KEHAMILAN
21 September 2020

Ini 7 Sayur yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Catat Ya!

Meski tergolong sebagai makanan sehat, namun ada beberapa jenis sayuran yang ternyata berbahaya untuk ibu hamil, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Saat Moms hamil, ini berarti Moms seakan diberikan lampu merah terkait gaya hidup. Artinya, selama kehamilan ini Moms tidak bisa asal mengonsumsi makanan atau melakukan aktivitas yang berbahaya.

Pasalnya, apa yang Moms konsumsi juga akan dikonsumsi oleh bayi di dalam kandungan. Oleh karena itu, ahli kesehatan pun sudah sejak lama mengingatkan untuk menghindari makanan tertentu, termasuk beberapa jenis sayuran. Ada beberapa jenis sayur yang dilarang untuk ibu hamil, lho.

Mungkin selama ini Moms menganggap sayuran adalah sumber nutrisi yang paling baik untuk kehamilan. Namun, ini tidak berlaku untuk semua jenis sayuran. Ada beberapa sayur yang dilarang untuk ibu hamil, entah karena kandungan gizinya atau karena proses pengolahannya.

Lantas, apa saja sih sayur yang dilarang untuk ibu hamil? Mari simak ulasannya berikut ini:

Baca Juga: Ini Buah dan Sayuran Pantangan Ibu Hamil

Sayur yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Supaya tidak membahayakan bayi di dalam kandungan atau bahkan kondisi kesehatan Moms sendiri, berikut ini adalah daftar sayur yang dilarang untuk ibu hamil.

1. Tauge Mentah, Ideal untuk Pertumbuhan Bakteri Berbahaya

Tauge Mentah

Foto: babyment.com

Tauge mentah adalah salah satu sayur yang dilarang untuk ibu hamil. Jadi, saat Moms memesan bakso, gado-gado, ketoprak, soto ayam, atau asinan sayuran, pastikan agar tauge tersebut sudah dimasak dengan benar.

Jika Moms tidak yakin, Moms bisa meminta pedagang makanan tersebut untuk tidak memasukkan tauge mentah ke dalam makanan yang dipesan. Tak hanya tauge, beberapa jenis sayuran lain yang mentah juga tidak boleh Moms makan selama hamil.

Pasalnya, lingkungan lembap yang dibutuhkan benih untuk mulai bertunas sangat ideal untuk bakteri tumbuh, dan mereka hampir tidak mungkin untuk dibilas. Untuk alasan ini, Moms disarankan untuk menghindari kecambah mentah sama sekali.

Namun, jika Moms menginginkannya, U.S. Food and Drugs Administration menyarankan untuk mengolah sendiri tauge tersebut sehingga bisa dipastikan bahwa tauge yang akan dimakan sudah bersih dan sudah dimasak hingga matang.

2. Lalapan yang Tidak Dicuci Bersih, Dapat Terkontaminasi Bakteri dan Parasit

Lalapan yang Tidak Dicuci

Foto: dream.co.id

Lalapan adalah sayuran yang biasanya jadi pelengkap makanan, ini bisa berupa sayuran kol, mentimun, atau sayuran lainnya. Biasanya sayuran ini jadi pelengkap hidangan ikan, bebek, atau ayam yang dibakar atau digoreng.

Lalapan juga termasuk sebagai sayur yang dilarang untuk ibu hamil. Karena itu, sebaiknya Moms tidak mengonsumsi dahulu sayuran seperti ini.

Pasalnya, permukaan buah dan sayuran yang tidak dicuci atau dikupas dapat terkontaminasi oleh beberapa bakteri dan parasit. Ini termasuk Toxoplasma, E. coli, Salmonella, dan Listeria, yang dapat diperoleh dari tanah atau melalui proses memasak yang kurang matang.

Kontaminasi pun dapat terjadi kapan saja selama produksi, panen, pemrosesan, penyimpanan, pengangkutan, atau eceran.

