DI ATAS 5 TAHUN
29 Desember 2018

Tingkatkan Kemampuan Menulis Anak dengan 5 Aktivitas Ini

Dengan menulis, anak mengasah kreativitas
Artikel ditulis oleh -
Disunting oleh -

 

Menulis adalah salah satu kemampuan penting yang harus dikuasai anak. Apapun cita-citanya di masa depan, belajar menulis tidak boleh terlewat.

Dengan menulis, anak akan mengembangkan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan berbahasanya.

Selain itu, ketika menulis, anak terbiasa menyusun pikirannya jadi terstruktur dan mudah dipahami.

Belajar menulis juga merupakan salah satu cara mengasah kecerdasan emosional dan membentuk identitasnya.

Agar Si Kecil gemar menulis, ajak ia melakukan lima hal ini:

Jalan-jalan

Dengan jalan-jalan, misalnya ke luar kota, ke kebun binatang, ke pantai, atau sekadar ke rumah saudara, anak akan menambah pengalaman.

Ajak anak menuangkan pengalaman ini dalam bentuk kata-kata. Supaya tambah seru, mintalah anak memotret berbagai hal yang menarik baginya selama jalan-jalan.

Cetak foto yang diambil anak dan ajari Si Kecil menceritakan kembali apa yang ia lihat, alami, dan rasakan di masing-masing foto.

Menulis buku harian

Biasakan anak mengolah emosinya lewat buku harian. Agar ia semangat, ajak anak memilih sendiri buku hariannya dan berjanjilah Moms tak akan pernah membacanya.

Ciptakan rutinitas khusus menulis buku harian setiap hari, misalnya sebelum tidur. Setiap akhir pekan, Moms bisa meminta anak menunjukkan sekilas saja lembaran buku hariannya pada Moms.

Tak perlu sampai dibaca, pastikan saja bahwa halamannya terisi setiap hari. Kalau anak berhasil menulis tanpa putus sebulan penuh, berikan hadiah menarik seperti makan es krim favoritnya atau menonton film di bioskop.

Menggambar atau mewarnai

Apa hubungannya menggambar dengan menulis? Setelah anak menggambar, melukis, atau mewarnai, mintalah anak menulis cerita di balik hasil karyanya tersebut.

Supaya lebih menantang, Moms juga bisa mengajak anak membuat cerita bersambung dari gambar-gambarnya tersebut.

Membaca

Kemampuan menulis anak akan semakin terasah kalau ia rajin membaca buku. Semakin banyak bacaan, ia akan semakin paham bagaimana caranya menyusun kalimat, mengungkapkan perasaannya, dan membiarkan imajinasinya bertualang bebas.

Kalau wawasannya luas, anak jadi punya segudang topik untuk dituangkan ke dalam tulisannya sendiri.  

Menulis blog

Anak zaman sekarang sudah pandai dan menguasai teknologi. Maka, jika anak Moms sudah cukup besar dan bertanggung jawab dalam menggunakan Internet, latih anak menulis di blog.

Jangan khawatir, saat ini sudah banyak blog yang diciptakan khusus untuk anak-anak, misalnya Edublogs.

Dalam blog ini, anak bisa bebas menulis fiksi, pengalamannya sendiri, bahkan ulasan film yang baru saja ditontonnya.

Moms juga tetap bisa memantau aktivitas anak di blog ini. Jangan lupa mengaktifkan mode browsing yang aman untuk anak selama ia menyusuri dunia maya di laptop atau komputer.

Dengan menulis blog, ia punya kesempatan mengenal sesama penulis cilik lainnya. Lingkup sosialnyapun bertambah. Anak juga bisa saling berbagi pengalaman menulis dengan satu sama lain dalam wadah yang positif.

Putra atau putri Moms juga seorang penulis cilik? Kebiasaan seperti apa yang Moms tanamkan padanya? Bagikan pengalaman Moms di bagian komentar, ya.

 

(IA)

Artikel Terkait