BALITA DAN ANAK
28 April 2020

Pilih Paracetamol atau Ibuprofen untuk Penurun Demam dan Nyeri Balita?

Benarkah paracetamol lebih aman untuk anak-anak?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Paracetamol dan ibuprofen adalah analgesic atau obat penurun demam dan nyeri yang paling sering diresepkan untuk balita. Apa perbedaan kedua obat tersebut?

Menurut jurnal Inflammopharmacology edisi 2017, orang tua dan tenaga medis sering menganggap paracetamol lebih aman untuk anak-anak daripada ibuprofen. Benarkah?

Apa Itu Paracetamol dan Ibuprofen?

Apa Itu Paracetamol dan Ibuprofen, penurun demam dan nyeri.jpg

Foto: dailymail.co.uk

Paracetamol yang dikenal juga sebagai acetaminophen adalah penurun demam dan nyeri ringan sampai sedang yang sudah lama digunakan dan terkenal aman. Sementara itu, ibuprofen lebih baru daripada paracetamol. Fungsinya juga meredakan nyeri dan demam ringan sampai sedang.

Ibuprofen termasuk salah satu obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) selain aspirin, naproxen, dan lain-lain yang dijual bebas di kebanyakan negara. Sementara itu, paracetamol yang dikenal juga sebagai acetaminophen umumnya tidak dianggap NSAID karena hanya memiliki aktivitas antiinflamasi minor.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Menyusui Minum Paracetamol?

Usia Pengguna dan Dosis Obat Penurun Demam dan Nyeri

Usia Pengguna dan Dosis Obat Penurun Demam dan Nyeri.jpg

Foto: independent.co.uk

Seperti tercantum di situs web Women’s and Children’s Health Network, paracetamol bisa digunakan oleh bayi di atas usia satu bulan sampai orang dewasa, sedangkan ibuprofen tidak cocok digunakan oleh bayi di bawah usia tiga bulan.

Bahkan, Jordan Reeder, ANRP, seorang dokter di Amerika Serikat, mengatakan bahwa ibuprofen hanya boleh dikonsumsi oleh bayi di atas enam bulan.

Paracetamol bisa diberikan setiap empat jam sekali dan tidak lebih dari empat kali sehari. Sedangkan ibuprofen sebaiknya diberikan dengan jarak 6-8 jam dan tidak lebih dari tiga dosis dalam 24 jam.

Baca Juga: Demam, Perhatikan Usia Bayi Sebelum Memberinya Obat Penurun Panas

Fungsi Paracetamol dan Ibuprofen

Fungsi Paracetamol dan Ibuprofen, penurun demam dan nyeri.jpg

Foto: Gundula Vogel from Pixabay

1. Menurunkan suhu tubuh anak saat demam

Paracetamol dan ibuprofen digunakan untuk menurunkan demam, termasuk setelah imunisasi, sehingga Si Kecil merasa lebih nyaman. Sebab, suhu tubuh yang tinggi menyebabkan sakit kepala, tidak enak badan, dan rasa sakit di seluruh tubuh.

Paracetamol paling sering diresepkan oleh dokter untuk kondisi ini, tetapi menurut Reeder, paracetamol atau ibuprofen adalah soal kecocokan saja.

2. Meredakan nyeri, sakit otot, atau otot tegang serta peradangan

Ibuprofen lebih manjur dan lebih sering dianjurkan oleh dokter karena memiliki efek antiinflamasi (NSAID). Obat ini juga membuat Si Kecil lebih mudah tidur saat mengalami infeksi telinga, sakit tenggorokan, sakit perut, atau nyeri kaki.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri Otot Setelah Olahraga

Bahaya Paracetamol dan Ibuprofen

Bahaya Paracetamol dan Ibuprofen, penurun demam dan nyeri.jpg

Foto: Arek Socha from Pixabay

Bahaya Paracetamol

Menurut Reeder, paracetamol bisa berefek keras untuk organ hati dan bisa menyebabkan masalah ginjal dengan penggunaan jangka panjang dan kronis. “Acetaminophen harus digunakan dengan hati-hati pada penderita gangguan hati, tetapi aman untuk ibu hamil,” jelas Reeder.

Terlalu banyak atau terlalu lama meminum paracetamol bisa membahayakan Si Kecil. Bahkan, meminumnya sesuai dosis yang dianjurkan selama lebih dari 1-2 hari bisa menyebabkan kerusakan hati pada sebagian anak yang sedang sakit.

Bahaya Ibuprofen

Ibuprofen harus digunakan secara hati-hati oleh penderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, masalah ginjal, dan lansia.

Jenis obat ini juga bisa memicu mengi pada anak penderita asma, jadi lebih baik berikan paracetamol padanya. “Jika Moms sedang hamil atau melakukan program hamil, sebaiknya jangan gunakan ibuprofen,” tambah Reeder.

Terlalu banyak mengonsumsi ibuprofen bisa menyebabkan komplikasi ginjal jangka panjang dan potensi komplikasi hati juga. Selain itu juga bisa timbul bisul (ulcer) yang berdarah dan menyakitkan di lambung.

Pernapasan bisa terpengaruh dan bisa menimbulkan kantuk hebat, tapi ibuprofen tidak menyebabkan kerusakan hati seperti pada paracetamol.

Baca Juga: Kapan Sebaiknya Anak Diberi Ibuprofen?

Hal yang Perlu Diingat

  • Paracetamol dan ibuprofen tidak mengatasi penyebab nyeri atau demam
  • Selalu baca instruksi pemakaian obat di label atau kemasan obat dan patuhi dosis sesuai usia atau berat badan Si Kecil

Bagaimana dengan aspirin? Meski banyak digunakan sebagai obat penurun demam dan nyeri pada dewasa, aspirin bisa menyebabkan penyakit langka namun parah yang disebut Reye’s Syndrome pada anak-anak. Karena itu, jangan berikan aspirin pada anak di bawah 16 tahun.

Artikel Terkait