Salah satu parasit berbahaya yang mungkin tertinggal pada buah dan sayuran disebut Toxoplasma. Mayoritas orang yang terkena toksoplasmosis tidak memiliki gejala, sementara yang lain mungkin merasa seperti terserang flu selama sebulan atau lebih.

Kebanyakan bayi yang terinfeksi bakteri Toxoplasma saat masih dalam kandungan juga tidak memiliki gejala saat lahir. Namun, gejala seperti kebutaan atau cacat intelektual dapat berkembang di kemudian hari.

Melansir Centers for Disease Control and Prevention, sebagian kecil bayi baru lahir yang terinfeksi toksoplasma bisa mengalami kerusakan mata atau otak yang serius saat lahir.

Selama hamil, sangat penting untuk meminimalkan risiko infeksi dengan mencuci bersih menggunakan air, mengupas, atau memasak buah dan sayuran sendiri. Karena itu, lalapan yang tidak diolah matang dan dibersihkan dengan baik menjadi sayur yang dilarang untuk ibu hamil.

Ini tidak hanya berlaku untuk lalapan, tetapi untuk semua jenis sayuran dan buah. Selain itu, Moms juga perlu memertahankan hal ini sebagai kebiasaan baik setelah bayi lahir kelak.

3. Daun Pepaya, Mengandung Racun Bagi Rahim

Daun Pepaya

Foto: Orami Photo Stock

Sayur daun pepaya adalah salah satu makanan yang lezat jika pengolahannya benar. Meski agak sedikit pahit, namun saat mereka diolah dengan benar, tumis daun pepaya bisa terasa sangat renyah dan nikmat jika disajikan bersama hidangan daging.

Namun, selama hamil sebaiknya Moms harus menghentikan terlebih dahulu konsumsi daun pepaya, pasalnya ada penelitian yang menyebutkan bahwa daun pepaya termasuk dalam sayur yang dilarang untuk ibu hamil.

Mengutip penelitian yang dipublikasikan Asian Research Journal of Gynaecology and Obstetrics, ekstrak daun pepaya ternyata memiliki kandungan zat aktif yang dapat menjadi racun bagi rahim.

Meski pengujian masih dilakukan pada hewan dan belum dilakukan kepada manusia, sebaiknya Moms tidak ambil risiko akan hal ini. Hindari olahan daun pepaya sebagai sayur yang dilarang untuk ibu hamil, guna mencegah hal yang tidak diinginkan.

4. Olahan Sayur Pepaya Muda, Mengandung Getah Papain yang Berbahaya

Olahan Sayur Pepaya Muda

Foto: Orami Photo Stock

Bagi orang Indonesia, tak hanya sayur daun pepaya yang dikonsumsi, tetapi ada juga sayur buah pepaya muda yang merupakan salah satu sajian yang lezat.

Biasanya buah pepaya diolah dengan santan untuk disajikan saat hari besar, seperti Idul Fitri.

Namun, pepaya muda termasuk sayur yang dilarang untuk ibu hamil dan sebaiknya dihindari, terlebih jika menggunakan pepaya yang masih mentah. Pasalnya di dalam pepaya mentah terkandung getah dan papain yang berbahaya.

Mengutip jurnal dari British Journal Nutrition, jenis getah pada pepaya mentah sebaiknya dihindari oleh ibu hamil karena ia mungkin memicu kontraksi uterus sehingga bisa menyebabkan persalinan dini.

Tak hanya itu, kandungan papain yang mungkin disalahartikan oleh tubuh sebagai prostaglandin yang terkadang digunakan untuk menginduksi persalinan. Ini kemudian akan melemahkan selaput vital yang menopang janin.

Sebaiknya pilihlah pepaya matang untuk dikonsumsi. Namun, beberapa wanita mungkin akan memutuskan untuk menghilangkan semua pepaya dari makanan mereka sampai setelah melahirkan, karena ada banyak sumber nutrisi lain yang dapat dinikmati dengan aman selama kehamilan.

