PROGRAM HAMIL
11 November 2019

Sebelum Menjalani IVF, Ketahui 5 Hal Ini!

Perubaahan suasana hati hingga tingkat keberhasilan, perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum menjalani IVF
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Saat mencoba hamil secara alami tidak kunjung terwujud, mungkin Moms akan terpikir untuk melakukan prosedur In Vitro Fertilization (IVF).

Terutama melihat banyaknya kisah sukses pasangan yang berjuang dengan kesuburan dan akhirnya dapat memiliki keturunan dengan prosedur IVF.

Namun, tidak semua prosedur IVF semanis yang terlihat atau dijanjikan. Untuk itu, ketahui dahulu beberapa hal berikut sebelum menjalani IVF.

1. Kenali dan Pahami Prosedurnya

sebelum menjalani IVF

Foto: parents.com

“IVF merupakan proses yang intensif padat dengan perlunya melakukan kunjungan beberapa kali ke Dokter,” ungkap Direktur Medis Northwestern Medicine Fertility & Reproductive Medicine Highland Park, Eve Feinberg, MD, seperti dikutip dari parents.com.

Berikut ini langkah-langkah sebelum menjalani IVF yang perlu Moms ketahui: untuk 10-12 hari, Moms akan mengonsumsi obat kesuburan (biasanya berupa suntikan yang dilakukan sendiri) untuk merangsang ovarium agar menghasilkan beberapa telur.

Selama waktu tersebut, Moms perlu ke Dokter untuk tes darah dan melakukan ultrasonografi hampir setiap hari.

Setelah fase stimulasi dilakukan, Dokter akan mengeluarkan telur dari ovarium dengan Moms berada di bawah anestesi umum dan menggabungkannya dengan sperma pasangan di laboratorium.

Tiga sampai lima hari setelah pengambilan telur, satu atau lebih embrio akan ditempatkan kembali ke rahim (setiap tambahan telur dapat dibekukan untuk siklus IVF berikutnya).

Dua minggu kemudian, Moms akan kembali ke Dokter untuk tes darah kehamilan guna menentukan apakah IVF bekerja.

Panjangnya proses ini tidak hanya membutuhkan ketekunan, namun juga biaya yang cukup besar dan biasanya tidak ditanggung oleh asuransi.

Baca Juga: Deteksi Awal Masalah Infertilitas, Jangan Takut Datang ke Klinik IVF

2. Sehat Fisik dan Mental

sebelum menjalani IVF

Foto: heartandstroke.ca

Sebelum menjalani IVF, Moms perlu mengetahui bahwa proses ini akan berjalan panjang dan seringkali dapat menimbulkan stres.

Sedangkan seperti diketahui, stres juga dapat mengganggu kesuburan, karena rentan menyebabkan gaya hidup tidak sehat.

Misalnya: minum minuman keras hingga merokok yang tentu akan mengganggu fertilitas. Untuk itu, ada baiknya Moms mengelola stres dengan baik dan jalani gaya hidup sehat agar program IVF berjalan lebih sukses.

“Raih berat badan sehat, kurangi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok serta zat berbahaya lain dapat meningkatkan tingkat kesuksesan IVF,” ungkap Asisten Profesor Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas di University of Alabama, Birmingham, Deidre D. Gunn, MD, seperti dikutip dari parents.com.

Baca Juga: Cara Menghemat Biaya IVF, Simak Penjelasannya di Sini!

3. Efek Samping

sebelum menjalani IVF

Foto: thelist.com

Perlu diketahui sebelum menjalani IVF, bahwa proses ini akan menghadapkan Moms pada perubahan suasana hati yang tidak menentu atau moody.

Hal ini terjadi karena fluktuasi hormon yang drastis dari suntikan hormon setiap hari. “Beberapa wanita juga akan lebih sensitif secara hormonal,” ungkap Psikolog Klinis dan pengarang Happy Endings, New Beginnings: Navigating Postpartum Disorders, Susan Benjamin Feingold, Psy.D., seperti dikutip dari self.com.

Jadi jika Moms biasanya mengalami perubahan suasana hati atau mengalami nyeri saat menstruasi, itu menandakan Moms sensitif secara hormonal dan akan lebih terasa lagi saat sedang menjalani program hormon, seperti IVF.

Nyeri payudara dan perut kembung juga merupakan efek samping dari suntikan IVF yang perlu Moms ketahui sebelum menjalani IVF.

Namun kondisi ini biasanya ringan, seperti sedang mengalami gejala menstruasi biasanya dan memakan waktu sekitar dua minggu. Hasil suntikan juga seringkali menyebabkan memar di perut atau paha, dan tidak jarang meninggalkan bekas luka.

4. Dapat Memilih Jenis Kelamin

sebelum menjalani IVF

Foto: babycenter.com

Jika program IVF Moms termasuk pengujian genetik preimplantasi yang dapat menyaring cacat kromosom pada embrio, maka bagian dari laporan kromosom ini juga termasuk jenis kelamin embrio.

Beberapa klinik atau rumah sakit akan memperbolehkan Moms memilih jenis kelamin yang diinginkan untuk implantasi, sementara rumah sakit lainnya tidak dan hanya mentransfer embrio kualitas terbaik.

Baca Juga: 3 Fakta Unik seputar IVF yang Belum Banyak Diketahui

5. Belum Tentu Berhasil

sebelum menjalani IVF

Foto: excelivf.com

Sangat penting untuk diketahui sebelum menjalani IVF, bahwa program ini belum tentu berhasil 100% dan bisa berbeda-beda hasilnya pada setiap orang.

Ada yang sukses pada program pertama, namun yang lain perlu mengulangi proses satu atau dua kali, dan beberapa pasangan tidak berhasil bahkan setelah beberapa upaya.

Salah satu faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan program IVF adalah usia. Menurut Society for Assisted Reproductive Technology (SART), tingkat keberhasilan IVF bagi perempuan yang menggunakan telur mereka sendiri adalah 48% untuk wanita di bawah usia 35 dan turun menjadi hanya 3% untuk wanita di atas usia 42 tahun.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menjalani IVF. Dengan informasi menyeluruh mengenai IVF, Moms akan lebih mudah menjalani program IVF untuk mencapai tingkat kesuksesan program hamil lebih tinggi. (GS)

Artikel Terkait