KESEHATAN
30 Juni 2020

Mengapa Vaksin HPV Penting Dilakukan Sebelum Menikah?

Cegah penyakitnya dengan vaksin sebelum terlambat!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Intan Aprilia

Dalam menata langkah untuk menjalin hubungan lebih serius ke jenjang pernikahan, sebuah pasangan perlu melakukan persiapan yang matang. Tidak hanya dari segi mental, tetapi juga fisik terutama aspek kesehatan.

Untuk para pasangan yang ingin menikah, sebaiknya penting melakukan vaksin HPV sebelum menikah sebagai tindakan pencegahan terhadap kanker serviks dan penyakit terkait HPV.

Pentingnya Vaksin HPV Sebelum Menikah

vaksin HPV sebelum menikah-1.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Kanker serviks merupakan kanker leher rahim yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Kanker ini merupakan salah satu kanker terbesar yang menyebabkan kematian pada perempuan.

Mengutip siaran pers acara "KICKS Bersama Halodoc Ingatkan Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Pasangan yang Berencana Menikah" yang diadakan pada Rabu (20/11/2019) di Eighty/Nine Eatery & Coffee, Kemang, kematian akibat kanker serviks mencapai 18.279 per tahun atau sebanyak 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya.

Kanker serviks menjadi salah satu jenis kanker terbesar yang menyebabkan kematian pada perempuan. Padahal, kanker serviks merupakan salah satu kanker yang dapat dicegah persebarannya dengan vaksinasi HPV.

"Kanker serviks itu adalah kanker bagian serviks, yang disebabkan oleh human papillomavirus. Karena kita tahu kanker ini disebabkan virus, maka bisa dicegah dengan vaksin," jelas dr. Venita Eng, MSc, perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta dan KICKS (Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks).

Dr. Venita menambahkan, meninggalnya perempuan karena kanker serviks berada pada usia produktif, dan diketahui ketika kanker sudah masuk ke stadium akhir.

"Banyak yang mengetahui terkena kanker serviks pada stadium akhir, kesakitan setiap hari, tidak bisa buang air kecil. Karena banyak orang merasa tidak perlu diperiksa, dan tidak perlu vaksin. Karena itu pesan pencegahan penting sekali dan berlaku untuk semua perempuan," terangnya lagi.

Baca Juga: Berapa Biaya Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks dan Kapan Harus Dilakukan?

Kaum Pria Juga Perlu Melakukan Vaksin HPV Sebelum Menikah

vaksin HPV sebelum menikah-4.jpg

Foto: healthline.com

Tidak hanya kaum wanita, pria juga perlu melakukan vaksin HPV sebelum menikah. Karena masih ada risiko bagi kaum pria untuk mengalami kanker serviks.

"Selama ini, vaksin HPV memang dikenal sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan. Namun, vaksin HPV sebenarnya juga dapat melindungi laki-laki dari beragam potensi penyakit yang muncul akibat virus HPV," ungkap dr. Venita.

Lebih lanjut ia menjelaskan, "Pria bisa menjadi pembawa kanker serviks. Penyerangan HPV pada pria bisa menyebabkan kanker belakang mulut, kanker penis, dan kanker anus. Pria bisa terinfeksi HPV, mereka dapat terkena masalah sekaligus menjadi pembawa virusnya."

Lalu, kapan waktu yang tepat untuk melakukan vaksin HPV sebelum menikah yang disarankan?

Baca Juga: 6 Alasan Orang Tua Menolak Pemberian Vaksin untuk Anaknya

Waktu Tepat Melakukan Vaksin HPV Sebelum Menikah

vaksin HPV sebelum menikah-2.jpg

Foto: metroparent.com

Sebenarnya, dr. Venita mengungkapkan bahwa waktu tepat melakukan vaksin HPV yaitu pada usia 9-13 tahun.

"Waktu terbaik untuk vaksin HPV itu 9-13 tahun, karena respon imun dari remaja sangat baik sehingga cukup untuk disuntik dua kali. Remaja yang disuntik vaksin HPV bisa memberikan proteksi sepanjang usianya," terangnya.

Selain itu, vaksin HPV memiliki efektivitas sekitar 17 tahun tanpa membutuhkan booster dalam mencegah virus HPV menginfeksi tubuh.

Baca Juga: 4 Mitos dan Fakta Seputar Vaksin MR/MMR

Tidak Bisa Sembuhkan Tubuh yang Sudah Terinfeksi HPV

vaksin HPV sebelum menikah-3.jpg

Foto: healthline.com

Tetapi, penting diingat bahwa melakukan vaksin HPV sebelum menikah tidak menyembuhkan tubuh yang sudah terinfeksi HPV. Jadi, jika seseorang aktif secara seksual, penting melakukan hubungan seks yang aman.

"Kalau orang yang aktif secara seksual dia lebih berisiko, meskipun sudah melakukan vaksin HPV. Karena vaksin ini tidak menyebabkan, tetapi juga tidak menyembuhkan," jelas dr. Venita.

Sebagai contoh, jika vaksinasi dilakukan setelah tubuh seseorang sudah memiliki virus HPV terlebih dahulu, vaksin ini tidak bisa menyembuhkan, tetapi hanya mencegah dari serangan virus lain.

"HPV sekali masuk ke badan bisa dormant (jinak), virusnya bisa hilang tapi tertidur, dan nanti bisa muncul kembali. Untuk orang yang terkena pra-kanker serviks lalu baru vaksin, dia mendapatkan perlindungan untuk mencegah infeksi," ujarnya.

Karena itu, sebelum terlambat, yuk mulai melakukan vaksin HPV sebelum menikah untuk menjaga tubuh dari serangan HPV yang bisa menyebabkan kanker serviks yang mematikan, Moms.

Artikel Terkait