KESEHATAN
22 April 2019

Sering Merasa Khawatir? Yuk, Kenali Tanda Kita Terserang Kecemasan

Rasa cemas berlebihan tidak boleh dianggap sepele ya, Moms. Bisa jadi ini tanda Moms terkena anxiety disorders. Kenali, yuk
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Adeline Wahyu

Setiap orang memiliki kekhawatirannya masing-masing. Setiap orang juga memiliki masalah pribadi yang mungkin selalu mengganggu pikirannya.

Rasa khawatir yang secara terus-menerus terjadi pada seseorang, sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan stress hingga depresi. Keadaan ini biasa dikenal dengan anxiety disorder.

Menurut Gunarso, dalam bukunya Psikologi Perawatan, kecemasan adalah keadaan di mana seseorang merasakan rasa khawatir atau cemas yang berlebihan dan tidak jelas sebabnya, hingga menggangu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Atasi Kecemasan Berlebihan Dengan 5 Cara Ini

Bila Moms termasuk orang yang selalu khawatir atau merasa cemas berlebihan akan sesuatu hal, Moms perlu berhati-hati karena bisa jadi sedang menderita anxiety disorders.

Selain cemas berlebihan, keadaan anxiety disorders juga dapat dikenali melalui beberapa tanda, seperti dijelaskan di bawah ini.

1. Khawatir Berlebihan

cemas1

Foto: parents.com

Salah satu ciri umum seseorang yang mengalami gangguan kecemasan adalah khawatir berlebihan. Rasa khawatir ini bisa muncul tanpa adanya penyebab yang jelas. Keadaan ini biasa berlangsung dalam jangka waktu yang lama, sekitar enam bulan atau lebih.

Hingga pada akhirnya, rasa khawatir yang berlebihan semakin parah dan akan mengganggu fokus penderita dalam menyelesaikan tugasnya. Penyakit ini, biasa terjadi pada orang-orang yang berusia di bawah 65 tahun.

2. Merasa Gelisah

cemas2

Foto: parenting.com

Ciri anxiety disorders yang lainnya adalah rasa khawatir yang berlebihan. Rasa khawatir berlebihan biasa diikuti juga dengan rasa gelisah yang terjadi terus-menerus.

Hal ini tentunya berefek pada tubuh orang tersebut, seperti dada yang berdegup kencang, mengeluarkan keringat dingin, tangan bergetar, dan mulut kering.

Hal ini terjadi karena otak menerima sinyal bahwa seseorang berada dalam keadaan bahaya. Tentunya rasa gelisah ini bisa berkurang jika otak merasa lebih tenang.

Baca Juga: 10 Cara Mengurangi Kecemasan Menjelang Persalinan

3. Kelelahan

cemas

Foto: herviewfromhome.com

Akibat rasa cemas yang berlangsung terus-menerus, membuat tubuh menjadi kekurangan energi, sehingga penderita mudah merasa lelah.

Tapi perlu diketahui, kelelahan juga bisa menjadi tanda kondisi medis lainnya, seperti mengalami depresi. Jadi tetap waspada ya, Moms.

4. Iritabilitas

cemas3

Foto: elitereaders.com

Seseorang dengan gangguan kecemasan, mudah merasa terganggu dengan keadaan sekitarnya.

Mereka sangat mudah marah atau merasa sensitif terhadap hal sekecil apapun yang terjadi dan mengganggu kegiatan mereka.

5. Gangguan Tidur

cemas5

Foto: thefibroclinic.com

Gangguan tidur sangat erat kaitannya juga dengan gangguan tidur. Bangun tidur di tengah malam dan kesulitan tidur merupakan gangguan yang umum terjadi.

Beberapa penelitian menyebutkan susah tidur atau mengalami insomnia saat kecil bisa menjadi memicu terjadinya gangguan kecemasan.

6. Serangan Panik

Serangan panik ini bisa muncul secara tiba-tiba dan terjadi berulang kali. Umumnya gejala serangan panik ditandai dengan keringat berlebih, nyeri di dada, sakit kepala, dan napas yang sesak.

Tanpa pandang bulu, panik bisa menyerang orang dengan gangguan kecemasan di mana pun dan kapan pun.

Baca Juga: Moms Tidak Sendirian, 4 Kecemasan Ini Biasanya Dialami Orang Tua Baru

Moms, itu dia beberapa tanda yang ditunjukkan oleh seseorang yang mengalami gangguan kecemasan.

Apakah Moms mengalami gejala-gejala tersebut? Jika iya, segera cari pertolongan untuk membantu ya, Moms.

(AWD/IRN)

Artikel Terkait