NEWBORN
20 Mei 2019

Tanda Bayi Demam Perlu Dibawa Ke Dokter

Pentingnya memperhatikan gejala lain saat bayi demam.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla
Disunting oleh Carla

Saat bayi demam, tidak jarang menimbulkan kepanikan bagi Moms dan Dads. Apalagi jika bayi demam tinggi atau usianya baru beberapa minggu.

Belum lagi, kondisi bayi demam dengan temperatur yang naik turun tentu akan membingungkan Moms, hingga muncul pertanyaan: ketika bayi demam kapan dibawa ke dokter?

Cek info mengenai temperatur yang rawan dan bayi demam kapan dibawa ke dokter di bawah ini.

Baca Juga : Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Menangani Demam Pada Bayi

Mendiagnosis Bayi Demam

mendiagnosis bayi demam

Foto: babycenter.com

Demam sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, namun gejala dari kondisi atau infeksi yang mendasarinya. Temperatur tubuh yang normal adalah 37 derajat celsius, sedangkan temperatur bayi demam berada pada suhu 38 derajat celsius atau lebih.

“Saat temperatur tubuh mencapai 38 derajat celsius atau lebih, ini merupakan pertanda bahwa tubuh bekerja dengan baik untuk mengatasi infeksi. Baik virus (pilek atau flu) atau infeksi bakteri (radang tenggorokan atau infeksi telinga),” ungkap dokter anak Tracy Lim, MD, seperti dikutip dari health.clevelandclinic.org.

Untuk itu, sangat penting selalu menyimpan termometer di rumah, agar dapat mengecek sendiri suhu tubuh bayi secara berkala saat bayi demam.

Kapan Bayi Demam Dibawa Ke Dokter?

bayi demam kapan dibawa ke dokter

Foto: evivo.com

Meski bayi demam adalah indikasi yang baik bahwa sistem kekebalan tubuh bayi sedang mencoba untuk menyembuhkan dirinya sendiri dan mempertahankan tubuh terhadap infeksi, namun ada kalanya bayi demam juga menunjukkan gejala lain yang memerlukan perawatan dokter.

Beberapa penyakit akibat virus, seperti flu dapat menyebabkan bayi demam hingga 39 derajat celsius atau lebih selama 12-24 jam.

Untuk bayi usia tiga bulan hingga tiga tahun, American Academy of Pediactrics (AAP) menyarankan untuk mengunjungi dokter, jika bayi demam mencapai 39 derajat celsius selama tiga hari dan Si Kecil terlihat tidak nyaman, rewel, tidak mau makan atau minum.

Bayi demam disertai gejala sakit tenggorokan, sakit telinga, ruam yang muncul tiba-tiba, sesak napas, diare, muntah, hingga kejang, maka perlu mengkonsultasikan Si Kecil ke dokter.

Sehingga dokter akan memberikan pengobatan yang tepat untuk mengurangi ketidaknyamanan bayi. Hal yang perlu mendapatkan penanganan segera dari dokter adalah jika bayi demam dialami oleh bayi di bawah usia tiga bulan.

“Karena sistem imun bayi masih berkembang, sehingga berisiko terkena infeksi parah,” ungkap Dr. Cara Barone, M. D., dokter anak di Palo Alto Medical Foundation, seperti dikutip dari sutterhealth.org.

Baca Juga : 6 Tips Efektif Atasi Demam Anak Setelah Imunisasi

Perawatan Bayi Demam Ringan

perawatan bayi demam ringan

Foto: babybonus.msf.gov.sg

Ada dua macam obat yang aman untuk dikonsumsi bayi demam, yaitu: acetaminophen dan ibuprofen.

Namun disarankan untuk mengkonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak, mengenai obat apa saja yang boleh dikonsumsi Si Kecil.

Selain itu, Moms juga perlu memperhatikan asupan cairan Si Kecil agar terhindar dari dehidrasi. Bisa melalui ASI, susu formula dan air putih tergantung dari usia bayi demam.

Bayi dehidrasi ditandai dengan sedikitnya urin Si Kecil di popok, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, hingga mulut kering.

Selama bayi demam, Moms perlu rutin mengecek temperatur tubuh bayi secara berkala dan memperhatikan dengan seksama jika muncul gejala-gejala lain, sehingga dapat ditangani segera oleh dokter anak.

(GS/CAR)

Artikel Terkait