KEHAMILAN
18 Januari 2020

Tanda Kelebihan Air Ketuban dan Risikonya

Kekurangan air ketuban menjadi masalah serius dalam kehamilan, tapi jangan salah lho Moms kelebihan air ketuban juga kurang baik
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Pernahkah Moms mendengar istilah kelebihan air ketuban?

Dilansir dari Mayo Clinic, akumulasi air ketuban atau cairan yang melindungi bayi dalam rahim selama kehamilan yang berlebihan disebut dengan polyhydramnios.

American Pregnancy Association menjelaskan bahwa polyhydramnios ringan hanya disebabkan oleh penumpukan cairan ketuban secara bertahap selama kehamilan. Lalu bagaimana Moms mengetahui tanda kelebihan air ketuban beserta resikonya?

Tanda Kelebihan Air Ketuban

Tanda Kelebihan Air Ketuban dan Resikonya.jpg

Foto: smartparents.sg

Kondisi polyhydramnios atau air ketuban berlebih muncul dikarenakan tekanan yang diberikan di dalam rahim dan pada organ-organ lainnya.

Gejala ini biasanya tidak menimbulkan tanda yang mudah diketahui oleh ibu hamil.

Tanda kelebihan air ketuban ini akan dirasakan ketika kondisinya menjadi parah yang disertai dengan kesulitan bernapas, kontraksi uterus, ketidaknyamanan, pembengkakan vulva, pembengkakan di ekstremitas bawah dan dinding perut, mulas, sembelit, perut kencang, kesulitan merasakan pergerakan janin, hingga rahim membesar.

Penyebab Kelebihan Air Ketuban

Tanda Kelebihan Air Ketuban dan Resikonya 2.jpg

Foto: parenting.com

Penyebab kelebihan air ketuban memang belum diketahui pasti, namun ada beberapa alasan berkembangnya polyhydramnios seperti diabetes gestasional, kehamilan kembar, anemia janin, tidak cocoknya darah ibu dan janin, terjadi infeksi selama kehamilan, bahkan cacat lahir yang dapat memengaruhi saluran pencernaan bayi atau sistem saraf pusat.

Selain itu, Moms juga perlu mengetahui kelainan bawaan yang dapat menyebabkan berkembangnya air ketuban yang berlebihan seperti penyumbatan saluran kemih janin, sumsum tulang belakang, dan perkembangan abnormal otak. Masalah susunan genetik janin, paru-paru dan sistem saraf pun dapat menjadi salah satu penyebabnya.

Risiko Kelebihan Air Ketuban

Bagi beberapa kasus, kelebihan air ketuban ini nampak tak menimbulkan komplikasi atau risiko, sehingga dapat pulih atau hilang dengan sendirinya.

Sedangkan, sebagian lainnya dapat menimbulkan resiko yang bahaya seperti lahirnya bayi prematur, solusio plasenta atau terlepasnya plasenta pada dinding rahim bagian dalam sebelum proses melahirkan, ketuban pecah sebelum waktunya, persalinan caesar, stillbirth atau biasa disebut kelahiran mati, pendarahan berat yang disebabkan kurangnya tonus otot uterus setelah melahirkan, serta prolaps tali pusat.

Resiko ini akan meningkat bila polihidramnion terjadi sejak dini pada masa kehamilan serta semakin besarnya jumlah kelebihan cairan ketuban.

Tindakan Saat Kelebihan Air Ketuban

Tanda Kelebihan Air Ketuban dan Resikonya 3.jpg

Foto: parenting.com

Penanganan saat ibu hamil mengalami kelebihan air ketuban tergantung seberapa parah dan penyebabnya. Pada kasus polyhydramnios ringan, tidak ada tindakan khusus yang dilakukan, karena kondisi seperti ini akan hilang dengan sendirinya.

Berbeda dengan polyhydramnios yang parah, maka Moms perlu melakukan penanganan khusus serta dilakukan pemantauan. Moms dapat segera konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapat diagnosa dan penanganan yang tepat.

Biasanya dokter kandungan akan menyarankan USG rutin untuk memeriksa jumlah air ketuban.

Nah, Moms dengan mengetahui mulai dari tanda kelebihan air ketuban, penyebab, resiko, dan tindakan apa yang harus dilakukan ini, Moms akan lebih cepat tanggap bila salah satunya terjadi pada masa kehamilan.

Artikel Terkait