BAYI
29 September 2019

Ternyata Demam Bisa Jadi Pertanda ISPA pada Bayi

Demam Bisa Jadi Pertanda ISPA Pada Bayi
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bukan hanya orang dewasa, bayi juga bisa lho Moms terkena infeksi saluran pernapasan (ISPA). Sebagai orang dewasa, Moms tentunya bisa mengeluhkan rasa sakitnya, tetapi bayi belum bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Sehingga Moms harus lebih waspada terhadap gejala atau pertanda ISPA pada bayi.

ISPA pada bayi cenderung berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit lain yang lebih serius seperti infeksi telinga, flu, bronkiolitis hingga pneumonia.

Lalu, bagaimana sih pertanda ISPA pada bayi? Apa yang harus dilakukan jika bayi terkena ISPA? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga: Cara Tepat Cegah ISPA pada Anak Saat Musim Hujan

Demam Dapat Menjadi Salah Satu Pertanda ISPA pada Bayi

Ruam Bisa Jadi Pertanda ISPA Pada Bayi 1.jpg

Foto: aboutkidshealth.ca

“Sementara gejala awalnya terlihat sangat mirip dengan pilek biasa, bayi dengan ISPA mungkin bernapas lebih cepat atau mengi tiga sampai lima hari setelah mengalami pilek,” kata Dr. George McSherry, pimpinan bagian penyakit menular anak di Penn State Children’s Hospital, seperti dikutip dari infectioncontroltoday.com.

Gejala lain, menurut Dr. McSherry, termasuk:

  • Nafsu makan berkurang
  • Mudah tersinggung
  • Lesu
  • Demam

Baca Juga: Akibat Asap Penduduk Palangkaraya Terserang ISPA, Yuk Kenali Penyebab ISPA!

Apakah Bayi Harus Segera Dibawa ke Dokter ketika Menunjukkan Gejala?

Ruam Bisa Jadi Pertanda ISPA Pada Bayi 2.jpg

Foto: rn.com

Tanda bahwa bayi harus segera dibawa ke rumah sakit atau dokter adalah ketika mengalami demam yang berkepanjangan.

"Demam biasanya terjadi selama 72 jam pertama suatu penyakit, tetapi akan bertahan lebih lama dari itu atau mulai setelah tiga hingga empat hari sakit, itu bisa berarti infeksi sekunder,” kata Dr. Kristie Yarmer, dokter anak di Memorial Regional Health.

Pertanda ISPA pada bayi lainnya yang perlu diwaspadai untuk segera menghubungi dokter adalah jika bayi mengalami kesulitan bernapas.

Tanda-tanda bahwa bayi mengalami kesulitan bernapas termasuk ketidakmampuan untuk mengisap botol susu atau puting payudara, bernapas dengan sangat cepat, retraksi (menarik perut dan mengangkat dada ketika bernapas), dan mengi.

Baca Juga: Mengenal 4 Masalah Gangguan Pernapasan Pada Bayi Baru Lahir

Bagaimana Pengobatan ISPA pada Bayi Dilakukan?

Ruam Bisa Jadi Pertanda ISPA Pada Bayi 3.jpg

Foto: healthline.com

Perawatan khusus biasanya tidak tersedia atau diperlukan dalam kasus ISPA pada bayi. Namun, analgesik, antipiretik, misalnya Parasetamol, dan dalam beberapa kasus, dekongestan hidung dapat membantu dalam mengurangi gejala dan ketidaknyamanan.

Penerapan perawatan ini juga dapat mempermudah pemberian makan dan memungkinkan asupan cairan secara oral yang mencukupi bagi tubuh bayi.

Meskipun tidak ada pengobatan untuk infeksi saluran pernapasan atas pada bayi, beberapa bayi yang didiagnosis menderitanya mungkin perlu dirawat di rumah sakit sehingga mereka bisa mendapatkan perawatan suportif seperti pemberian oksigen dan pengisapan saluran pernapasan bagian atas.

Jadi, jika Si Kecil mengalami demam dan disertai dengan beberapa gejala umum di atas, jangan menunda untuk segera membawanya ke dokter. Gejalanya mungkin sepele, tetapi dampaknya jika tidak ditangani dengan benar dapat sangat membahayakan bayi.

(RGW)

Artikel Terkait