KESEHATAN
6 Desember 2019

Waspadai Asupan Vitamin A untuk Ibu Hamil, Moms!

Benarkah terlalu banyak vitamin A berbahaya bagi janin?
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Dina Vionetta

Waspadai banyaknya asupan vitamin A untuk ibu hamil, ya, Moms.

Ibu hamil perlu memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi memberi asupan gizi sesuai yang dibutuhkan ibu dan janin.

Tak jarang suplemen tambahan juga diresepkan dokter jika memang perlu.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, karena tidak semua vitamin baik untuk ibu hamil. Salah satunya vitamin A.

Dilansir dari jurnal Teratology, terlalu banyak vitamin A untuk ibu hamil juga tidak baik, karena ini dapat membahayakan bayi.

Alasannya apa ya? Simak poin-poin yang sudah Orami rangkum di bawah ini.

Menyebabkan Cacat Lahir

01 - sumber akurat.co.jpg

Foto: healthline.com

Penting untuk Moms agar membatasi konsumsi vitamin A untuk ibu hamil.

Sebab, berisiko menyebabkan cacat lahir dan toksisitas hati dalam dosis tinggi. Risiko cacat lahir karena terlalu banyak vitamin A bagi ibu hamil adalah alasan bahwa wanita hamil dan mereka yang berusaha untuk hamil harus menjauh dari resep obat jerawat isotretinoin.

Atau dikenal dengan nama merek Accutane, dan obat lain yang berkaitan dengan retinol ( senyawa vitamin A).

Termasuk tretinoin topikal (Retin-A), yang digunakan untuk kondisi kulit.

Namun, pembatasan ini hanya berlaku dalam bentuk suplemen dan obat-obatan.

Moms masih bisa mendapatkan manfaat beta-karoten sebanyak yang Moms inginkan dari buah dan sayuran yang mengandung vitamin A.

Pengecualian untuk aturan ini adalah saran dari dokter.

Jika seorang ibu kekurangan vitamin A selama kehamilannya, dalam hal ini, dokter dapat menyarankan suplemen vitamin A.

Baca Juga: Ini Manfaat Tersembunyi Ibu Hamil Mengkonsumsi Vitamin E

Kenali Gejalanya

02 - sumber fcdctcom.jpg

Foto: fcdct.com

Hypervitaminosis A, atau toksisitas vitamin A, terjadi ketika Moms memiliki terlalu banyak vitamin A dalam tubuh.

Dikutip dari healthline.com, toksisitas akut terjadi setelah mengonsumsi sejumlah besar vitamin A dalam waktu singkat, biasanya dalam beberapa jam atau hari.

Toksisitas kronis terjadi ketika sejumlah besar vitamin A menumpuk di tubuh Moms dalam jangka waktu yang lama.

Gejalanya meliputi perubahan penglihatan, nyeri tulang, dan perubahan kulit.

Toksisitas kronis dapat menyebabkan kerusakan hati dan peningkatan tekanan pada otak, lho.

Hypervitaminosis A dapat didiagnosis melalui tes darah. Namun, kasus ini mudah ditangani dengan cara sederhana, yaitu hanya dengan mengurangi asupan vitamin A pada ibu hamil.

Baca Juga: 3 Bahaya Mengonsumsi Multivitamin Gummy untuk Anak

Ketahui Porsi yang Tepat

03 - sumber womenfitness.jpg

Foto: womenfitness.com

Vitamin A penting untuk kesehatan mata pada anak-anak dan orang dewasa.

Vitamin A juga penting dalam perkembangan jantung, telinga, mata, dan anggota tubuh janin.

Moms bisa mendapat vitamin A dari bahan makanan alami. Seperti, ikan dan minyak ikan, susu, telur, buah-buahan berwarna gelap, sayuran berwarna kuning dan oranye, tomat, dan beberapa minyak nabati.

National Institutes of Health (NIH) menyarankan beberapa cara agar ibu hamil mendapat vitamin A dengan porsi yang tepat.

Pertama, konsumsi makanan yang mengandung wortel dan tomat. Seperti, sayur sop ayam, atau salad.

Sementara itu hati sapi atau ayam, harus dibatasi selama kehamilan, satu atau dua kali sebulan. Karena hati mengandung vitamin A dalam jumlah tertinggi.

Satu porsi 3 ons hati sapi dapat mengandung lebih dari delapan kali jumlah vitamin A harian yang disarankan selama kehamilan. Artinya, lebih dari dua kali jumlah yang aman dikonsumsi dalam satu hari.

Baca Juga: Moms, Waspadai 5 Gejala Kekurangan Vitamin D Pada Balita Ini

Perlu diingat Moms, walaupun terlalu banyak vitamin A untuk ibu hamil dapat berdampak buruk, namun tidak mendapat vitamin A sama sekali juga lebih buruk.

Tidak mendapatkan cukup vitamin A dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Moms.

Hal ini dapat menyebabkan hiperkeratosis (yang mungkin Moms kenal sebagai kulit ayam), dan menyebabkan kebutaan malam hari.

Jika masih ragu, Moms bisa konsultasikan kepada dokter terkait asupan vitamin A selama kehamilan.

(CIL/DIN)

Artikel Terkait