memengaruhi saraf yang terletak di kepala, kaki, dan dada.

Gejala neuropati fokal bisa datang tiba-tiba yang ditandai dengan rasa sakit parah pada area punggung, bagian bawah, daerah luar tulang kering, dada, dan lain-lain.

Selain itu, neuropati fokal juga bisa memengaruhi saraf yang terhubung ke mata. Dampaknya, pasien mengalami penglihatan ganda, pusing, dan ketidakmampuan penglihatan untuk fokus.

Baca Juga: 4 Treatment Tradisional Untuk Neuropati

3. Penyakit Neuropati Proksimal

Neuropathy - healthline.jpg

Penyakit neuropati proksimal juga seringkali disebabkan oleh diabetes. Jika neuropati perifer menyebabkan nyeri dan mati rasa, pada neuropati proksimal menyebabkan kelemahan otot.

Hal tersebut dikarenakan penyakit neuropati proksimal memengaruhi saraf yang bertugas mengendalikan otot. Neuropati proksimal memengaruhi paha, pinggul, bokong, dan tungkai.

Penderita neuropati proksimal biasanya mengalami kesulitan berdiri setelah duduk dalam waktu lama sehingga membutuhkan bantuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari yang sederhana.

4. Penyakit Neuropati Otonom

neuropathy-ncv-test - emedicinehealth.com.jpg

Penyakit neuropati otonom memengaruhi saraf otonom yang bertugas mengendalikan jantung, pernapasan, pencernaan, tekanan darah, kandung kemil, respons seksual, dan lainnya.

Penyakit neuropati otonom terutama mempengaruhi saluran pencernaan tetapi juga menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah, sistem kemih, dan organ seks. Selain itu, bisa pula mengalami berbagai gejala gastrointestinal seperti kembung, mual, konstipasi, dan diare.

Jika neuropati mempengaruhi pembuluh darah, itu dapat menyebabkan pingsan ketika berdiri terlalu cepat, pusing, dan detak jantung lebih cepat.

Dalam beberapa kasus, neuropati otonom juga menyebabkan disfungsi ereksi. Neuropati otonom tidak mudah terdeteksi dikarenakan seringkali muncul bersamaan dengan penyakit lainnya.

Baca Juga: Mengenal Neuropati: Klasifikasi, Penyebab, dan Gejalanya

Jenis-jenis penyakit neuropati tersebut diklasifikasikan atas saraf mana yang terdampak. Semoga bermanfaat Moms.

(SWN)

Artikel Terkait