5. Pare, Memiliki Efek Samping Bagi Ibu Hamil

Pare

Foto: scmp.com

Jenis sayur yang dilarang untuk ibu hamil selanjutnya adalah pare. Mengutip WebMD, pare setidaknya bisa menyebabkan efek samping jika dikonsumsi seperti sakit kepala, sakit perut, kram, dan diare.

Sementara itu bagi ibu hamil atau ibu menyusui, pare bisa jadi berbahaya karena ia akan memengaruhi kadar gula darah.

Konsumsi pare bisa menyebabkan gula darah sangat rendah bila dicampur dengan beberapa obat diabetes, sehingga ia tidak aman untuk anak-anak atau wanita hamil atau menyusui.

Jadi sebaiknya Moms memilih sayuran lain untuk dikonsumsi selama hamil, dan hindari apa saja yang termasuk sayur yang dilarang untuk ibu hamil, ya.

6. Pete, Konsumsi Berlebihan Buruk untuk Ginjal

Pete

Foto: Orami Photo Stock

Pete sebetulnya merupakan sayuran yang memiliki banyak manfaat selama kehamilan, dan sebelumnya ia tidak sepenuhnya dilarang untuk dikonsumsi selama hamil.

Namun, konsumsi pete berlebihan selama hamil juga tidak dibenarkan. Konsumsi pete yang terlalu banyak akan membuat ginjal bekerja lebih berat.

Ini karena pete mengandung protein yang cukup tinggi, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek buruk pada ginjal karena ia dipaksa bekerja lebih keras.

Tak hanya itu, mengolah pete dengan tidak benar juga bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Ini karena tubuh akan semakin kesulitan memecah karbohidrat kompleks yang terkandung dalam pete. Selain itu, pete juga bisa sebabkan bau tidak sedap yang bisa bertahan lama.

7. Jengkol, Menyebabkan Keracunan Jika Terlalu Banyak Dimakan

sayur yang dilarang untuk ibu hamil-jengkol

Foto: Orami Photo Stock

Sama halnya dengan pete, jengkol juga merupakan sayuran yang bisa sebabkan bau tidak sedap namun orang-orang tetap saja menggemarinya. Sayangnya jengkol tidak boleh dikonsumsi berlebihan saat hamil.

Ini karena di dalam jengkol juga terdapat kandungan yang berbahaya yaitu asam jengkolat. Zat ini termasuk berbahaya, karena bisa menyebabkan keracunan bila ia menumpuk di dalam ginjal.

Saat menumpuk, maka ia akan membentuk kristal tajam dalam ginjal dan dapat merobek dinding saluran kemih. Sehingga ibu hamil bisa alami nyeri yang hebat di perut bawah, perdarahan saluran kencing (hematuria), bahkan gagal ginjal.

Mengutip dari jurnal yang dipublikasikan jurnal Global Health Action, ibu hamil sangat tidak dianjurkan makan jengkol. Ini karena baunya yang kuat dan rasa pahitnya bisa membahayakan bayi atau menyebabkan ibu kelak sulit untuk melahirkan.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Makan yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Tips Membersihkan, Menyimpan, dan Mengolah Sayuran yang Benar

Tips Menyimpan, Mengolah, dan Membersihkan Sayuran yang Benar

Foto: usatoday.com

Pada dasarnya, buah dan sayur merupakan bagian penting dari pola makan yang sehat. Pasar lokal menjual berbagai macam buah dan sayuran segar yang bergizi.

Namun, bakteri berbahaya yang mungkin ada di tanah atau air tempat tumbuh produk dapat bersentuhan dengan buah dan sayuran dan mencemari mereka. Produk segar juga dapat terkontaminasi setelah dipanen, seperti selama penyimpanan atau persiapan.

Makan produk yang terkontaminasi dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan, yang sering disebut "keracunan makanan".

