KEHAMILAN
9 Juli 2019

Putri Marino Hamil Anak Kedua, Ini Risiko Kehamilan dengan Jarak Usia Terlalu Dekat

Jarak ideal untuk memiliki anak setelah kelahiran sebelumnya adalah 2-5 tahun
placeholder

Foto: Instagram.com/putrimarino

placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kabar bahagia datang dari pasangan Chicco Jerikho dan Putri Marino. Keluarga kecil yang tengah menikmati hari-hari bahagianya bersama sang putri, Surinala Carolina Jarumilind, kini akan mendapat tambahan anggota keluarga lagi.

Benar sekali, Putri Marino kini tengah mengandung kembali buah hatinya dengan sang suami. Kabar bahagia tersebut bukan didaptkan dari unggahan akun Instagram Chicco Jerikho atau Putri Marino, melainkan dari unggahan Instagram Story milik Wulan Guritno.

"Selamat ya Putri hamil lagi, makanya dia jarang keluar rumah," ujar Wulan Guritno dalam Instagram stories yang diunggahnya Sabtu kemarin.

Kabar bahagia ini terbilang mengejutkan mengingat usia anak pertama mereka belum menginjak 1 tahun. Saat ini, Surinala baru berusia 9 bulan. Jarak yang terlalu dekat tentunya untuk kembali mengandung.

Kehamilan dengan jarak usia yang terlalu dekat, apalagi anak pertamanya masih usia bayi, memiliki beberapa risiko. Apa saja? Yuk simak ulasannya di bawah ini Moms!

Baca Juga: Hamil Saat Masih Menyusui, Amankah?

Jarak Ideal Kelahiran adalah 2-5 Tahun

kehamilan jarak dekat, putri marino

Foto: abcnews.go.com

Kehamilan dengan jarak usia terlalu dekat sebenarnya tidak disarankan atau direkomendasikan untuk para orang tua.

Menurut World Health Organization (WHO), sebaiknya Moms dan Dads perlu memberi jarak kehamilan antara anak yang satu dengan anak lainnya. Setidaknya, tunggulah 24 bulan atau 2 tahun untuk menambah anak lagi setelah Si Kecil lahir.

Memang jarak ideal untuk Moms hamil lagi setelah kelahiran anak pertama atau anak sebelumnya adalah 2-5 tahun lamanya. Jika terlalu dekat, maka besar kemungkinan akan terladi beberapa risiko hingga menyebabkan komplikasi.

Bukan hanya itu saja, risiko kehamilan terlalu dekat juga memungkinkan untuk menimbulkan anemia pada kehamilan berikutnya. Tentu saja anemia saat hamil akan berisiko langsung pada ibu dan calon bayinya. Hal ini dikarenakan tubuh belum cukup mengumpulkan energi setelah kehamilan sebelumnya.

Baca Juga: 5 Tips Menyusui Aman dan Nyaman saat Hamil

Berisiko Menimbulkan Kontraksi saat Menyusui

breastfeeding-while-pregnant-10.jpg

Foto: Casadefallon.com

Kehamilan terlalu dekat ini juga akan berefek pada saat Moms menyusui Si Kecil dan mungkin akan menimbulkan kontraksi pada rahim. Dengan usia 9 bulan, Surinala tentu masih membutuhkan ASI dari ibunya. Padahal, menyusui sendiri memiliki risiko pada kehamilan.

“Apabila anak pertama lahir secara normal spontan/per vagina, risikonya hanya ketika menyusui. Karena saat menyusui, dapat merangsang kontraksi kecil pada rahim,” kata dr Charnaen M. Ibrahim, dokter spesialis kebidanan dan kandungan RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, Senin ( 8/7).

Menurut dr Charnaen, risikonya jadi lebih banyak jika anak sebelumnya dilahirkan melalui operasi Caesar. Bukan hanya risiko kontraksi kecil saat menyusui yang menghantui, tapi juga risiko lain.

"Terdapat risiko memperlambat proses penyembuhan luka operasi yang lama. Jadi, untuk persalinan anak kedua disarankan harus bedah caesar ulang,” sambung dr Charnaen.

Bahaya lainnya yang mengintai dari kehamilan jarak dekat ini adalah risiko 40 persen melahirkan prematur dan 61 persen risiko berat bayi lahir rendah.

Baca Juga: Bolehkah Menyusui Ketika Sedang Hamil Anak Kedua?

Nah, memiliki buah hati dengan jarak kelahiran dekat memang menyenangkan. Moms bisa sekalian capek. Tapi, pahami juga risikonya ya.

Selalu ingat bahwa jarak aman untuk memiliki buah hati lagi adalah 2-5 tahun lamanya berselang setelah kelahiran sebelumnya.

Artikel Terkait