Selain menghindari sayur yang dilarang untuk ibu hamil, agar Moms tidak mengalami efek samping berbahaya saat mengonsumsi sayuran segar, coba ikuti tipsnya berikut ini:

Tips Saat Membeli Sayuran

Tidak hanya mengetahui apa saja sayur yang dilarang untuk ibu hamil, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan saat membeli sayuran di pasar:

  • Pilih produk yang tidak memar atau rusak.
  • Saat membeli produk yang sudah dipotong, dikantongi atau dikemas - seperti sayuran salad dalam kantong - pilih hanya barang-barang yang didinginkan atau dikelilingi es.
  • Kantongi buah dan sayuran segar secara terpisah dari daging mentah, unggas, dan makanan laut saat mengemasnya untuk dibawa pulang dari pasar.

Tips Menyimpan Sayuran

Sementara itu, Moms juga perlu memerhatikan hal berikut saat hendak menyimpan sayuran di rumah. Sebab penyimpanan yang tepat dapat memengaruhi kualitas dan keamanan.

  • Simpan buah dan sayuran segar yang mudah rusak (seperti stroberi, selada, herba, dan jamur) di lemari es yang bersih pada suhu 4° Celsius atau lebih rendah. Gunakan termometer lemari es untuk memeriksanya jika Moms tidak yakin.
  • Dinginkan semua produk yang dibeli sebelum dipotong atau dikemas.
  • Pisahkan buah-buahan dan sayuran yang akan dimakan mentah dari daging mentah, unggas, dan makanan laut dan dari peralatan dapur yang digunakan untuk produk tersebut.
  • Cuci talenan, piring, perkakas, dan meja dapur dengan sabun dan air panas antara menyiapkan daging mentah, unggas, dan makanan laut dan menyiapkan produk yang tidak akan dimasak.
  • Jika memungkinkan, gunakan satu talenan untuk produk segar dan yang terpisah untuk daging mentah, unggas, dan makanan laut.
  • Segera cuci wadah setelah tidak digunakan.

Persiapan Mengolah Sayuran dengan Aman

Saat menyiapkan produk segar apa pun, mulailah dengan tangan yang bersih. Cuci tangan setidaknya selama 20 detik dengan sabun dan air hangat sebelum dan sesudah persiapan. Setelah itu, ikuti tips berikut:

  • Potong area yang rusak atau memar pada buah dan sayuran segar sebelum menyiapkan dan / atau makan. Buang produk yang terlihat busuk.
  • Cuci semua produk secara menyeluruh di bawah air mengalir sebelum disiapkan dan / atau dimakan, termasuk produk yang ditanam di rumah atau dibeli dari pasar. Tidak disarankan mencuci buah dan sayuran dengan sabun, detergen, atau produk komersial.
  • Bahkan jika Moms tidak berencana untuk memakan kulit, tetap penting untuk mencuci produk terlebih dahulu agar kotoran dan bakteri tidak berpindah dari permukaan saat mengupas atau memotong sayuran atau buah.
  • Gosok produk yang keras, seperti melon dan mentimun, dengan sikat produk yang bersih.
  • Setelah dicuci, keringkan produk dengan handuk kain bersih atau handuk kertas untuk mengurangi bakteri yang mungkin ada di permukaan.

Baca Juga: Fakta dan Mitos Makanan untuk Ibu Hamil

Itulah beberapa jenis sayur yang dilarang untuk ibu hamil dan tips mengolah sayuran yang bersih dan aman untuk dikonsumsi.

Jadi, pastikan selama hamil Moms menghindar berbagai sayuran yang dianggap berbahaya, dan sebaiknya mencoba jenis sayuran lain yang lebih sehat.

Selain itu, jangan lupa untuk mengolah dan memasaknya dengan benar supaya kuman yang masih menempel di sayuran sudah benar-benar mati.

Artikel Terkait